Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Bekerja di tempat yang sama dengan pekerjaan yang berbeda


__ADS_3

Rey terlihat begitu bersemangat. Dia sudah bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Meskipun hanya sebagai seorang cleaning service, Rey tetap bersyukur bisa bekerja kembali.


"Ma, aku berangkat dulu ya," pamit Reynaldi. Dia langsung mencium tangan sang mama.


"Mba, tolong titip mama saya ya. Saya berangkat bekerja dulu. Untuk makan, Mba bebas mau masak atau beli. Ini uangnya," ujar Reynaldi sambil memberikan uang lima puluh ribu.


Mendengar Reynaldi sudah memiliki ART untuk mengurus rumah dan juga ibu mertuanya, Viona berniat untuk kembali ke rumah Rey. Agar dia bisa dekat dengan suaminya lagi.


Hari ini dia berniat kembali ke rumah Reynaldi lagi. Viona ingin meminta sang suami menjemputnya nanti, setelah pulang bekerja. Untuk satu bulan pertama, Reynaldi mendapatkan shift 1 yaitu jam 06.00 pagi sampai dengan jam 14.00.


Dengan menggunakan sepeda motor maticnya, Reynaldi kini baru saja sampai di rumah sakit. Reynaldi langsung memarkirkan motornya, dan langsung masuk ke dalam rumah sakit. Rey langsung menuju ruangan cleaning service untuk absen, dan mulai bekerja.

__ADS_1


"Ayo Rey, kamu pasti bisa! Hilangkan perasaan gengsi kamu! Ingat, gengsi bisa membuat perut kamu lapar!" Itulah kata-kata yang akan Rey ucapkan, di saat dia merasa malu akan pekerjaannya saat ini. Bahkan dia merasa malu, untuk menanyakan lowongan pekerjaan kepada teman-temannya.


Rey, sudah absen, dan akan memulai pekerjaannya. Tugas dia yaitu, membersihkan semua ruang praktek poli, dan sekitarnya. Tugasnya yaitu menyapu, mengepel, membuang sampah, dan menyiapkan satu botol air mineral di meja sang dokter.


Rey berusaha untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin, meskipun selama ini dia tak pernah melakukan hal itu. Selama ini, dia tak pernah mengerjakan pekerjaan rumah apapun.


Abi baru saja selesai mengantarkan Khanza ke sekolah, dan sekarang dia akan langsung ke rumah sakit untuk bekerja. Saat itu jam menunjukkan hampir pukul 07.00 pagi. Sebentar lagi dia akan mulai praktek.


Sama halnya dengan Rey. Hari ini adalah hari pertama untuk Abi bekerja di rumah sakit itu. Dia berusaha untuk bekerja dengan baik. Rey sudah selesai mengerjakan pekerjaannya, dia langsung pergi meninggalkan ruang poli. Karena Abi akan mulai praktek, menerima pasien.


"Mengapa wajah dokter Abimanyu, mirip dengan laki-laki yang waktu itu jalan dengan wanita yang mirip dengan Nisa," Reynaldi bermonolog dalam hati.

__ADS_1


"Ah, tidak! Tidak mungkin! Pasti hanya kebetulan saja. Sudahlah, daripada mikirin hal yang tak penting. Lebih baik kerja saja," ucap Rey dalam hati.


Rey akhirnya melanjutkan pekerjaannya lagi. Menghilangkan pikiran yang ada.


Tugas di poli hari ini selesai, Abi bergegas untuk pulang ke apartemen. Dia berharap, tak ada pasiennya yang gawat, sehingga dia tak harus ke rumah sakit kembali. Bisa menemani sang istri di apartemen.


Abi dan Rey berpapasan kembali. Ingin rasanya dia bertanya kepada dokter Abi, tetapi dia takut dirinya dibilang lancang atau tak sopan. Hingga akhirnya Rey hanya menganggukkan kepalanya, sebagai rasa hormatnya Rey kepada dokter.


Abi bergegas keluar dari rumah sakit, menuju apartemennya. Dia berniat mampir ke rumah makan padang, tempat waktu itu dia makan saat pertama kali dia ke Jakarta. Abi memesan dua bungkus nasi padang untuk dirinya dan juga sang istri.


__ADS_1


__ADS_2