
"Ma, Rey pergi dulu ya! Hari ini Rey mau ngajak Khanza jalan-jalan ke Mall. Sudah sangat lama Rey enggak pernah membahagiakan Khanza. Alhamdulillah, sekarang Khanza sudah memaafkan Rey. Doakan Rey, semoga Rey bisa menjadi anak yang baik untuk Khanza," ungkap Rey.
"Iya, Rey. Mama senang melihat kamu bahagia. Mama titip salam untuk Khanza ya," sahut Mama Ratih dan Rey menganggukkan kepalanya.
Setelah pamit kepada sang mama, Rey langsung menitipkan sang mama kepada sang ART.
Rey kini sudah melajukan motornya menuju rumah Nisa, sesuai alamat yang Khanza kirimkan melalui pesan chat.
Khanza sedang bersiap-siap untuk berangkat, dan menunggu sang ayah menjemputnya. Nisa terlihat sedang menguncir rambut panjang sang anak. Wajah Khanza sangat mirip dengan Reynaldi. Nisa merasa bahagia, karena akhirnya hubungan Khanza dengan sang ayah baik kembali.
"Anak papa cantik banget. Selamat senang-senang ya sayang. Papa senang, melihat kamu dekat lagi sama ayah Rey," ucap Abi yang datang menghampiri Nisa dan juga Khanza.
Ayah adalah cinta pertama anak perempuannya. Membuat dia bisa mengenal akan sebuah cinta dan kasih sayang.
Rey berkeliling mencari alamat yang dikirim Khanza. Hingga akhirnya, Rey sampai di rumah Nisa. Dia langsung memarkirkan motornya di depan rumah Nisa. Kemudian mengucap salam dan menekan bel rumah itu.
"Ayah kali ya itu yang datang, bun?" Tanya Khanza kepada sang bunda. Saat mendengar suara bel rumah berbunyi.
Mendengar bel berbunyi. Abi langsung menghampiri ke depan, dan segera membuka pintu pagar. Ternyata Rey yang datang.
"Assalamualaikum," ucap Rey.
"Waalaikumsalam. Ayo masuk Rey! Khanza sudah siap," sahut Abi. Abi langsung berteriak memanggil Khanza.
Abi mengajak Rey untuk masuk dan duduk di teras rumahnya. Mereka terlihat akrab mengobrol bersama. Sambil menunggu Khanza selesai. Meskipun mereka sempat berseteru, karena Rey berniat untuk merebut Nisa dari dirinya. Tapi, akhirnya Abi baik kembali. Semua mereka lakukan demi Khanza. Nisa pun memaafkan kesalahan Rey demi Khanza, agar Khanza tetap bisa merasakan kasih sayang dari ayah kandungnya.
__ADS_1
Setelah selesai bersiap-siap, Khanza langsung berjalan keluar menemui sang ayah. Dia langsung mencium tangan sang ayah. Nisa pun mengantarkan Khanza keluar bertemu Rey.
"Nis, aku izin ajak Khanza jalan-jalan dulu ya! Nanti kalau sudah selesai mainnya, aku langsung antarkan Khanza ya," ujar Reynaldi dan Nisa mengiyakan. Khanza langsung mencium tangan sang bunda, pamit kepada sang bunda.
Khanza langsung naik ke motor, dan memeluk sang ayah dari belakang. Khanza terlihat begitu menyayangi sang ayah. Hal ini yang membuatmu Khanza dulu begitu kecewa terhadap sang ayah.
Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju Mall. Raut bahagia terpancar dari wajah keduanya. Rey begitu menyayangi Khanza, karena dia sudah menyadari kesalahan yang pernah dia perbuat dulu kepada sang anak. Terlebih saat ini, Khanza adalah anak semata wayangnya. Darah dagingnya.
Mereka kini sudah sampai di Mall, Rey langsung memarkirkan motornya di parkiran motor Mall. Setelah itu mereka masuk ke dalam Mall. Rey tampak menggandeng tangan sang anak.
"Kakak mau makan apa?" Tanya Rey saat memasuki Mall.
Khanza tampak berpikir makanan apa yang dia inginkan.
"Memangnya, Ayah punya uang?" Tanya Khanza kepada sang ayah.
