Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Penuh Haru


__ADS_3

"Makasih ya kamu sudah perhatian banget sama aku, sabar mengurus aku. Aku hanya menyusahkan kamu saja," ucap Melani.


"Jangan bicara seperti itu! Kamu itu istri aku, sudah sepantasnya aku mengurus kamu. Sudah kewajiban aku sebagai seorang suami. Sudah ya, jangan berpikir macam-macam! Sekarang yang terpenting kamu bisa cepat sehat kembali. Jujur, aku tak tega melihat kamu seperti sekarang!" Reynaldi berkata kepada Melani.


"Aku sempat terpikir ingin berhenti bekerja. Aku ingin menyerahkan perusahaan aku kepada kamu. Aku ingin kamu yang mengelolanya. Aku percaya, kalau kamu mampu menjalankannya. Aku ingin menjadi istri yang baik untuk kamu. Kalau aku bekerja, pasti aku akan sibuk dengan pekerjaanku. Tak ada waktu untuk kamu dan memiliki anak," ungkap Melani.


"Aku takut gak sanggup menjalankannya, karena aku tak ada pengalaman memimpin perusahaan. Aku tak ingin perusahaan kamu hancur gara-gara aku. Aku tak akan menuntut kamu, untuk fokus mengurus aku. Kita juga bisa program hamil, sambil kamu tetap bekerja. Kamu kurangi saja jam kerja kamu! Aku tak berhak atas perusahaan kamu, aku tetap ingin bekerja dengan posisi yang sesuai dengan kemampuan aku. Kita coba jalani semua bersama ya!" sahut Reynaldi.


Obrolan mereka terhenti, karena kedua orang tua Melani datang. Mereka langsung menyambutnya. Reynaldi langsung mencium tangan kedua mertuanya secara bergantian. Melani pun melakukannya, saat kedua orang tuanya menghampirinya.


"Kamu sakit apa, Mel? Mama 'kan sudah bilang sama kamu, jangan terlalu capek! Kamu itu kalau sudah kerja, selalu saja lupa waktu," ucap sang mama.


"Belum tahu. Tapi sepertinya, hanya karena kecapean saja. Benar yang mama bilang, aku kerap lupa diri. Kalau sedang bekerja. Apalagi saat kemarin, ada permasalahan sama Reynaldi. Melani memilih menyibukkan diri dengan bekerja, agar bisa melupakan Reynaldi. Pola tidur dan pola hidup Melani menjadi tak karuan. Sekarang, alhamdulillah Reynaldi sudah kembali. Tak ada alasan lagi seperti itu. Sekarang Melani mau fokus menjadi istri yang baik, dan program hamil. Kami sudah sepakat ingin memiliki momongan. Kami akan menikah kembali Pa, Ma. Gimana kalau lusa menurut Papa dan Mama? Lebih cepat, lebih baik. Agar kalau kita dekat-dekat, halal hukumnya. Insya Allah, lusa Melani sudah diperbolehkan pulang," ujar Melani. Sebagai orang tua, kedua orang tua Melani tentu saja mendukung keinginan sang anak.

__ADS_1


Setelah berbincang selama kurang lebih satu jam, kedua orang tuanya pamit pulang. Dia menitipkan sang anak kepada Reynaldi. Melani merasa senang, karena ditengok kedua orang tuanya. Reynaldi akan menginap di rumah sakit, menemani sang istri.


Rumah tangga Nisa juga sangat harmonis. Saat ini Nisa sedang hamil kembali. Dia pikir tak akan hamil, jika menyusui. Abi merasa senang, karena sang istri hamil kembali. Berbeda halnya dengan Nisa yang justru merasa kaget, karena saat ini dia sedang hamil. Dia sampai menangis.


"Kok sedih sih? Itu tandanya, Allah memberikan kepercayaan lagi kepada kita untuk memiliki anak kembali. Anak adalah rezeki, jangan ditolak! Membuat Mas semakin semangat mencari uang, karena tanggung jawab kita akan bertambah kembali. Jangan takut, kamu tak sendiri menghadapinya! Mas akan selalu ada untuk kamu. Pasti Kakak sedang banget, mau punya adik lagi. Semoga kamu selalu diberikan kesehatan dan kelancaran sampai melahirkan nanti," Abi berusaha untuk menenangkan sang istri.


