Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Pernikahan Reynaldi dengan Viona


__ADS_3

"Assalamualaikum. Ini aku sudah sampai di hotel. Kalian belum tidur? Tak ada apa-apa 'kan? Alhamdulillah aku selamat sampai sini. So, ketakutan kamu tak beralasan," ujar Reynaldi saat melakukan panggilan video dengan sang istri.


"Sudah ya, jangan berpikir macam-macam. Aku di sini kerja," ucap Reynaldi lagi dan Nisa menganggukkan kepalanya.


Mama Ratih menunjukkan wajah tak sukanya, mendengar percakapan anaknya dengan wanita yang dia tak suka.


"Ya sudah, sudah tenang 'kan kalau aku baik-baik saja? Sekarang tidur ya! Aku juga mau tidur, soalnya besok pagi harus ke kantor cabang," ujar Reynaldi dan Nisa mengiyakan. Akhirnya mereka memutuskan mengakhiri panggilan video itu.


Matahari sudah menunjukkan sinarnya. Pagi ini bagi Viona begitu indah, seindah perasaannya saat ini. Beberapa jam lagi, dia akan menyandang status Nyonya Reynaldi. Dia merasa bahagia, meskipun dia hanya akan menjadi istri kedua.


"Anak Mama tampan sekali, coba dari dulu saja. Mama senang sekali melihatnya, akhirnya Mama kesampaian melihat kamu menikah dengan Viona. Semoga kalian selalu diberikan kebahagiaan," ucap Mama Ratih dan diaminkan oleh Reynaldi


Reynaldi tak menyadari kalau ini adalah langkah awal kehancurannya. Dia harus siap menerima konsekuensi, berpisah dengan Nisa. Karena Nisa akan meninggalkan dirinya, kalau dirinya tahu. Cinta suaminya telah terbagi.


Viona sudah terlihat cantik, dengan balutan kebaya modern yang dia sewa. Warna itu akan senada dengan beskap yang dikenakan Reynaldi. Tak ada pesta kemewahan di pernikahan mereka. Hanya sekadar akad nikah dan makan bersama.


"Ayo Ma, kita berangkat. Takut macet di jalan," ajak Reynaldi.


Mertua dan ibu yang tak memiliki hati, mengantarkan anaknya untuk menikah dengan wanita lain. Padahal sang anak saat ini masih berstatus menjadi suami dari Nisa.


"Nanti, Mama pulang saja duluan setelah acara. Aku bersama Viona dulu dua hari. Aku mengajak dia ke puncak untuk berbulan madu," ujar Reynaldi dan sang mama mengiyakan. Meskipun nantinya mereka akan resmi menjadi pasangan suami istri, dalam waktu dekat ini Reynaldi memutuskan untuk tidak memiliki anak dulu dari Viona. Karena mereka berniat untuk menikmati masa pengantin baru.


Viona tampak gelisah, karena Reynaldi belum juga sampai. Dia takut kalau nantinya Reynaldi akan berubah pikiran. Terlebih Reynaldi tak mengangkat panggilan telepon darinya. Membuat Viona merasa panik.

__ADS_1


"Ay, kamu dimana sih? Mengapa tak mengangkat panggilan telepon dari aku? Jangan buat aku deg-degan begini dong," Viona sejak tadi mondar mandir di kamarnya. Dirinya terlihat tegang, keringat bercucuran membasahi wajahnya. Viona mencoba menyapu wajahnya dengan tisu.


Akhirnya yang di nanti sejak tadi, datang. Reynaldi baru saja sampai di rumah Viona. Viona baru bisa tersenyum kala mendengar Reynaldi baru datang.


"Akhirnya, kamu datang juga. Aku sudah takut saja, kamu bohongi aku dan membuat aku malu," ucap Viona. Viona mencoba merapihkan kembali riasannya. Agar terlihat cantik di depan Reynaldi.


Kini Reynaldi dan Viona sudah duduk berdampingan. Acara ijab kabul akan segera di mulai. Reynaldi terlihat sudah berjabat tangan dengan papanya Viona. Mereka saling berhadapan.


Viona sudah bisa bernapas lega, karena akhirnya mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Rona bahagia terpancar dari wajah Viona. Mama Ratih pun merasa bahagia, Karen akhirnya sang anak sudah resmi menikah dengan wanita pilihannya.


