Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Reuni SMA


__ADS_3

"Nomor telepon siapa, ya?" gumam Reynaldi saat melihat nomor telepon baru yang menghubungi dirinya.


Awalnya Reynaldi merasa malas mengangkatnya. Namun, nomor itu terus menerus menghubungi dirinya. Hingga akhirnya dia memilih untuk mengangkat panggilan telepon nomor tersebut.


"Woy, Rey. Susah banget lo dihubungi," sindir Misella.


"Maaf, ini siapa ya?" tanya Reynaldi. Karena dirinya benar tak tahu itu nomor siapa.


"Wah parah lo! Masa lo tak kenal suara gue sih?" tanya Misella kepada Reynaldi.


"Ya ampun, Sel maaf ya. Semenjak lulus SMA, gue benar-benar kehilangan kontak kalian. Paling gue masih suka komunikasi sama si Andre, Putra, dan Tyo," sahut Reynaldi.


Saat SMA, Reynaldi adalah idola di sekolah. Banyak teman-teman wanita yang menyukai dirinya. Tetapi Reynaldi hanya mencintai satu wanita, yaitu Viona. Reynaldi tipe laki-laki yang sulit untuk jatuh cinta, tetapi jika dia sudah jatuh cinta. Dia sulit untuk melupakannya.


Viona dan Reynaldi menjalin hubungan sejak mereka duduk di bangku kelas 2 SMA. Sejak awal masuk sekolah, Reynaldi sudah memiliki perasaan dengan Viona. Tetapi dia lebih memilih untuk memendamnya dalam hati.


Wajar jika Reynaldi sampai tergila-gila, saat Viona mengejar dirinya. Terlebih Viona pernah meninggalkan dirinya, saat mereka harus terpisah jarak. Reynaldi di Jakarta, dan Viona pindah ke Yogyakarta.


"Gimana ... gimana? Ada berita apa? Lo tahu nomor telepon gue dari mana, Sel?" tanya Reynaldi.


"Dari sohib lo si Andre. Jadi begini Rey, gue di kasih kepercayaan untuk menjadi seksi humas dalam acara Reuni sekolah. Sekolah kita rencananya dua bulan lagi akan mengadakan Reuni. Nah gue bertugas untuk menghubungi lo, dan anak-anak kelas lain. Lo bisa 'kan Rey?" tanya Misella.


Rey belum bisa berjanji dan mengatakan iya. Ini adalah suatu keputusan yang sulit. Karena dirinya satu sekolah dengan Viona. Lagi pula, dirinya baru saja berduka, dan Nisa mengalami depresi.

__ADS_1


Nisa lebih banyak diam, tak bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Dia kerap marah-marah tak jelas, membuat hubungan dirinya dengan Reynaldi menjadi tak harmonis.


"Rey, gimana lo ikut tidak? Ayolah Rey, sekali-sekali! Sudah 14 tahun kita tidak pernah bertemu sama anak-anak. Sekalian lo bisa bertemu sama mantan lo, gue dengar dia sudah menjadi janda sekarang. Bahkan janda kedua kalinya," ujar Andre.


Andre adalah teman dekat Reynaldi, dia sangat tahu hubungan Reynaldi dengan Viona. Namun, saat menjalin kembali. Reynaldi sepakat dengan Viona untuk merahasiakan hubungan mereka dari siapapun, termasuk Andre.


"Masa sih si Viona menjadi janda dua kali? Memangnya dia bercerai dari suami pertamanya?" tanya Reynaldi menyelidik. Berpura-pura tak tahu kalau Viona sudah menikah dua kali. Entah dirinya harus bahagia atau merasa kasihan.


Andre menceritakan, kalau Viona bercerai karena suaminya ketahuan selingkuh dengan wanita yang dijodohkan ibunya. Viona melihat suaminya tidur bersama wanita lain di kamar kos Viona sama suaminya.


"Miris sekali nasib kamu, Ay. Kebahagiaan untuk kamu hanya bersifat sementara," gumam Reynaldi dalam hati.


Andre terus memaksa agar Reynaldi ikut dalam acara reuni. Hingga akhirnya, Reynaldi mengiyakan. Dia memilih untuk tidak bilang kepada istrinya. Bisa-bisa Nisa mengamuk, terlebih kondisi psikis Nisa sedang tidak stabil.


"Kak, Ayah titip Bunda dulu ya! Ayah ada meeting di kantor, dan harus datang. Semoga meeting-nya cepat selesai, jadi Ayah bisa segera pulang," ucap Reynaldi kepada sang anak dan Khanza mengiyakan.


