Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Positif Hamil


__ADS_3

Proses bayi tabung sudah selesai dilakukan. Melani hanya tinggal menunggu hasilnya. Mereka berharap, proses bayi tabung yang mereka lakukan akan berhasil.


"Semoga saja, berhasil ya Yang? Aku jadi deg-degan," Melani mengungkap kegelisahannya.


"Aamiin. Kita berdoa saja ya! Semoga segera hadir buah cinta kita di rahim kamu," ucap Reynaldi sambil memeluk tubuh istrinya. Mencoba menenangkan sang istri.


"Ya udah, kita tidur yuk! Kamu gak boleh stres! Serahkan semuanya sama Allah!" ucap Reynaldi dan akhirnya Melani mengiyakan.


Kini keduanya sudah membaringkan tubuh mereka di ranjang. Reynaldi tampak memeluk tubuh istrinya dan mengusap kepala sang istri dengan penuh kelembutan.


Perlahan, mata Melani meredup. Hingga akhirnya dia tertidur nyenyak. Tak lama kemudian Reynaldi pun ikut menyusul sang istri tidur.


Suara adzan di ponsel mereka sudah berkumandang. Perlahan Reynaldi dan Melani membuka matanya. Reynaldi bangkit lebih dulu, dia yang berwudhu duluan. Setelah itu, barulah Melani.

__ADS_1


Mereka baru saja selesai sholat. Melani mencium tangan suaminya, dan Reynaldi hendak mencium kening istrinya. Namun, dia melihat wajah sang istri terlihat pucat.


"Kamu kenapa? Mengapa wajah kamu pucat?" Reynaldi tampak panik. Dia takut, kalau sang istri sakit lagi seperti dulu.


"Entahlah, kepala aku terasa pusing. Perutku pun terasa mual," ungkap Melani.


Semakin lama, rasa itu semakin tak enak. Hingga akhirnya Melani tak mampu menahannya lagi. Dia langsung berlari ke kamar mandi, untuk memuntahkan isi perutnya.


"Jangan-jangan kamu sedang hamil? Soalnya, dulu Nisa seperti itu saat sedang hamil kedua anakku. Apalagi, saat hamil anak keduaku dulu. Dia sangat lemah, mengalami ngidam sangat parah. Aku beli testpack ya? Biar kamu bisa cek," ujar Reynaldi.


"Wah, benarkah? Aku sedang hamil saat ini? Iya, coba kamu belikan aku testpack. Aku sudah tak sabar ingin mengetahui hasilnya. Semoga saja benar, kalau aku saat ini sedang hamil," ucap Melani.


"Apa yang kamu alami saat ini, seperti orang yang sedang mengidam. Satu bulan ini pun kamu tak datang bulan," jelas Reynaldi. Reynaldi begitu perhatian. Dia sangat hapal, jadwal menstruasi sang istri.

__ADS_1


Akhirnya, Reynaldi pergi keluar rumah untuk membeli testpack. Dia membeli dua testpack dengan merk berbeda. Kemudian langsung menyuruh sang istri melakukan pengetesan.


Melani merasa deg-degan. Dia takut, kalau hasilnya mengecewakan. Dirinya tak hamil. Sampai akhirnya, testpack itu menunjukkan dua garis merah. Tentu saja hal itu membuat Melani merasa bahagia. Dia begitu terharu. Sampai meneteskan air mata.


"Terima kasih ya Allah! Akhirnya, engkau mengabulkan doa-doa kami. Terima kasih sudah memberikan malaikat kecil di rahimku. Aku sangat bersyukur," ucap Melani dalam hati.


Melani langsung keluar menemui sang suami.


"Gimana Yang hasilnya? Benar kamu sedang hamil?" Reynaldi bertanya kepada sang istri, saat Melani keluar dari kamar mandi.


Melani tak menjawab. Dia hanya menunjukkan alat testpack itu kepada sang suami.


"Alhamdulillah ya Allah. Akhirnya, engkau mengabulkan doa kami. Terima kasih ya, Sayang! Aku sangat bahagia. Aku mencintai kamu," ucap Reynaldi sambil melabuhkan kecupan di pucuk kepala dan kening istrinya.

__ADS_1


__ADS_2