Reynaldi memasangkan cincin pernikahan mereka di hari manis Viona sebelah kanan, dan Viona tampak mencium tangan laki-laki yang sudah resmi menjadi suaminya. Reynaldi juga memberikan kecupan di kening Viona.


"Selamat ya Sayang, akhirnya kamu resmi menikah dengan Reynaldi. Mama senang sekali melihatnya," ucap Mama Ratih.


Mereka tampak berbahagia di atas penderitaan Nisa. Saat ini mereka bisa tersenyum bahagia, tetapi tidak untuk nanti. Saat karma akan menghampiri mereka, dan mereka hanya bisa meratapi penyesalannya.


"Kenapa perasaan aku sejak tadi tak enak ya? Sebenarnya, apa yang terjadi? Apa Mas Reynaldi baik-baik saja?" Nisa tampak bermonolog dengan pemikirannya sendiri.


"Bun, Bunda kenapa? Aku lihat sejak tadi Bunda gelisah. Sebenarnya, apa yang Bunda pikirkan saat ini?" tanya Khanza.


"Entahlah. Bunda juga tak mengerti. Semoga semua baik-baik saja, dan ini hanya perasaan tak beralasan," ungkap Nisa.


Sejak kemarin suaminya pergi, perasaan itu terus mengarah kepada suaminya.

__ADS_1


"Mungkinkah Mas Reynaldi membohongi aku lagi? Kalau dia sebenarnya tak pergi ke Medan dan dia membohongi aku," gumam Nisa dalam hati.


Nisa mencoba menghubungi ponsel suaminya, tetapi ponsel suaminya tak aktif. Hal itu menambah kecurigaannya lagi.


"Apa sebaiknya aku ke kantornya saja ya? Tapi ini 'kan hari libur. Kantor pasti tutup. Aku coba tanya ke Adi saja deh, coba memastikannya," ucap Nisa.


Nisa akhirnya memutuskan untuk mendatangi kantor Reynaldi untuk mengetahui kebenarannya. Dia ingin lihat, apa suaminya benar menaruh mobil di kantor. Selama dia pergi ke luar kota.


"Ayo kita siap-siap! Bunda mau mengajak kamu ke kantor Ayah," ucap Nisa kepada sang anak.


Khanza merasa terkejut dengan penuturan sang bunda. Tanpa banyak tanya lagi, dia langsung berganti pakaian. Dia akan menemani sang bunda ke kantor ayahnya.


Semua tamu undangan sudah pulang, termasuk Mama Ratih yang sudah pamit pulang. Reynaldi langsung akan memboyong Viona ke puncak untuk berbulan madu. Mereka tampak berganti pakaian biasa. Setelah menikah, mereka akan tetap berpisah. Viona tinggal di rumah orang tuanya dan Reynaldi tetap tinggal bersama istrinya. Kecuali saat ingin bersama, mereka akan ke kosan yang Reynaldi sewa.


"Ay, aku senang sekali. Akhirnya kita resmi menjadi pasangan suami istri," ungkap Viona sambil melingkarkan tangannya di pinggang suaminya. Viona tampak meletakkan kepalanya di dada sang suami.


"Ay, jangan seperti ini! Ayo kita segera bersiap-siap ke puncak," protes Reynaldi. Hingga akhirnya Viona melepaskan pelukannya dan bersiap-siap untuk berangkat. Tak ada yang spesial bagi Reynaldi, karena dia sudah sering merasakan bercinta dengan Viona.


Reynaldi dan Viona pamit kepada kedua orang tua Viona untuk berbulan madu. Rencananya Reynaldi akan menyetir mobil sendiri.


Kini Nisa sedang dalam perjalanan menuju kantor suaminya bekerja dengan di temani Khanza. Sebelumnya Nisa sempat menghubungi Adi, tetapi Adi tak mengangkat panggilan darinya. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk langsung ke kantor suaminya.


"Permisi Pak, apa mobil Pak Reynaldi di titip disini? Soalnya dia bilang mobilnya di taro di kantor selama dia pergi ke Medan," tanya Nisa kepada scurity yang bertugas.

__ADS_1


Sang security merasa terkejut mendengarnya. Pasalnya yang dia tahu, mobil Reynaldi tak ada di dalam. Setau Pak Arman, tak ada kegiatan karyawan mengunjungi kantor cabang lain di kantor. Namun, dia bingung harus mengatakan apa. Dia takut bosnya itu akan marah kepadanya, jika dia menceritakannya.


__ADS_2