Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Terungkap


__ADS_3

"Dia mantan istri aku dulu. Kamu ingat tidak, saat mama menyebut nama Viona. Dialah Viona yang di maksud," jelas Abi.


"Ternyata dunia sempit banget ya? Jujur, aku tak percaya. Kalau akhirnya aku di pertemukan kembali di sini. Inilah takdir, kita tak pernah tahu dan tak pernah bisa memilih jalan hidup kita. Masih aku ingat dulu, saat kamu meminta cerai dariku. Kau mengecap aku sebagai laki-laki mandul, yang tak bisa memberikan keturunan.. Kamu bisa lihat sendiri 'kan, wanita cantik di sebelahku. Saat ini dia tengah mengandung anakku, dan bahkan Allah memberikan kami anak kembar," ucap Abi sinis.


Sebagai seorang laki-laki, ucapan kata mandul tentu saja begitu menyakitkan di dengar. Meskipun miliknya tetap menegang tak ada masalah. Abi sampai konsultasikan ke dokter spesialis kulit dan kelamin, dan dokter mengatakan kalau dirinya tak bermasalah.


Bukan hanya Nisa saja yang tercengang, Rey pun terkejut mendengar penuturan Abi. Rey jadi tahu, laki-laki yang membuat Viona dulu meninggalkan dirinya. Allah memang adil, memasangkan mereka dengan orang yang tepat. Pengkhianatan dengan seorang pengkhianat, dan orang yang tak salah di satukan dalam kebahagiaan.


"Rey, thanks ya kamu menceraikan Nisa. Jika kamu tak menceraikan dia, aku tak akan pernah bertemu wanita yang begitu sempurna dan memberikan aku kebahagiaan," ucap Abi kepada Reynaldi.


"Untuk kamu Vi, aku juga mau ucapkan terima kasih. Kalau kamu meminta cerai dariku, jika tidak. Selamanya aku tak akan pernah bisa memiliki anak dan menjadi seorang laki-laki yang sempurna," ucap Abi kepada Viona.


Keduanya tak mampu berkata-kata, mereka hanya diam. Hanya penyesalan yang mereka rasakan, disaat melihat orang yang pernah menjadi milik kita, kini telah hidup bahagia dengan orang lain.


Maaf, mungkin itulah kata yang tepat mereka ucapkan. Mereka menyadari apa yang telah mereka lakukan kepada Nisa dan Abi. Kini mereka hanya bisa menikmati karma yang dari semua perbuatan yang mereka lakukan dulu.


"Maafkan aku ya Nis, aku benar-benar menyesal. Semoga kamu hidup bahagia dengan suami kamu yang baru. Hanya pintaku padamu, izinkan aku bertemu dengan Khanza," ucap Reynaldi.


"Waktu itu aku sudah pernah bicara sama kamu, tetapi Khanza tetap pada pendiriannya. Dia menolak untuk bertemu kamu. Dia butuh waktu dalam hal ini, karena semua ini adalah kesalahan yang kamu perbuat," sahut Nisa.


Abi tak ada waktu, Nisa pun harus menjemput Khanza. Mereka pamit kepada Viona dan juga Reynaldi. Rey pun harus melanjutkan pekerjaannya. Gara-gara istrinya berulah, dia harus membersihkan ulang.

__ADS_1


"Lebih baik, kamu pulang saja sana! Nanti kita bicara di rumah. Aku kerja dulu," usir Reynaldi dan Viona menganggukkan kepalanya.


Namun, Viona memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat untuk menenangkan dirinya. Ucapan Abi tadi masih terus hadir di pikirannya. Dia menjadi merasa bersalah, dengan ucapannya dulu. Padahal, dialah yang bermasalah. Tiga kali menikah, dia tak pernah bisa memberikan anak kepada ketiga mantan suaminya.


Setelah mengantarkan Nisa, Abi berniat ingin melanjutkan pekerjaannya. Ternyata bertemu lagi dengan Viona, Viona menunggu Abi.


"Bi ...," panggil Viona.


