Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Menyadari Kesalahannya Dulu


__ADS_3

"Iya, Nis. Makasih ya kamu sudah memaafkan aku. Aku sudah tenang, jika harus pergi meninggalkan dunia untuk selama-lamanya," ucap Viona.


"Nis, Apa aku boleh bicara sebentar sama Abi? Aku juga ingin meminta maaf sama dia. Aku menyesali perbuatan aku dulu yang telah membuat dia kecewa, yang memilih meninggalkan dia karena menganggap dia mandul, dan tak peduli padaku. Sekarang aku sudah menyadarinya, kalau yang bermasalah itu adalah aku. Aku yang tidak bisa memberikan dia keturunan. Aku wanita yang tidak sempurna seperti kamu. Akulah penyebab semua ini."


"Bahkan, gara-gara Reynaldi menikah dengan aku. Renaldi harus kehilangan semuanya. Dia harus kehilangan istri yang sempurna, dia juga harus kehilangan rasa cintanya Khanza kepada sang ayah. Aku juga yang telah membuat dia di pecat dari perusahaan, kehilangan posisi manager. Dia juga harus dipecat di perusahaan baru tempat dia bekerja. Gara-gara aku, dia sampai berbuat nekat untuk korupsi."


"Hingga akhirnya dia harus merasakan hidup di balik jeruji, dan kini harus merasakan hidup sendiri dalam penyesalannya. Aku mohon, tolong bantu Rey agar Khanza mau menerima ayahnya lagi. Kasihan dia, dia sudah banyak menderita karena perbuatan aku dan mamanya. Sampai-sampai dia harus menjadi cleaning service, demi memenuhi kebutuhan hidup kami," ungkap Viona. Bukan hanya Viona saja yang merasa sedih, Reynaldi pun ikut meneteskan air matanya. Sedangkan Nisa hanya diam terpaku, menyimak perkataan Viona.


Nisa merasa sedih, tapi dia lebih memendamnya di dalam hati.


"Ya sudah, yang lalu biarlah berlalu. Masa lalu, kita jadikan pelajaran hidup yang begitu berharga. Kita songsong kehidupan baru. Menjadi sosok pribadi yang lebih baik. Bukan hanya kalian saja, aku pun dan Mas Abi akan selalu berusaha menjadi yang lebih baik lagi. Tak ada yang gunanya juga di sesali, semua sudah terjadi, dan tak akan pernah kembali lagi. Semuanya sudah kehendak Allah."


"Untuk Mas Reynaldi, tetap semangat! Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi! Aku yakin, pasti Mas bisa melewati semuanya. Untuk kamu Viona, semoga Allah bisa mengangkat penyakit kamu, dan kamu diberikan kesempatan untuk hidup lebih baik lagi. Untuk masalah Khanza, Mas Reynaldi masih harus bersabar. Khanza butuh waktu, untuk mengobati lukanya sedikit demi sedikit. Karena dia sangat kecewa sama Mas. Berdoa saja, semoga Khanza segera terbuka hatinya untuk memaafkan Mas. Maaf banget, aku enggak bisa lama-lama di sini. Aku pamit, aku panggil Mas Abi ya untuk bertemu kamu," ucap Nisa.


"Iya Nis, enggak apa-apa. Terima kasih sudah berkenan datang ke sini. Terima kasih juga sudah memaafkan kesalahan kami. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kamu dan Abi. Kamu juga dilancarkan dan diberikan kesehatan, sampai melahirkan," sahut Viona.


"Makasih ya Nis, sudah mau datang. Semoga kamu bahagia bersamanya. Aku menyesal karena dulu menyakiti hati kamu dan juga menyia-nyiakan kamu. Hingga kamu dan Khanza harus hidup menderita. Kini aku menikmati buah yang aku tanam," ucap Reynaldi. Dia terlihat sedih lagi.


"Sudah Mas tak usah di bahas lagi. Ya sudah, aku pamit ya," sahut Nisa.


Nisa memberikan satu buah amplop berisi uang senilai 1 juta kepada Reynaldi.

__ADS_1


"Ini, untuk kalian. Semoga bisa membantu sedikit meringankan beban kalian," ucap Nisa.


"Enggak Nis, terima kasih. Aku tak bisa menerimanya. Kamu mau memaafkan kami saja, kami sudah senang," sahut Reynaldi.


"Sudah terima saja, aku sama Mas Abi tulus ingin membantu sedikit meringankan beban kalian. Tolong diterima, maksud baik kami," ucap Nisa.


"Ya Allah Nis, hati kamu mulia banget. Semoga Allah membalasnya dengan pahala yang berlipat-lipat ganda. Terima kasih ya Nis," Akhirnya Rey menerima amplop itu.