"Tapi, kalau aku hamil lagi. Aku jadi semakin sulit mengurus usahaku. Bagaimana nasib usahaku nanti di Yogyakarta? Itu adalah cita-cita aku sejak dulu, aku berjuang untuk mencapai ke titik itu," sahut Nisa.


"Mas paham. Tapi, mau gimana lagi? Sekarang, sudah dia sudah hadir di rahim kamu. Tak mungkin di gugurkan. Yang ada nanti kita jadi berdosa. Coba nanti kita pikirkan lagi ya, gimana baiknya. Untuk sekarang, biarkan saja kasih kepercayaan kepada mereka. Kamu cukup pantau dari sini. Insya Allah, rezeki sudah di atur Allah. Yang terpenting sekarang, kamu fokus dulu dengan kehamilan kamu. Makasih ya, sudah memberikan Mas anak kembali. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang baik, bisa mendidik amanah dari Allah dengan baik. Aamiin," ucap Abi dan Nisa akhirnya mengiyakan. Dia mengaminkan ucapan suaminya.


"Selama jantung ini terus berdetak, aku akan selalu mencintai kamu. Tak pernah terpikir olehku, untuk mengkhianati kamu," ucap Abi membuat Nisa tersenyum begitu manis. Abi tampak melabuhkan kecupan di pucuk kepala dan juga kening Nisa.


"Besok, kita bertemu di rumah sakit ya! Besok, kita periksa kandungan kamu ya! Setelah Mas selesai praktek," ucap Abi dan Nisa mengiyakan.

__ADS_1


Besok terpaksa dia harus menitipkan Azzam dan Azzura kepada ART yang membantunya di rumah selama ini. Nisa memiliki dua orang ART yang membantu dia mengurus rumah dan dua buah hatinya, karena Khanza sudah bisa melakukan apapun sendiri.


"Ya sudah, kita tidur sekarang! Besok pagi kita beritahu kakak, kalau bundanya saat ini sedang hamil lagi. Pasti kakak senang, kalau dia akan memiliki adik kembali. Rumah ini menjadi semakin rame, dengan buah hati kita. Membuat rasa lelah Mas hilang, saat sampai di rumah," ucap Abi dan Nisa mengiyakan.


Kini keduanya sudah membaringkan tubuh mereka di ranjang. Untungnya, Azzam dan Azzura tertidur nyenyak. Memberikan kesempatan kepada kedua orang tuanya, untuk bisa berduaan. Nisa ingin tetap menyusui kedua anak kembarnya sampai dua tahun. Masih ada beberapa bulan lagi, untuk menuju dua tahun.


Sama halnya dengan Nisa dan Abi, saat ini Melani dan Reynaldi pun tampak tertidur nyenyak. Reynaldi sampai ketiduran, menemani sang istri tidur di ranjang rumah sakit. Karena tadi Melani sempat meminta Reynaldi, tidur di sebelahnya. Dia meminta Reynaldi mengusap kepalanya, sampai dia tertidur.


Reynaldi terbangun dari tidurnya, tubuhnya terasa sakit. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk pindah ke sofa. Dia mencoba turun secara perlahan dari ranjang rumah sakit, agar sang istri tidurnya tidak terusik. Reynaldi langsung membaringkan tubuhnya di sofa. Dia mencoba memejamkan matanya kembali.


Saat itu jam menunjukkan pukul 02.00 pagi, Melani hendak buang air kecil ke kamar mandi. Dia turun secara perlahan, agar tak menggangu suaminya yang sedang tidur. Dia berjalan secara perlahan. Berusaha untuk tidak merepotkan sang suami. Reynaldi terbangun dari tidurnya, karena mendengar suara air dari dalam kamar mandi.


"Kok kamu gak bangunin aku? Kalau mau ke kamar mandi," tegur Reynaldi kepada sang istri. Saat Melani keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Aku tak ingin merepotkan kamu! Aku lihat tidur kamu sangat nyenyak. Alhamdulillah sekarang aku sudah bisa melakukannya sendiri. Jadi, aku tak lagi merepotkan kamu," sahut Melani.



__ADS_2