Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Setelah Kepergian Viona


__ADS_3

Sudah tujuh hari Viona pergi meninggalkan Reynaldi untuk selamanya. Reynaldi kini fokus mengurus sang mama, jika dia sedang tak bekerja. Hanya sang mama yang kini dia miliki. Hanya sang mama yang membuat Reynaldi tetap semangat menjalani kehidupan.


Mama Ratih terlihat senang. Saat ini Reynaldi sedang menyuapi sang mama makan.


"Rey, mama jadi nyusahin kamu terus," ucap Mama Ratih diiringi isak tangis.


"Mama jangan nangis dong! Ini sudah kewajiban Rey sebagai seorang anak, membalas semua jasa mama. Selama ini mama sudah banyak berjuang untuk Rey. Gara-gara membela Rey, mama harus menjual rumah, dan mengontrak," ujar Reynaldi sambil mengusap wajah sang mama.


Mama Ratih kini sudah tak bisa apa-apa lagi. Semuanya dia lakukan di tempat tidur, dia pun memilih untuk pasrah. Tak mau berobat.

__ADS_1


"Rey, apa kamu tak ingin menikah lagi? Biar kamu ada yang mengurus, dan kamu bisa memiliki keturunan," ucap Mama Ratih.


"Untuk saat ini Rey belum terpikir Ma. Rey masih ingin hidup sendiri. Kondisi kita juga 'kan seperti ini. Ini saja, gaji Rey hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari kita. Belum bisa mengumpulkan uang untuk mengontrak tahunan lagi. Kalau tak bisa mengumpulkan juga, terpaksa kita harus pindah ke kontrakan petakan. Yang harga sewanya, Rey masih sanggup bayar. Wanita mana yang akan mau sama laki-laki kere seperti Rey," sahut Reynaldi.


"Iya sih, tapi 'kan kamu juga perlu bahagia. Melanjutkan kehidupan kamu lagi. Memangnya kamu tak ingin memiliki keturunan?" protes Mama Ratih.


"Rey 'kan sudah punya ma, Khanza 'kan anak Rey," jawab Reynaldi.


"Semua ini karena kesalahan Rey, Ma. Khanza menjadi seperti itu. Selama ini Rey yang tak pernah mempedulikan dia. Makanya, dia menaruh dendam sama aku. Tapi aku yakin, kalau suatu saat nanti dia akan memaafkan kesalahan aku," sahut Reynaldi.

__ADS_1


Sampai saat ini Reynaldi masih memilih hidup sendiri. Lagi pula, Viona masih baru banget meninggalnya. Tak terpikir olehnya, untuk menikah lagi. Setelah kepergian Viona untuk selamanya, Reynaldi selalu mengirimkan doa untuk sang istri, saat dirinya sholat.


Nisa sudah membicarakan rencana tujuh bulanan di Jawa ke mamanya Abi. Dia juga sudah janjian sama Fina untuk bertemu, saat dia pulang ke Yogyakarta. Dari jauh-jauh hari Abi sudah mengajukan izin ke pihak HRD. Dia meminta izin dua hari. Hari Senin dan Selasa. Nisa juga sudah memberitahu sang kakak, kalau dirinya sekarang tinggal di Jakarta. Namun sayangnya, sang kakak belum bisa menemui dirinya. Dia pun belum sempat main ke rumah sang kakak.


"Yang, aku berangkat dulu ya!" pamit Abi kepada sang istri. Seperti biasa, Nisa akan mengantarkan sang suami sampai depan pintu kamar apartemennya, melepas kepergian sang suami. Abi tak pernah lupa memberikan kecupan di kening sang istri, sebelum dia pergi. Nisa pun mencium tangan sang suami, di saat sang suami akan pergi.


Kini Abi dan Khanza sudah dalam perjalanan menuju sekolah. Abi pergi bekerja dengan menggunakan motor sportnya. Namun sebelumnya, Abi mengantarkan Khanza hingga ke sekolahnya. Hubungan Abi dengan Khanza sangat baik, seperti ke anak kandungnya.


"Semangat sekolahnya ya, Kak! Agar kakak nantinya akan menjadi orang yang sukses," pesan Abi kepada Khanza.

__ADS_1


Setelah Khanza masuk ke dalam, Abi pun langsung melajukan kendaraannya kembali menuju rumah sakit.


__ADS_2