"Maaf Vi, aku sibuk. Aku harus lanjut bekerja lagi. Lagipula, sudah tak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Anggap saja kita tak pernah kenal," sahut Abi ketus. Padahal, Abi itu tipe laki-laki yang sabar dan lembut. Entah mengapa dia bersikap ketus kepada Viona, mungkin karena rasa kecewanya kepada Viona.


"Sebentar, saja! Ada yang ingin aku bicarakan," pinta Viona memelas.


"Maaf Vi, aku enggak bisa. Takut istriku nanti salah paham, aku tak ingin buat dia kecewa," ucap Abi. Abi langsung pergi meninggalkan Viona begitu saja. Viona hanya bisa menatap kepergian Abi, sampai Abi menghilang.


Nisa datang lebih cepat, sehingga dia memilih menunggu Khanza di kantin.


"Aku benar-benar enggak menyangka. Ternyata Viona itu mantan istrinya mas Abi. Ya Allah dunia kok sempit banget. Ini ceritanya mantan maduku adalah mantan istri suamiku yang sekarang. Kok bisa terbalik-balik gitu ya? Aku jadi lucu sendiri," ucap Nisa sambil terkekeh.


Viona memilih pergi ke sebuah Mall, di sana terdapat tempat duduk untuk bersantai. Mall yang letaknya dekat rumah sakit. Dia ingin menenangkan hatinya dulu. Malas untuk pulang ke rumah.


Sudah saatnya Khanza keluar dari kelasnya, Nisa bergegas untuk menghampiri ke kelas Khanza. Dia menunggu Khanza di depan kelas.

__ADS_1


Tentu saja Khanza senang, saat melihat sang bunda sudah berdiri di depan kelasnya. Khanza langsung mencium tangan sang bunda, dan mereka langsung menuju ke mobil.


"Bun, aku di suruh bawa buku cerita," ungkap Khanza. Bahas tentang buku cerita, Nisa jadi teringat dulu. Gara-gara, Khanza ingin beli buku cerita. Dirinya jadi mengetahui perselingkuhan mantan suaminya itu. Itulah pertama kali Nisa tahu, dan melihat Rey sedang menggandeng tangan Viona mesra. Yang saat itu berniat ingin makan.


Akhirnya Nisa dan Khanza memutuskan ke Mall dulu untuk membeli buku cerita untuk tugas Khanza besok. Sekalian membeli susu untuknya, buah, dan cemilan. Stocknya sudah mau habis.


Setelah memarkirkan mobilnya, Nisa langsung masuk dengan Khanza.


"Kakak mau makan dulu enggak?" Tanya Nisa.


"Masih kenyang aku, bun. Tadi sudah makan di sekolah," sahut Khanza. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk langsung ke toko buku untuk membeli buku cerita.


Nisa terlihat begitu berkelas. Wanita yang dulu di hina orang kampung, orang miskin. Justru sekarang memiliki segalanya. Dia mau beli apapun mampu. Wajahnya pun terlihat bersinar.


"Enak banget hidup kamu Nis. Kamu memang dari dulu lebih unggul dariku. Aku kira dulu, akulah pemenangnya. Ternyata kamulah pemenang sejati. Kehidupan aku bersama Reynaldi, tak seperti yang aku bayangkan dulu," ucap Viona lirih.


Dia hanya bisa melihat Nisa dari jauh. Kehidupan Nisa justru semakin bersinar, setelah berpisah dengan Reynaldi.


Bukannya tenang, hati Viona justru semakin gelisah. Karena melihat Nisa yang terlihat begitu bahagia. Viona tak berani menghampiri Nisa. Dia merasa malu dengan apa yang dia lakukan dulu kepada Nisa.


Sekarang Nisa hidup berkecukupan, tak seperti dulu yang hidup kekurangan. Bahkan dia pernah tak memiliki uang sama sekali, untungnya sang sahabat dulu menolongnya. Mengangkat dia dari keterpurukan. Hingga dia berhasil di puncak kesuksesan.

__ADS_1


Khanza bukan hanya membeli buku cerita dongeng, dia juga membeli peralatan sekolah yang dia suka. Setelah selesai membeli yang Khanza mau, barulah mereka menuju supermarket untuk membeli kebutuhan sang bunda.



__ADS_2