Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Memutuskan Bercerai


__ADS_3

"Aku tak ingin bercerai dari kamu! Kita ini baru saja menikah beberapa hari, masa iya sudah bercerai? Apa kata orang nanti," Protes Melani.


"Aku tak peduli, dengan ucapan orang! Yang menjalankan rumah tangga itu, aku dan kamu. Jika sudah tak sejalan sejak awal, lebih baik kita selesaikan secepatnya! Aku memang laki-laki miskin, kamu lebih unggul dari aku. Tetapi, bukan berarti kamu bisa menginjak-injak harga diri aku sebagai seorang suami. Meskipun kamu lebih unggul dalam segala hal, aku tetap suami kamu! Aku yang nantinya akan berdosa, jika memiliki istri yang tak tubuhnya di nikmati juga dengan laki-laki lain!" ucap Reynaldi tegas.


"Jadi, kamu menantang aku? Jika kamu menceraikan aku, aku tak akan sudi mempekerjakan kamu di perusahaan aku! Kau pun akan tinggal di rumah kontrakan kumuh dan sempit lagi. Dasar laki-laki sombong! Padahal selama ini, aku sudah berusaha baik sama kamu. Tapi ternyata, seperti ini balasan kamu kepada aku. Pergi! Pergi kamu dari rumah ku! Aku benar-benar kecewa sama kamu!" Melani terlihat marah.


"Aku lebih baik hidup susah, daripada harga diri aku harus kamu injak-injak, dan berdosa memiliki istri seperti kamu. Kamu yang membuat aku seperti ini! Jika kamu tak berbuat seperti itu, aku juga tak akan menceraikan kamu! Aku benar-benar kecewa sama kamu! Padahal, aku sudah mulai jatuh cinta kepada kamu. Aku sudah membuka hati ku untuk kamu. Kini, aku harus menelan pil pahit karena harus bercerai kembali. Keputusan aku sudah bulat, untuk bercerai dari kamu! Aku talak kamu! Mulai hari ini, kamu bukan istri aku lagi! Kamu atau aku yang akan mengurus perceraian kita?" Ujar Reynaldi.


"Breng*sek! Pergi kamu dari sini! Aku benci kamu! Aku akan mempercepat perceraian kita! Pergi! Aku pecat kamu! Biar kamu hidup menderita!" Melani berteriak histeris mengusir Reynaldi.


Reynaldi sudah mengikhlaskan hidupnya. Mungkin, semua ini karena kesalahannya dulu. Dia berusaha untuk tetap tegar menghadapi kehidupan dia selanjutnya. Dia yakin, kalau Allah akan selalu bersamanya. Membantunya untuk melewati semuanya.

__ADS_1


"Kamu enggak perlu khawatir! Tanpa kamu usir aku, aku pasti akan pergi meninggalkan rumah ini! Rumah ini, bukan tempat yang pas untuk aku. Terima kasih, atas kebaikan kamu selama ini. Semoga kamu bahagia dengan pilihan hidup kamu," ucap Reynaldi.


Reynaldi mulai mengemaskan barang-barang miliknya. Untungnya, selama dia bekerja dengan Melani. Dia ada sedikit tabungan. Uang itu akan dia gunakan untuk dia bertahan hidup bersama sang mama dan sang ART. Reynaldi berharap, kelak dia akan segera mendapatkan pekerjaan.


"Aaahhh, aku benci kamu!" Teriak Melani. Melani langsung melemparkan semua barang-barang yang berada di dekatnya. Dia meluapkan apa yang dia rasa saat itu.


Reynaldi menuruni anak tangga, sambil membawa koper berisi pakaiannya. Dia meletakkan koper itu di ruang tamu. Setelah itu, dia langsung masuk ke dalam kamar sang mama berada. Saat itu sang ART sedang menyuapi sang mama makan. Ada perasaan iba, dibenak Rey. Saat melihat sang mama.


"Ceritanya panjang, nanti Rey akan jelaskan sama mama! Sekarang, kita siap-siap untuk pergi dari sini! Bi, tolong siapkan barang-barang mama dan kamu ya! Kita akan pergi dari rumah ini sekarang," ucap Reynaldi kepada sang mama dan juga ARTnya.


"Rey, apa maksud ucapan kamu? Mengapa kamu berkata seperti itu? Apa yang terjadi denganmu? Apa kamu bertengkar dengan Melani? Atau Melani mengusir kita dari rumah ini?" Serentetan pertanyaan keluar dari bibir Mama Ratih.

__ADS_1


Rey tampak menghela napas panjang, sebelum dia berbicara. Mungkin, sudah saatnya dia mengungkap semuanya. Sang ART tampak memasukkan semua pakaian Mama Ratih ke dalam koper.


"Rey sudah tak bersama Melani lagi, Ma. Rey sudah menceraikan Melani. Kami tak cocok. Mungkin kami tak berjodoh. Dia mengusir kita dari sini, dan dia pun memberhentikan Rey dari tempat kerjanya. Kini kita memulai kehidupan baru dari 0 lagi. Tapi, Mama tak perlu khawatir! Rey akan berusaha untuk mencari pekerjaan baru. Agar bisa menafkahi mama. Mungkin, Rey tak boleh hidup bahagia, dan Rey harus menjadi duda. Semua itu, karena balasan apa yang telah Rey lakukan selama ini," jelas Rey.


Mama Ratih tampak memegang dadanya yang terasa sakit. Dia merasa shock, tak percaya. Tanpa sadar, air matanya menetes satu persatu. Dia merasa prihatin, atas apa yang terjadi dengan anaknya.


"Sudah, Ma! Tak ada yang perlu ditangisi! Semua karena ketentuan Allah. Manusia hanya berencana, dan Allah yang berkehendak. Mama jangan sedih! Apapun yang terjadi, Rey akan selalu berjuang demi mama," ucap Rey mencoba mengingatkan sang mama.


Rey ke luar dari kamar, dia mulai memindahkan barang-barangnya ke depan. Agar saat taksi online datang, dia hanya tinggal membawanya saja.


Mampir yuk di karya temanku 🥰

__ADS_1



__ADS_2