Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Permintaan Maaf Melani


__ADS_3

Mereka baru saja sampai di rumah sakit. Melani dan Reynaldi turun di lobby, kemudian langsung menuju ruang ICU. Reynaldi hanya diam, saat Melani menggandeng tangannya. Bagaimanapun, Melani masih resmi menjadi istrinya.


"Kamu tunggu sini dulu ya! Aku menemui perawat dulu, ingin menanyakan keadaan mama dulu!" ucap Reynaldi kepada Melani, dan Melani tampak menganggukkan kepalanya.


Dia menunggu di kursi yang berada di depan ICU. Duduk di sebelah Bi Sumi. Banyak hal yang Melani tanyakan tentang ibu mertuanya itu kepada Bi Sumi. Melani berharap, ibu mertuanya itu bisa segera sadar, dan sehat kembali. Agar bisa melihat kebahagiaan dirinya dengan Reynaldi. Melani ingin berubah menjadi istri yang baik.


Sedangkan Reynaldi saat ini sedang berbicara dengan perawat yang bertugas di sana. Menanyakan tentang hasil pemeriksaan dokter, tentang kondisi sang mama. Reynaldi di minta untuk segera mengurus administrasi sang mama. Dia langsung keluar menemui Melani, mengatakan kalau dirinya harus segera mengurus administrasi pembayaran biaya perawatan sang mama.


Mereka langsung pergi menuju bagian administrasi. Melani langsung membayar semua tagihan yang harus dibayarkan. Reynaldi bersyukur, karena akhirnya sang mama bisa mendapatkan fasilitas yang baik.


"Makasih ya Sayang sudah mau menolong aku,. menyelamatkan mama," ucap Reynaldi. Melani tampak tersenyum, dia merasa senang karena mendengar Reynaldi memanggil dia dengan sebutan Sayang.


"Aku ini istrimu, dan menantu mama. Sudah sepantasnya aku melakukan hal itu. Kamu tak perlu mengucapkan terima kasih kepadaku. Rasanya seperti sebuah mimpi. Akhirnya, kamu kembali lagi kepadaku. Aku janji gak akan menyia-nyiakan lagi kepercayaan kamu. Saat kamu pergi kemarin, aku benar-benar merasa sangat kehilangan kamu. Aku baru menyadari, kalau kamu begitu berarti untukku. Aku sudah tak berhubungan lagi dengan Vino, dan aku juga sudah tak pernah bergabung lagi dengan teman-teman sosialita aku. Aku ingin menjadi istri yang baik untuk kamu," ungkap Melani dan Reynaldi mengiyakan.


Reynaldi merasa terharu, dengan perubahan yang terjadi pada Melani. Dia berharap, kalau Melani benar-benar sudah berubah, dan tak akan mengulangi kesalahannya dulu. Reynaldi akan memberikan kesempatan kedua untuk Melani.


"Makasih ya! Sudah mau memberikan kesempatan kepadaku lagi. Aku janji gak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua kalinya untukku," ucap Melani.

__ADS_1


"Iya, aku juga akan berusaha menjadi suami yang bertanggung jawab. Kita mulai semuanya dari awal. Semoga kita bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah," ujar Reynaldi.


"Aku ingin memiliki momongan. Setelah aku sehat, kita coba konsultasi ke dokter. Kita lakukan program kehamilan. Aku ingin, merasakan menjadi seorang wanita yang hebat. Yang dapat merasakan hamil, melahirkan, menyusui, dan mengurus anak. Nanti, setelah kita memiliki anak. Aku ingin, kamu yang mengurus perusahaan aku. Agar aku fokus mengurus anak kita," ungkap Melani.


"Apa itu tak terlalu berlebihan? Kamu tetap bisa mengurus perusahaan. Aku tak ingin suami yang di cap, sengaja mengambil kesempatan untuk menguasai harta kamu. Aku hanya ingin menjadi pegawai kamu saja," sahut Reynaldi.


