Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Semakin Parah


__ADS_3

"Ma, nanti aku coba izin dulu ya. Aku nyusul ke sananya. Oh ya ma, ini titip untuk ART aku. Tolong dia suruh pulang ke rumah. Kasihan mama aku enggak ada yang jaga. Takut ada apa-apa," sahut Reynaldi dan sang ibu mertua langsung mengambil uang dari Reynaldi untuk ART Reynaldi.


Reynaldi memilih melanjutkan pekerjaannya terlebih dahulu, karena dia tak bisa meninggalkannya. Sedangkan ibu mertuanya, langsung kembali ke tempat Viona. Untuk menemui sang ART.


"Gimana Bu? Apa sudah bertemu Pak Reynaldi?" tanya sang ART.


"Iya, sudah. Ini titipan uang dari dia. Kamu disuruh pulang sama dia, katanya kasihan ibunya kalau kamu terlalu lama disini," jelas ibunya Viona.


"Oh, gitu. Ya sudah, saya pamit pulang dulu ya bu. Semoga Ibu Viona segera sehat kembali. Maaf, saya tak bisa lama-lama disini," ujar sang ART.


"Iya Bi, enggak apa-apa. Bibi tadi sudah menolong anak saya saja, saya sudah senang. Oh ya, ini ucapan terima kasih dari saya. Karena Bibi sudah menyelamatkan anak saya," sahut ibunya Viona. Sambil memberikan satu lembar uang berwarna merah. Sang ART tampak terlihat senang, mendapatkan uang dari ibunya Viona. Dia mengucapkan terima kasih.


Kini hanya meninggalkan sang mama, yang menunggu Viona sadar. Kondisi Viona saat ini masih tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Pasien, kritis!" Teriak sang perawat. Sang dokter langsung melakukan pertolongan, untuk menyelamatkan pasien. Denyut jantung Viona melemah kembali.


Sang mama terlihat panik, saat melihat sang anak dari kaca jendela luar. Saat itu sang anak di kelilingi dokter dan beberapa perawat. Hingga akhirnya dia memutuskan menerobos masuk.


"Ada apa dengan anak saya dok?" Tanya sang mama yang tiba-tiba saja datang menghampiri sang anak. Sang mama terlihat histeris, menangis tersedu-sedu.


"Ibu tunggu diluar dulu ya! Pasien kritis, denyut jantung melemah," sahut sang dokter.


"Na, ayo bangun Na! Kamu harus semangat hidup! Jangan tinggalkan mama," ucap sang mama, berharap sang anak segera membuka matanya.


Mama Susan, Ibunda Viona langsung berlari mencari menantunya berkeliling. Berharap sang menantu segera menemui sang anak.


Hingga akhirnya, dia berhasil menemukannya.

__ADS_1


"Rey, ayo cepat! Kamu harus segera menghampiri Viona! Kondisi Viona kritis, Rey. Semoga saja, dia bisa segera sadar, kalau mendengar suara kamu," ucap sang ibu mertua diiringi isak tangis. Ternyata, Mama Susan tak mampu menahan perasaannya lagi.


"Sabar Ma, kita terus saja berdoa untuk kesembuhan Viona!" Reynaldi mencoba menenangkan sang ibu mertua.


"Sudah sana cepat izin! Waktu kita tak banyak!" Perintah sang ibu mertua dan Rey langsung menghampiri leadernya, untuk meminta izin. Mama Susan masih setia menunggu sang menantu.


Reynaldi sudah berhasil mendapatkan izin, dia langsung menghampiri sang ibu mertua, dan mengajak ibu mertua untuk segera ke tempat Viona.


Mereka sudah sampai di depan ruangan Viona berada.


"Sudah sana kamu masuk! Gantian! Semoga saja dia segera sadar mendengar kamu. Dia sangat mencintai kamu Rey," ucap sang ibu mertua dan Rey menganggukkan kepalanya. Dia langsung berjalan masuk ke dalam ruangan.


Reynaldi sempat menanyakan kondisi istrinya saat ini kepada sang dokter. Dokter menjelaskan, kondisi Viona sudah semakin memburuk.

__ADS_1


"Dok, apa istri saya tak bisa diselamatkan?" Tanya Reynaldi. Sampai saat ini Viona masih bisa bertahan, tapi dokter tak bisa memastikan berapa lama Viona akan bertahan dengan penyakitnya.



__ADS_2