Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Suami Yang Perhatian


__ADS_3

Demi kedua buah hatinya, Nisa berusaha untuk bisa memberikan ASI ekslusif. Meskipun dia harus meneteskan air matanya menahan rasa sakit yang dia rasakan saat ini.


"Nanti coba di latih terus ya, Bu! Coba digerakkan terus, biar enggak kaku! Kedua dede bayinya juga harus sering di susui ya, Bu! Biar ASInya deras, dan kedua dedenya terbiasa," ujar sang perawat mengingatkan, dan Nisa menganggukkan kepalanya.


Sementara waktu Nisa masih butuh bantuan untuk mengurus kembar. Karena dia masih butuh untuk pemulihan. Dia belum bisa banyak bergerak. Lusa, cuti Abi selesai. Dia harus kerja kembali. Jika dia kerja, orang tua Abi yang akan menemani Nisa di rumah sakit.


Sang perawat keluar dari ruangan. Abi dan sang papa masuk kembali ke ruangan Nisa.


"Sayang, makan ya! Aku suapi. Kamu pasti lapar. Ingat, sekarang kamu harus makan untuk bertiga seperti saat masih hamil. Jangan takut gemuk! Meskipun kamu gemuk, rasa cinta aku ke kamu tak akan berubah. Karena kamu seperti ini, karena untuk kedua buah hati kita," rayu Abi membuat wajah Nisa memerah. Dia merasa malu, karena sang suami bicara seperti itu di depan kedua orang tuanya.


"Aku enggak nap*su makan makanan rumah sakit. Bisa beliin makanan di luar enggak?" sahut Nisa. Dia memilih untuk mengungkapkan apa yang dia inginkan, karena dia memang tak nap*su makan. Kalau makan makanan dari rumah sakit.


"Ya sudah, aku belikan. Kamu mau makan apa?" Tanya Abi lembut.


Nisa menginginkan soto ayam Suroboyo, kalau enggak soto betawi. Dia ingin makanan yang berkuah.


"Baiklah, aku beli dulu ya ke luar. Mama sama papa mau makan apa? Kakak ikut papa yuk temani papa beli makanan," ujar Abi dan Khanza mau.


Sama halnya dengan Nisa, kedua orang tua Abi pun ingin makan makanan yang berkuah. Abi dan Khanza pamit untuk membeli makanan ke luar.


"Kakak senang enggak punya adik? Akhirnya, doa kakak terkabul ya, kakak bisa mendapatkan dua orang adik sekaligus," ujar Abi.


"Iya, aku senang punya dua adik. Jadi, aku enggak akan kesepian lagi," jawab Khanza.

__ADS_1


Abi dan Khanza terlihat begitu akrab. Sepanjang jalan, mereka terus mengobrol. Membahas kedua adiknya. Khanza merasa bahagia.


"Kakak mau makan apa?" Tanya Abi kepada Khanza. Abi sudah memesan 4 porsi soto ayam di tambah nasi, untuk dia, Nisa, dan kedua orang tuanya. Sedangkan Khanza, meminta nasi memakai fried chicken.


Setelah semua dibeli, Abi memutuskan untuk ke minimarket untuk membeli cemilan dan air minum.


"Kakak ada yang mau dibeli enggak? Sekalian. Kalau enggak, kakak pilih cemilan untuk dibawa ke apartemen, buat cemilan kakak. Kemungkinan, Bunda tiga atau empat hari di rumah sakit. Sampai benar-benar pulih dulu, baru pulang," ujar Abi.


Abi memilih cemilan untuk istrinya dan juga beberapa minuman kaleng untuk Abi letakkan di kulkas ruangan. Abi juga membeli jeruk dan melon. Tak lupa air mineral kemasan besar.


Sedangkan Khanza membeli dua buah coklat, satu bungkus chiki, satu bungkus kripik singkong. Setelah semua dibeli, mereka memutuskan untuk kembali ke ruang perawatan Nisa berada.


"Assalamualaikum," Abi dan Khanza mengucap salam saat masuk ke dalam ruangan. Langsung di jawab, Nisa, dan kedua orang tua Abi.