Hingga akhirnya, Khanza menjatuhkan pilihannya kepada Pizza. Tentu saja Rey menurutinya. Mereka langsung menuju restoran pizza yang berada di Mall itu.
Kini mereka sudah berada di restoran pizza, hanya tinggal menunggu makanannya datang. Banyak hal yang mereka bicarakan.
Ternyata, sejak Rey masuk dengan Khanza. Ada sosok yang memperhatikan mereka sejak tadi, yaitu Melani bos dari Rey. Dia datang dengan temannya. Melani langsung menghampiri meja Rey.
Alangkah terkejutnya Rey, saat Melani berdiri di hadapannya, dan menyapanya.
"Anakmu Rey? Halo anak cantik, perkenalkan nama Tante Melani. Nama kamu siapa?" Melani mengajak berkenalan dan menyapa Khanza.
__ADS_1
Khanza sempat terdiam dan melirik ke arah sang ayah, seakan dia bertanya. Siapa wanita yang berada di hadapannya saat ini.
"Tante ini bos ayah di perusahaan ayah bekerja sekarang. Oh ya bu, perkenalkan ini anak saya namanya Khanza. Setelah berpisah, dia ikut sama mantan istri saya," jelas Rey. Akhirnya Khanza mau berjabat tangan dengan Melani, mereka saling mengucap nama mereka. Berkenalan.
"Senang berkenalan sama kamu. Ya sudah, Tante pamit ya! Next kita akan bertemu lagi ya!" Ujar Melani dan Khanza mengiyakan.
Melani akhirnya pergi meninggalkan Rey dan juga Khanza. Karena dia harus pulang bersama temannya.
"Apa dia menyukai Ayah? Sampai dia menyapa aku seperti itu," ujar Khanza.
"Ya. sepertinya. Tapi ayah belum terpikir untuk menikah lagi. Ayah ingin menikmati kebersamaan ayah bersama kamu, dan fokus sama mengurus nenek. Dia orang berada, dan bahkan dia itu bos ayah di perusahaan ayah bekerja. Sedangkan ayah? Ayah hanya pegawainya, dan ayah saat ini hanya tinggal di kontrakan petakan. Ayah sadar diri, kalau ayah tak pantas untuknya," jelas Reynaldi dan Khanza hanya menganggukkan kepalanya.
Makanan datang, mereka langsung menikmatinya. Keduanya terlihat bahagia. Khanza senang, karena akhirnya dia bisa mendapatkan cinta ayahnya lagi. Cinta pertamanya.
"Ayah janji, akan berusaha menjadi ayah yang baik untuk Kakak. Ingatkan ayah, jika ayah mulai lalai kepada kamu!" Ujar Reynaldi dan Khanza mengiyakan
Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan memutari Mall. Rey tampak menggandeng tangan Khanza, selama di Mall. Banyak hal yang mereka bicarakan.
"Kak ...," panggil Rey. Kini mereka sedang duduk sambil menikmati es krim.
"Emm, kenapa Yah?" Sahut Khanza.
"Ayah, kangen kenangan indah kita dulu saat masih bertiga sama bunda. Ayah benar-benar menyesal. Andai saja ayah dulu tak salah jalan, pasti sekarang kita masih bersama," ucap Rey yang kini sudah meneteskan air matanya.
"Semua sudah terjadi Yah! Tak akan mungkin bisa kembali lagi. Bunda sudah hidup bahagia sama papa Abi. Tolong jangan rusak kebahagiaan bunda sama papa Abi. Jika sampai ayah melakukan hal itu, aku akan marah besar sama ayah! Aku tahu perjuangan bunda untuk meraih kebahagiaan. Tak mudah bagi bunda melewati semua itu, kini saatnya dia meraih kebahagiaan. Ayah Abi adalah laki-laki yang baik, dan yang pantas untuk bunda. Lebih baik ayah cari kebahagiaan ayah sendiri!" Ucap khanza tegas.
__ADS_1
Meskipun dia sudah bersikap baik kembali ke sang ayah, Khanza tetap menolak keras sang ayah kembali lagi dengan sang bunda. Dia lebih memilih sang bunda tetap bersama papa sambungnya. Khanza tak akan lupa akan kebaikan papa sambungnya, yang begitu baik padanya. Walaupun, Rey lah ayah kandungnya.