Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Menyadarinya


__ADS_3

Mama Ratih sudah dipindahkan di ruang perawatan. Untuk sementara waktu dia terpaksa harus dirawat di rumah sakit, dalam beberapa hari. Menurut hasil pemeriksaan darah, Mama Ratih saat ini mengidap penyakit Diabetes Melitus.


"Ma, maaf ya! Rey hanya bisa merawat mama di kelas 3. Rey enggak ada uang, kalau harus bayar," ujar Reynaldi.


"Iya, Rey tak apa-apa. Habis mau gimana lagi? Mau tak mau mama harus menerima kenyataan hidup. Karena kita memang tak memiliki uang," sahut Mama Ratih.


"Ya sudah, Rey pulang dulu ya Ma! Sekalian antar Bibi pulang. Rey juga sekalian mau ambil pakaian kerja untuk besok dan keperluan lainnya. Mama nanti Rey titipkan dulu ya sama suster," ujar Rey dan Mama Ratih mengiyakan.


Rey kini sudah dalam perjalanan pulang menuju kontrakan. Setelah sampai, Rey langsung menyiapkan semua yang dia perlukan. Paling tidak, dia akan menginap selama tiga hari. Semua sudah dia siapkan, dia bersiap-siap untuk kembali ke rumah sakit.


"Bi, ini uang untuk Bibi di rumah. Malam ini biar saya yang jaga. Besok saya kabarin ya Bi, kalau memang Bibi perlu ke rumah sakit. Hati-hati di rumah ya Bi! Saya berangkat dulu," ujar Rey.


"Iya, Pak. Nanti, kalau bapak perlu apa-apa. Bapak kabarin saya saja ya!" sahut sang ART. Rey mengiyakan.


Dia langsung pergi meninggalkan kontrakan menuju rumah sakit. Dia membawa tikar lipat sama bantal, dan juga dua buah sarung. Yang satu untuk selimut tidur, dan yang satunya lagi untuk sholat.


Kini Reynaldi baru saja sampai di rumah sakit, dia langsung bergegas menuju ruangan Mama Ratih. Ternyata saat itu sang mama lagi tidur. Rey memilih untuk tidak mengganggunya. Membiarkan sang mama tertidur nyenyak. Dia memilih untuk keluar dari ruangan sang mama.


"Ya Allah, aku mohon. Tolong angkat penyakit mamaku. Aku sangat menyayanginya. Tolong ampuni semua dosa-dosanya mamaku kepada Nisa dan Khanza," ucap Reynaldi.


Reynaldi terpikir untuk membawa Nisa dan juga Khanza, untuk menemui sang mama. Dia berharap, Nisa dan Khanza mau memaafkan kesalahan sang mama. Jika umurnya tak panjang, sang mama bisa pergi dengan tenang.


Mama Ratih baru saja terbangun dari tidurnya, dan melihat sekeliling. Dia melihat sudah ada tas dan barang bawaan, tetapi dia tak melihat sang anak. Tak lama kemudian, Reynaldi masuk ke dalam, dan melihat sang mama yang sudah terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Dari mana kamu Rey?" Tanya sang mama yang kini menatap ke arah sang anak.


"Duduk di depan. Tadi Rey datang, mama lagi tidur. Ma, tadi Rey kepikiran sewaktu Rey duduk di depan. Kita 'kan enggak pernah tahu umur manusia. Sewaktu-waktu Allah bisa saja mencabut nyawa kita. Maaf ya Ma, bukan Rey menakut-nakuti mama, atau menyumpahi mama. Rey hanya sekadar mengingatkan mama. Karena Rey sayang sama mama. Rey ingin, mama mau meminta maaf sama Nisa dan juga Khanza. Selama ini, mama selalu menyakiti hati mereka," ujar Rey.


Mama Ratih sempat terdiam. Memang, ada benarnya juga apa yang dikatakan sang anak.


"Memangnya, Nisa mau bertemu mama? Setelah apa yang mama perbuat selama ini kepada mereka,


"Nanti, Rey akan coba bicara ya sama Nisa atau Khanza. Semoga saja mereka mau datang menemui mama," ujar Reynaldi dan Mama Ratih mengiyakan.


