Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Calon Suami


__ADS_3

Mobil yang membawa Melani dan Rey, kini sudah sampai di depan rumah orang tua Melani. Sebuah rumah yang sangat mewah, terlihat sekali kalau pemilik rumah itu bukanlah orang biasa. Rumah itu, bahkan lebih mewah dari rumah milik Melani.


Papi Melani memang seorang pengusaha, memiliki beberapa perusahaan yang tersebar di Jakarta, Surabaya, dan juga Medan. Namun, meskipun demikian Melani tetap memilih mendirikan perusahaan sendiri. Sejak dulu, dia selalu ingin hidup bebas.


Sejak kuliah, dia hidup mandiri. Tak pernah tinggal bersama orang tuanya lagi. Dia memiliki sifat keras kepala dan tak suka di kekang. Wajar, jika sampai saat ini dia masih betah hidup sendiri. Rey memarkirkan mobil terlebih dahulu, sedangkan Melani sudah turun lebih dulu.


Melihat kehidupan Melani yang seperti itu, justru membuat Rey merasa minder sebagai seorang laki-laki. Jantungnya berpacu begitu cepat, dia terlihat gugup. Wajahnya terlihat tegang.


"Mel ingin mengenalkan kepada kalian, calon suami Mel," ucap Melani dengan bangganya.

__ADS_1


"Syukurlah! Sudah cukup kau bermain-main. Apa kau tak terpikir ingin berumah tangga," sindir sang Mami. Bahkan kedua orang tuanya pun, dibuat pusing dengan sikap Melani yang selama ini mengabaikan masalah pernikahan. Melani membalasnya dengan tertawa renyah.


Padahal, kedatangan dia hanya untuk menemani bosnya itu. Tapi, Rey tetap saja merasa gugup. Melani langsung keluar menghampiri Rey yang tak kunjung datang. Senyuman melengkung di sudut bibirnya, kala melihat Rey yang justru hanya duduk di dekat parkiran mobil. Anggap saja, dia adalah supir Melani.


"Hei, mengapa kau duduk di sini? Tempatmu bukan di sini! Karena kamu bukan supirku. Ayo masuk! Orang tua aku ingin mengenal kamu!" Ajak Melani. Melani mengulurkan tangannya. Rey tampak diam, dia terlihat bingung harus seperti apa.


Rey terlihat grogi, wajahnya terlihat tegang. Meskipun dia berusaha untuk menetralkan perasaan hatinya saat ini. Dia berusaha bersikap sopan, mencium tangan kedua orang tua Melani. Kini mereka sudah berkumpul di ruang tamu, untuk berbincang-bincang.


"Memangnya, kapan kalian akan menikah?" Tanya papinya Melani, membuat Rey tersentak kaget. Rey benar-benar terlihat shock, mendengar papinya Melani membahas soal pernikahan. Ingin rasanya dia mengatakan, kalau dirinya bukan calon suami Melani.

__ADS_1


Namun, baru saja dirinya hendak mengatakan yang sebenarnya. Melani langsung memotong pembicaraan itu. Dia tak ingin Rey membongkarnya. Melani menatap ke arahnya, dan memberi kode. Melani yang justru angkat bicara. Hingga akhirnya Rey tak berkutik, dan diam.


Rey merasa kesal, karena Melani seakan menjebaknya masuk ke dalam permainannya. Padahal, Rey sudah bilang kalau dirinya belum bisa menerima Melani, dan dirinya justru terjebak menjadi calon suaminya.


Sebenarnya, orang tua Melani tak banyak bertanya tentang dirinya. Dia terlihat menerima Rey apa adanya. Baginya yang terpenting, Rey bisa mencintai anaknya dengan tulus, dan menjadi suami yang baik untuk anaknya.


Mereka kini sudah di meja makan, menikmati makan bersama. Rey duduk bersebelahan dengan Melani. Terlihat lebih banyak Melani yang berbicara.


__ADS_1


__ADS_2