"Kamu itu suamiku, kamu berhak untuk menjalankan perusahaan. Sesekali, nanti aku datang ke kantor. Namun, tak fokus setiap harinya datang ke kantor," Melani berkata kepada Reynaldi.


Setelah selesai mengurus pembayaran. Mereka langsung kembali ke ruangan Mama Ratih berada. Melani meminta izin untuk masuk ke dalam ruangan, untuk berbicara sama sang ibu mertua. Tentu saja Rey mengizinkannya. Kini Melani sudah berada di ruangannya.


Dia juga mencium tangan Mama Ratih sebagai rasa hormatnya kepada Ibu mertuanya. Selama ini dia selalu bersikap sombong kepada Mama Ratih. Melani benar-benar ingin berubah, menjadi istri dan menantu yang baik. Melani pamit untuk keluar, kepada Mama Ratih. Mama Ratih masih terbaring lemah tak berdaya, dan tak sadarkan diri.


Setelah Melani masuk, kini saatnya Reynaldi yang bergantian masuk. Reynaldi tampak menggenggam tangan sang mama, dan menciumi tangan sang mama. Kemudian menempelkan tangan sang mama di pipinya, dan mengarahkan sang mama mengusapnya.


"Alhamdulillah, Reynaldi akhirnya sama Melani bersatu lagi. Semoga, Melani sudah benar-benar berubah. Nantinya, dia akan menjadi istri yang baik. Doakan Rey ya Ma, semoga rumah tangga Rey dengan Melani selalu harmonis. Kelak, kami akan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah. Kami juga berencana untuk memiliki momongan. Mama cepat sadar, dan sehat kembali ya! Rey sayang sama mama. Rey akan melakukan yang terbaik untuk mama," ungkap Reynaldi.


Rey berharap, sang mama bisa segera sadar, dan nantinya mereka akan kembali berkumpul di rumah Melani. Reynaldi akan kembali ke rumah Melani, dan tinggal di sana. Reynaldi juga pamit kepada sang mama, kalau malam ini dia akan mulai tinggal di rumah Melani kembali. Dia berniat menitipkan sang mama kepada perawat di sana. Dia tak tegas, jika Bi Sumi harus menunggu di rumah sakit.

__ADS_1


Bi Sumi sudah pulang ke kontrakan. Dia pun sama Melani sudah dalam perjalanan pulang. Sejak tadi Melani mencoba menahan rasa sakit yang dia rasakan saat ini. Dia memilih untuk tidak bercerita kepada suaminya, karena dia tak ingin membuat suaminya merasa khawatir kepadanya.


Melani mengajak Reynaldi langsung pulang. Dia sudah tak tahan lagi, ingin segera sampai di rumah. Keringat dingin membasahi wajah dan tubuh Melani.


"Kamu kenapa? Apa yang kamu rasakan saat ini?" tanya Reynaldi. Melani tak bisa menutupi wajah pucatnya.


"Aku baik-baik saja! Aku hanya butuh istirahat saja. Makanya, aku ingin segera sampai di rumah," ungkap Melani.


Mereka akhirnya sampai di rumah Melani. Setelah selesai memarkirkan mobilnya, mereka langsung turun dari mobil. Melani langsung bergegas untuk segera ke kamarnya. Kini Melani dan Reynaldi sudah berada di kamar mereka Melani. Ada perasaan canggung dibenak Reynaldi, saat berada satu kamar dengan Melani.


"Aku tak membawa pakaian ganti," ucap Reynaldi.


"Pakaian kamu di lemari masih ada. Aku tak menyingkirkannya. Selama ini aku masih berharap kamu mau kembali ke sini, dan akhirnya pada hari ini Allah mengabulkan doaku. Membawa kamu kembali ke rumah ini, dan memaafkan kesalahan aku," ucap Melani.


Saat Rey menikah dengan Melani. Melani membelikan Reynaldi beberapa pakaian rumah dan juga kerja. Namun, saat Reynaldi pergi meninggalkan rumah Melani. Reynaldi tak membawa satupun pakaian itu.


__ADS_1


__ADS_2