Kini Mama Ratih, sudah menyadarinya. Menyadari semua yang dia lakukan dulu kepada Khanza dan juga Nisa. Dia berharap, Nisa dan Khanza mau memaafkan dirinya.


"Ma, mama mau makan apa? Biar Rey belikan," ujar Rey.


"Apa ya enaknya?" Mama Ratih terlihat sedang berpikir. Makanan apa yang dia inginkan saat ini.


"Ya sudah, nanti Rey coba cari ya! Rey, keluar dulu ya cari makanan," pamit Reynaldi.


Reynaldi langsung berjalan keluar meninggalkan ruangan tempat sang mama di rawat, untuk mencari makanan. Pilihannya, jatuh pada nasi uduk pecel lele. Dia memilih untuk makan di sana. Agar Rey menjadi nap*su makan. Setelah itu, barulah dia akan membeli bakso untuk sang mama.


Sebenarnya, bagi Rey yang terpenting itu menghubungi Abi, untuk bisa berbicara dengan Nisa mengenai permintaan maaf sang mama kepada Nisa dan juga Khanza. Namun sayang, Abi sudah blokir nomor telepon dia. Karena Abi merasa kecewa dengan Rey. Rey sempat mengganggu sang istri, dan meminta sang istri untuk kembali kepadanya. Padahal, selama ini Abi sudah bersikap baik kepada Reynaldi. Memperbolehkan Nisa menemui Reynaldi dan juga Viona dulu.


Kini Reynaldi beralih ke nomor telepon Khanza, berharap sang anak mau menerima telepon darinya. Tapi ternyata sama, Khanza tak meresponnya. Hingga akhirnya Reynaldi mencoba mengirimkan pesan chat kepada Khanza. Dia mengatakan kalau sang nenek saat ini sakit parah, dan ingin bertemu, dan meminta maaf kepada dirinya dan juga sang bunda.

__ADS_1


Khanza tak membalasnya, dia hanya membacanya.


"Giliran sekarang, baru ingat kesalahan. Giliran sehat, lupa," gerutu Khanza. Dia memilih untuk tidak memberitahu ke sang bunda. Tak memberitahu, kalau sang ayah menghubungi dirinya.


Reynaldi tampak lesu, karena masih tak bisa membuat hati sang anak luluh. Mau tak mau, besok dia akan menemui Abi.


Reynaldi kembali ke ruangan sang mama. Dia sudah membawa makanan yang sang mama pesan. Untungnya sang ART membawakan dia mangkuk plastik dan juga sendok.


"Ma, makan dulu yuk!" Ujar Reynaldi.


Reynaldi langsung menyuapi sang mama dengan telaten. Dulu, saat dirinya kecil. Sang mama begitu sabar menyuapi dirinya. Kini giliran dia menyuapi sang mama makan, dan mengurus sang mama.


Reynaldi senang, karena sang mama habis memakan bakso yang dia beli. Setelah selesai makan, Reynaldi merapikan selimut sang mama.


"Sekarang, waktunya mama tidur!" Ujar Reynaldi.


"Rey ...," panggil sang mama.


"Kenapa?" Tanya Reynaldi lembut kepada sang mama.


"Mama sudah menyadarinya, kalau mama dulu banyak dosa sama Nisa dan juga Khanza. Mama dulu sangat jahat kepada mereka. Sekarang mama menyesalinya. Tolong pertemukan mama sama mereka! Mama ingin meminta maaf sama mereka, sebelum mama pergi meninggalkan dunia," ungkap Mama Ratih dengan tulus.


Tentu saja hal itu membuat Reynaldi tersenyum. Dia senang, karena akhirnya sang mama bisa sadar atas kesalahan yang dulu dia perbuat.

__ADS_1


"Iya, besok Rey akan coba menemui Abi. Suami dari Nisa. Tadi Rey sudah coba menghubungi Abi, tapi Abi sudah blokir nomor telepon Rey. Dia sudah merasa kecewa dengan sikap Rey yang sempat ingin merebut Nisa darinya, mengajak Nisa kembali ke Rey. Khanza pun tak mau menerima telepon, dan membalas pesan dari Rey," ungkap Rey kepada sang mama.



__ADS_2