Nisa menyiapkan piring, mangkuk, dan juga sendok untuk kedua orang tuanya dan juga Nisa.


Abi membantu sang istri untuk duduk. Dia juga menyiapkan makanan. Menuangkan soto ayam ke dalam styrofoam berbentuk mangkok dan juga piring untuk meletakkan nasi dan soto. Abi berniat untuk menyuapi sang istri makan.


Dengan telaten dia menyuapi sang istri. Nisa merasa beruntung memiliki suami yang perhatian kepadanya.


"Makan yang banyak ya! Biar ASI nya banyak. Aku tadi juga beli cemilan untuk kamu ngemil. Takut malam-malam lapar," ujar Abi dan Nisa mengiyakan.


"Itu plastik yang satu untuk cemilan Khanza ya ma di apartemen," ungkap Abi kepada sang mama.

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 20.00, kedua orang tua Abi dan Khanza pamit untuk pulang ke apartemen. Khanza mencium tangan sang bunda, dan mengatakan semoga sang bunda segera pulih, dan bisa segera pulang ke apartemen. Kemudian mencium tangan sang papa. Khanza ingin kedua orang tuanya segera pulang ke apartemen. Meskipun ada nenek dan kakeknya, Khanza tetap merasa kesepian.


Khanza dan kedua orang tua Abi sudah pulang dari rumah sakit. Kini hanya tinggal Abi dan Nisa saja. Abi menyuruh Nisa untuk tidur, beristirahat, dan dia yang akan menunggu Azzam dan Azzura.


"Tidur ya, sayang! Nanti, kalau mereka mau menyusu, baru aku bangunin kamu," ujar Abi sambil memberikan kecupan di kening istrinya. Abi merapikan juga selimut istrinya.


Perlahan mata Nisa meredup, hingga akhirnya tertidur nyenyak. Sedangkan Abi masih sibuk memainkan ponselnya. Abi mengirimkan foto Azzura dan juga Azzam ke Fina, dan menjadikan status di whatsapp.


Saat itu, Reynaldi juga sedang memainkan ponselnya, dan melihat status Abi. Reynaldi selalu melihat status whatsapp Abi.


"Wah, Nisa sudah melahirkan. Selamat ya Nisa, keinginan kamu tercapai ingin memiliki anak kembali. Itu, anak cowok kamu mirip banget sama kamu," ucap Reynaldi.


Setelah sholat isya, Abi memutuskan untuk beristirahat. Dia membaringkan tubuhnya di sofa. Kedua anaknya terlihat anteng tidur. Perlahan, Abi pun ikut tertidur nyenyak.


Namun, tak lama kemudian. Abi harus terbangun kembali,. karena Azzam merengek. Abi berusaha menjadi suami dan ayah siaga. Nisa pun membuka matanya, karena mendengar anaknya menangis.


Abi tampak membantu Nisa saat menyusui kembar. Dia memberikan Azzam untuk menyusu, sedangkan Abi menggendong Azzura untuk mencoba menenangkan. Setelah Azzam merasa kenyang menyusu dan sudah tertidur, Abi meletakkan Azzura dan mengambil Azzam dari tangan sang istri. Kemudian meletakkan Azzam di dalam box bayi, setelah itu mengambil Azzura, dan memberikan Azzura kepada sang istri. Bagi Abi dan Nisa, bukan suatu hal yang mudah mengurus dua anak sekaligus. Namun, mereka akan selalu berusaha untuk sabar dan bersemangat.


Kini kedua bayi mereka sudah tidur kembali.


"Sabar ya, sayang! Pastinya, tak akan mudah menjadi kamu," ucap Abi.


Rasa cinta Abi kepada Nisa tentu saja akan menjadi semakin besar, terlebih sang istri kini sudah memberikan keturunan untuknya.

__ADS_1


Abi menyuruh sang istri untuk tidur kembali. Nisa pun akhirnya tidur kembali, karena dia pun masih merasa mengantuk. Setelah itu, Abi pun membaringkan tubuhnya kembali di sofa. Namun, dia jadinya tak bisa langsung tidur. Hingga akhirnya Abi memilih bermain game terlebih dahulu, sampai akhirnya dia tertidur kembali.



__ADS_2