Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Ingin Segera Menikah


__ADS_3

Melani memaksa dokter, agar memperbolehkan dia pulang ke rumah. Dia berjanji akan berobat jalan, setelah itu. Reynaldi sudah mengurus administrasi kepulangan Melani. Melani masih memilih menutupi penyakitnya dari sang suami. Dia akan berusaha kuat di depan suaminya.


"Ayo Sayang, kita pulang!" ajak Reynaldi.


"Aku bisa sendiri, tak perlu seperti ini!" Melani menolak, saat Reynaldi hendak membantu memapahnya ke kursi roda. Reynaldi menyuruh sang istri duduk di kursi roda, dan dia akan mendorongnya. Melani tak ingin memperlihatkan kelemahannya.


Reynaldi terlihat mendorong kursi roda di mana sang istri berada. Dia begitu setia mendampingi sang istri, selama sang istri di rawat di rumah sakit. Dia juga begitu perhatian kepada sang istri. Kini mereka sudah dalam perjalanan pulang ke rumah. Melani meminta mampir dulu ke rumah makan padang, berharap dia mau makan, dan tak merasa mual.


Penyakit kankernya ini, membuat perut dia merasa mual, dan tubuhnya terasa lemas. Nap*su makannya sangat berkurang. Tentu saja Reynaldi menurutinya. Kini mereka sudah berada di restoran padang. Melani tampak bingung, makanan apa yang dia inginkan. Belum apa-apa saja, dia merasa mual. Namun, dia berusaha untuk tidak mual. Dia tak ingin membuat suaminya merasa khawatir.


Hingga akhirnya dia mencoba makan sedikit demi sedikit. Nikmatnya benar-benar sudah dicabut Allah, dia tak bisa menikmati makanan itu lagi. Makanan enak sekalipun, tetap saja tak terasa enak baginya.

__ADS_1


"Berarti, kamu belum sehat banget. Kalau makannya masih seperti itu," ucap Reynaldi kepada sang istri.


"Aku sudah sehat, hanya saja aku belum bisa makan banyak. Semua butuh proses, dan aku yakin perlahan demi perlahan aku akan kembali normal seperti dulu lagi," ungkap Melani. Dia memilih berbohong kepada suaminya.


Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah. Saat ini mereka sudah dalam perjalanan pulang. Melani merasa beruntung memiliki suami yang baik dan begitu perhatian kepadanya.


Melani dan Reynaldi baru saja sampai rumah. Reynaldi langsung menggendong tubuh Melani dari mobil, dan membawanya ke kamar mereka. Kemudian meletakkannya secara perlahan.


"Aku ingin ganti baju dulu!" ucap Melani.


Melani langsung beranjak turun dari ranjang, dan ke kamar mandi terlebih dahulu untuk buang air kecil dan mencuci tangannya hingga bersih. Setelah itu, dia langsung mengganti pakaiannya dengan daster.

__ADS_1


"Istirahatlah!" ucap Reynaldi kepasa Melani.


"Aku capek, di suruh tidur terus. Di rumah sakit sudah banyak tidur. Gimana masalah pernikahan kita? Aku ingin secepatnya menikah dengan kamu lagi," ungkap Melani. Dia takut umurnya tak panjang. Dia ingin menikah lagi bersama Reynaldi, sebelum dia menghembuskan napas terakhirnya.


"Sabar ya, Sayang! Tunggu kamu pulih dulu!" ucap Reynaldi mencoba memberi pengertian kepada sang istri.


"Pokoknya, aku ingin secepatnya! Cukup kamu ijab kabul saja 'kan sama papa? Yang penting, kita sah kembali," protes Melani.


Reynaldi mengira, sang istri seperti itu karena sudah tak tahan ingin bercinta dengannya. Reynaldi sangat tahu gimana istrinya itu, dia sangat tahan bercinta.


"Sabar ya, Sayang! Aku coba bicarakan lagi sama kedua orang tua kamu!" jelas Reynaldi.

__ADS_1


"Iya, tapi kapan? Biar aku saja yang bicara sama mama dan papa, agar pernikahan kita disegerakan!" sahut Melani. Melani langsung meminta ponselnya. Tanpa butuh waktu lama, dia langsung menghubungi mamanya.


__ADS_2