Nisa pun akhirnya pergi meninggalkan mereka, dan bicara kepada sang suami kalau Viona ingin meminta maaf kepadanya.


"Memangnya kamu mengizinkan aku menemui Viona?" tanya Abi kepada sang istri.


"Tentu saja. Mengapa tidak?" sahut Nisa.


"Assalamualaikum," ucap Abi.


"Waalaikumsalam," sahut Viona dan juga Reynaldi secara bersamaan.


"Bagaiman kondisi kamu sekarang, Vi?" tanya Abi sekadar basa-basi.


"Alhamdulillah, sampai hari ini aku masih diberikan umur panjang. Entahlah sampai kapan Allah memberikan aku kesempatan hidup di dunia ini. Makanya, sebelum malaikat pencabut nyawa menyabut nyawaku. Aku ingin meminta maaf dulu kepada kamu dan Nisa. Tolong maafkan kesalahan aku ya! Agar aku bisa tenang meninggalkan dunia ini." sahut Viona.

__ADS_1


"Aku sudah menyadari, kalau aku 'lah yang tidak sempurna. Akulah yang tidak bisa memberikan kamu keturunan. Sekarang sudah terlihat jelas, kalau Nisa sedang hamil anak kamu. Bahkan kalian akan dikaruniai dua orang anak sekaligus. Selamat, aku ucapkan selamat kepada kamu. Karena akhirnya, keinginan kamu untuk memiliki keturunan dikabulkan oleh Allah. Bukan itu saja, kamu pun bisa menemukan pendamping hidup yang baik dan sempurna untuk kamu. Semoga kalian selalu diberikan kebahagiaan," ungkap Viona.


"Terima kasih doanya. Doa terbaik juga untuk kamu dan Reynaldi. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa kamu, dan mensucikan kembali. Kalian berubah menjadi orang yang lebih baik lagi ke depannya. Insya Allah, Allah akan memberikan jalan terbaik untuk kalian." Ucapan Abi diaminkan oleh Viona dan juga Reynaldi.


"Kalian memang pasangan yang luar biasa. Meskipun aku harus sedih, karena akhirnya aku harus benar-benar melupakan Nisa dan mengikhlaskannya untuk kamu. Tolong jaga Nisa dengan baik! Cintailah dia dan jangan pernah sakiti hatinya! Cukup aku saja yang menyakiti hati dia, dan tolong titip Khanza. Jadikan dia seperti anak kamu sendiri. Meskipun kelak, nantinya kamu akan memiliki dua orang anak kandung dari pernikahan kalian," ucap Reynaldi ikut bicara.


"Oh ya, tentu saja. Tanpa kau minta, aku pun akan melakukannya. Karena aku memang sangat mencintai Nisa. Aku tak mungkin menyakiti hatinya. Dia adalah wanita yang sangat sempurna yang Allah berikan untuk aku. Tentu saja aku tak akan menyia-nyiakan dia. Yang ada nantinya aku akan ikut merasa menyesal seperti kamu, jika aku kehilangannya," jelas Abi.


"Untuk Khanza pun, tanpa kamu minta aku pun sudah melakukannya sejak dulu. Aku sudah menganggap dia seperti anakku sendiri, meskipun nantinya aku akan memiliki anak kandung sendiri. Aku akan tetap menyayangi Khanza seperti anakku sendiri," ucap Abi lagi.


"Ya sudah, yang lalu biarlah berlalu. Kita songsong hidup yang lebih baik lagi ke depannya! Maaf, aku nggak bisa lama-lama di sini. Soalnya Nisa saat ini sedang hamil. Tak bisa terlalu lama di rumah sakit. Tak baik untuk kesehatan anak kami yang masih di dalam kandungan Nisa. Semoga Allah mengangkat penyakit kamu, dan kamu bisa hidup normal lagi," ucap Abi dan diaminkan kembali oleh Rey dan Viona.


Abi pun akhirnya pamit kepada Reynaldi dan Viona. Reynaldi mengantarkan Abi keluar dari ruangan.


"Bu, aku sama Nisa pamit pulang ya! Rey aku pamit pulang sama Nisa ya," ucap Abi.


"Makasih ya Dok, Nisa. Terima kasih sudah menyempatkan waktunya untuk bisa datang ke rumah sakit. Semoga menjadi ladang pahala untuk kalian berdua," ucap Abi dan diaminkan oleh Nisa, Reynaldi, Viona, dan ibunya Viona.


Nisa dan Reynaldi pamit pulang, dia mencium tangan ibunya Viona secara bergantian. Reynaldi mengantarkan Abi dan Nisa sampai depan lobby.


"Kamu nanti saja ya bertemu Khanzanya! Dia masih belum bisa memaafkan kesalahan kamu. Dia masih butuh waktu," ucap Nisa dan Reynaldi hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1



__ADS_2