
Hari ini Melani dan Reynaldi akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesuburan mereka, dan berkonsultasi mengenai program kehamilan. Melani sudah tak sabar. Dia ingin segera memiliki anak. Berbagai cara akan dia lakukan, untuk bisa memberikan keturunan untuk suaminya.
"Ayo, kita berangkat sekarang!" ajak Melani yang datang menghampiri suaminya, yang saat itu sedang memainkan ponselnya.
Mereka kini sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit. Dia akan periksa di rumah sakit, tempat Reynaldi dulu bekerja. Berdasarkan informasi yang Melani terima, rumah sakit itu sangat bagus untuk promil. Sehingga, mereka mendatangi rumah sakit itu. Meskipun jaraknya cukup jauh dari perumahan mereka.
Setelah memarkirkan mobilnya, mereka langsung turun dari mobil menuju tempat pendaftaran. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan. Reynaldi menyuruh sang istri duduk, karena dia yang akan mengurus administrasi.
"Nisa?"
Reynaldi dan Nisa sama-sama terkejut saat bertemu di poli. Saat itu Reynaldi baru saja sampai poli, dan Nisa sudah berada di sana.
__ADS_1
"Yang, perkenalkan ini Nisa. Ibunya Khanza. Ini istri aku Nis, kenalkan!" ujar Reynaldi kepada Nisa dan juga Melani. Keduanya tampak berjabat tangan. Abi hanya memperhatikan saja.
"Lagi periksa kandungan juga di sini?" Nisa bertanya.
Reynaldi menceritakan, kalau kedatangan mereka ke sana untuk promil dan cek kesuburan. Dulu, mereka sempat berseteru. Sekarang, hubungan mereka kembali baik. Demi Khanza, sang anak.
Meskipun demikian, Nisa tak akan pernah mau kembali sama Reynaldi lagi. Dia sudah tak mencintai Reynaldi. Mereka sudah hidup bahagia, dengan pasangan mereka masing-masing.
"Aamiin. Semoga istriku bisa segera menyusul kamu, bisa segera hamil," ucap Reynaldi, diaminkan oleh Nisa dan juga Melani.
Melani meminta izin kepada Nisa, ingin memegang perutnya. Setelah mendapatkan izin dari Nisa, Melani langsung mengusap perut Nisa. Dia berharap bisa segera hamil, mengikuti jejak mantan istri suaminya. Nisa menjadi teringat, kalau Melani sempat mengidap penyakit mematikan. Sedikit banyak, dia juga mengetahui apa yang terjadi pada mantan suaminya dan juga istri baru suaminya.
__ADS_1
Kini giliran Nisa yang dipanggil. Terpaksa obrolan mereka harus terhenti, karena nIsa harus masuk ke dalam. Melani semakin tak sabar, untuk memiliki seorang anak.
"Semoga aku bisa segera menyusul mantan istri kamu. Bisa segera hamil," ucap Melani dan diaminkan oleh Reynaldi.
Kali ini, Nisa hanya mengandung satu orang anak. Tidak kembar. Setelah selesai di periksa, Nisa pamit pulang duluan kepada mereka .
Kini saatnya Melani yang akan diperiksa. Mereka langsung masuk ke dalam ruangan periksa. Melani menceritakan, apa yang menjadi keluhannya. Mereka berdua langsung melakukan pengetesan kesuburan. Dokter juga menjelaskan secara rinci tentang program Kehamilan.
Obat yang di konsumsi Melani waktu itu sangat keras. Sangat mempengaruhi Melani untuk segera hamil. Melani merasa sedih. Sebagai seorang wanita, pastinya dia menginginkan memberikan seorang anak untuk suaminya. Terlebih tadi dia sempat mengusap perut Nisa.
"Ibu jangan berkecil hati! Terus berusaha dan berdoa! Bisa saja hal ini justru berbeda, di luar prediksi. Ibu bisa segera hamil. Hal itu, tak menutup kemungkinan," jelas sang dokter.
__ADS_1
Dokter terus memotivasi Melani untuk tidak putus asa. Reynaldi pun memberikan support kepada sang istri. Akhirnya, Melani kembali bersemangat. Dia terlihat sedang menghapus air mata yang sempat menetes.