Air mata Nisa menetes satu persatu, sungguh tak mudah baginya untuk melupakan apa yang terjadi. Rasa sakit karena melahirkan masih terasa, tetapi dia harus mengikhlaskan anaknya yang telah pergi meninggalkan dunia untuk selamanya.


Sebenarnya Reynaldi merasa berat meninggalkan istrinya, Reynaldi dapat merasakan apa yang istrinya rasakan. Namun, dirinya sudah terlanjur berjanji dengan Andre. Dia juga ingin bertemu teman-temannya saat masih menggunakan seragam putih abu-abu.


Jantung Reynaldi berdegup sangat kencang, saat dirinya datang dan melihat Viona sedang tertawa lepas dengan teman-teman dekatnya sewaktu SMA. Tawa yang selalu dirindukan.


"Kamu harus bisa bersikap biasa Rey, ingat kamu sudah berjanji kepada istri kamu untuk tidak menyakiti hatinya!" Reynaldi bermonolog dengan hatinya.

__ADS_1


Awalnya mereka hanya curi-curi pandang, Reynaldi tak ingin menatap Viona secara intens. Dia takut jatuh cinta lagi, terlebih saat ini dirinya masih merasakan ada getaran di hatinya saat melihat Viona.


"Cie ... yang bertemu mantan. Biasa aja dong ekspresinya. Jangan bilang lo masih cinta sama dia ya," goda Andre.


"Gila, lo! Ya enggak lah. Bisa marah besar si Nisa," sahut Reynaldi. Padahal dia pun masih belum tahu, apakah dia tergoda lagi atau tidak.


"Na, itu si Reynaldi. Lo nggak gabung sama dia," ujar Poppy, teman sekelas Viona dengan Reynaldi.


Saat duduk di bangku kelas 3 SMA, Viona dan Reynaldi sempat satu kelas. Membuat hubungan mereka semakin mesra, di mana ada Viona di situ ada Reynaldi. Mereka selalu menunjukkan kemesraan. Dengan berani, Reynaldi dan Viona sering melakukan hubungan suami istri. Karena rumah Viona yang sering kali kosong.


Viona menghampiri Reynaldi, menyapanya. Membuat wajah Reynaldi berubah panik. Reynaldi merasa canggung, saat berfoto bareng dengan teman-teman satu kelas. Dengan cueknya Viona mencoba mendekati Reynaldi, menggandeng tangan Reynaldi saat berfoto.


"Woy, inget Na! Rey sudah punya istri," sindir Indri.


"Ya biarin saja ya Rey? Yang di rumah memang tetap istrinya, di luar dia 'kan tetap kekasih gue. Orang Rey juga mau gue gandeng," ucap Viona dengan bangganya.


Sepertinya mereka lupa. Kalau hubungan mereka sudah berakhir. Bahkan Rey sudah memilih istri dan anaknya. Rey juga sudah berusaha melupakan Viona, begitu juga Viona yang akhirnya memutuskan untuk menikah kembali. Lantas mengapa hari ini, mereka terlihat mesra tanpa ada perasaan malu.


Awalnya memang, mereka tampak malu-malu kucing. Hanya saling pandang. Perlahan perasaan itu hilang, bahkan Viona tak merasa malu memeluk Reynaldi. Sepertinya Viona masih belum merasa jera, dan justru semakin menjadi.


"Parah lo Na, lo jangan peluk-peluk gitu! Nanti keterusan bisa gawat. Ingat lo, jangan sampai lo menjadi pelakor di rumah tangga Rey sama istrinya," ujar Poppy.


"Na, ingat ucapan Rey dulu! Jangan sampai lo terjebak lagi!" bisik Mia mencoba mengingatkan sahabatnya.

__ADS_1


"Lo jangan macam-macam Rey! Jangan memberi harapan palsu ke Viona! Hatinya Lagi terluka, gue tak mau melihat dia terluka! Na, ingat! Menjadi pelakor itu, tak menjadikan kita bisa hidup bahagia," pesan Mia kepada Reynaldi dan juga Viona.


Mohon maaf yang menginginkan Reynaldi tetap sama Nisa, author tak bisa wujudkan. Author akan membuat mereka terpisah, karena author tak suka dgn laki-laki pengkhianat. Sudah cukup Nisa menderita. Beberapa bab lagi, waktunya pembalasan untuk Reynaldi. Mohon bersabar, ikuti alurnya🙏


__ADS_2