
"Assalamualaikum. Halo, anak ayah yang cantik. Lagi apa? Ayah punya kabar baik untuk kamu," ucap Reynaldi kepada sang anak melalui panggilan telepon.
Saat itu jam menunjukkan pukul 20.30 WIB. Hubungan Reynaldi dengan Khanza sudah baik kembali seperti dulu, mereka dekat kembali.
"Waalaikumsalam. Mau tidur. Kabar apa, Yah?" Sahut Khanza sang anak.
"Ayah ganggu kamu dong? Ayah sudah dapat pekerjaan baru. Sudah tidak bekerja menjadi cleaning servis lagi. Sekarang pekerjaan Ayah sudah lebih baik lagi. Alhamdulillah, setiap bulan ayah jadi bisa memberi kamu uang untuk jajan. Tapi, Ayah tak mampu kalau membiayai sekolah kamu," ungkap Reynaldi.
Dia terlihat bahagia. Meskipun gajinya yang sekarang tak sebesar gajinya dulu saat menjadi manager keuangan. Namun, dia bersyukur dan berharap gaji yang dia dapatkan berkah untuk dirinya. Sehingga bisa menafkahi Khanza dan mamanya.
"Alhamdulillah, Khanza senang dengarnya. Semoga, Ayah bisa sukses lagi seperti dulu," ucap Khanza dan di aminkan oleh Rey dan juga Khanza.
"Ayah ingin mengajak kamu jalan-jalan. Yach ... hitung-hitung kita merayakan keberhasilan ayah mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik. Ayah ingin membahagiakan kamu. Sudah sangat lama ayah tak menyenangkan kamu," ujar Reynaldi.
__ADS_1
"Memangnya ayah punya uang? Kalau tak ada, jangan di paksain Yah! Nanti saja, tunggu ayah gajian. Lebih baik uangnya untuk kebutuhan ayah sehari-hari," sahut Khanza.
"Insya Allah, ada kok. Kalau hanya jalan-jalan biasa saja. Yang penting kita bisa seru bareng, ayah bisa dekat dengan kamu," ungkap Reynaldi.
"Ya sudah, terserah ayah saja! Aku ikut saja. Memangnya, rencananya kapan ayah mau ajak aku jalan-jalan?" Tanya Khanza.
Reynaldi mengatakan, kalau dirinya besok ingin mengajak sang anak jalan-jalan ke Mall. Dia meminta alamat rumah Khanza, dan berjanji akan menjemputnya. Rencananya, besok dia akan menjemput Khanza dari rumah jam 10.00 WIB.
"Ok deh, Yah. Besok aku tunggu ya! Nanti aku izin ke bunda. Aku akan bilang ke Bunda, kalau besok ayah akan mengajak aku jalan-jalan," sahut Khanza.
Khanza turun dari ranjang, dan menemui sang bunda di kamarnya. Saat itu, sang bunda sudah berada di kamarnya. Hendak a_beristirahat, sedangkan Papa Abi saat itu sedang menonton Televisi. Khanza berjalan menuruni anak tangga menghampiri sang papa. .
"Pa, bunda sudah di kamar?" Tanya Khanza kepada sang papa.
__ADS_1
Khanza menceritakan kepada sang papa, kalau dirinya besok akan pergi dengan sang ayah.
"Serius kamu? Wah, Papa senang sekali mendengarnya. Akhirnya, hubungan kamu sama ayah Rey baik kembali," ucap Abi dan Khanza menganggukkan kepalanya.
Khanza langsung menghampiri sang bunda di kamarnya. Sejak dulu, Nisa selalu tidur cepat. Apalagi semenjak kedua anaknya lahir. Dia kerap merasa lelah.
"Bun," panggil Khanza. Khanza mencoba membangunkan sang bunda dan memberitahu kalau dirinya besok mau pergi bersama sang ayah.
"Boleh enggak bun?" Tanya Khanza kepada sang bunda. Yang kini memandang sang bunda lekat.
"Tentu saja boleh. Bunda tak akan pernah melarang kamu untuk bertemu ayah Rey. Bunda senang melihat hubungan kamu sudah membaik dengan ayah Rey," ucap Nisa dan Khanza mengiyakan.
"Besok bertemunya di mana?" Tanya Nisa kepada sang anak.
__ADS_1
"Ayah tadi minta alamat rumah ini. Dia akan menjemput aku ke sini besok jam 10.00. Gak apa-apa kan bun?" Tanya Khanza dan Nisa mengiyakan kembali.