Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Kedatangan Viona


__ADS_3

Viona baru saja sampai di rumah Reynaldi, dia datang untuk memberi kejutan kepada Reynaldi. Dia ingin melihat reaksi Reynaldi, saat melihat dia datang ke rumahnya.


"Permisi, Mba. Apa Ibu Ratih ada?" tanya Viona.


Suasana terlihat sepi. Saat ini Reynaldi, Bisa, dan juga Khanza sedang pergi berjalan-jalan pagi. Tujuan Reynaldi mengajak istrinya agar bisa menghirup udara segar sambil mengasuh Khanza yang ingin bermain sepeda saat Car free day.


"Ada Bu. Silahkan duduk! Saya panggilkan Ibu Ratih dulu ya," ujar Bi Surti.


"Ya Mba. Terima kasih. Tolong bilang sama Ibu Ratih, kalau Viona yang datang," jelas Viona. Dia yakin Mama Ratih akan bersemangat bertemu dengannya, kalau mendengar Viona yang datang.


"Bukannya wanita itu mantannya Den Reynaldi? Mau ngapain dia datang kesini?" Bi Surti sibuk dengan pemikirannya.


Bi Surti mencoba memanggil Mama Ratih yang saat itu berada di kamarnya. Mama Ratih baru saja selesai mandi, dan langsung membuka pintu kamarnya. Untuk menemui Bi Surti.


"Maaf Bu, di depan ada Viona," ungkap Bi Surti. Tentu saja hal itu membuat dia merasa terkejut, dan tentu saja membuat dia senang. Sudah lama dia tak berkomunikasi dengan wanita yang dia harapkan menjadi menantunya. Mama Ratih terlihat, tersenyum licik.


Mama Ratih langsung bergegas menemui Viona yang saat itu sedang celinguk celinguk melihat sekitar. Dia berharap Reynaldi akan keluar dan bertemu dengannya.


"Hai, Vi. Sudah lama? Tumben kamu main kesini? Mama kira kamu sudah lupakan Mama," ucap Mama Ratih membuka obrolan.


"Vi, kangen sama Mama," ujar Viona. Mereka langsung berpelukan, layaknya orang yang sudah lama tak bertemu.


"Anak Mama tuh menyebalkan, kalau saja dia meninggalkan wanita itu. Aku pasti sudah tinggal sama Mama disini," ungkap Viona.

__ADS_1


"Iya. Jangan kamu, Mama saja sudah kesal banget. Masih saja mempertahankan wanita itu," sahut Mama Ratih. Mama Ratih sudah terpancing dengan ucapan Viona untuk membenci Nisa dan memilih dia sebagai menantunya. Inilah satu alasan Viona berbuat nekat, karena Viona kesal dengan Reynaldi yang terus menerus berjanji akan menikah dirinya, tetapi sampai saat ini Reynaldi masih belum juga mewujudkannya.


Mama Ratih mengajak Viona untuk masuk ke dalam rumah, mereka kini duduk di ruangan keluarga.


"Oh ya Ma, Reynaldi lagi enggak ada di rumah ya?" tanya Viona menyelidik.


"Iya, lagi car free day sama si wanita itu sama anaknya," sahut Mama Ratih. Bahkan dia tak sudi menyebut Nisa dengan nama.


"Oh, pantas sepi. Padahal aku berharap ingin bertemu dia, aku ingin tahu bagaimana reaksinya saat bertemu aku di saat ada si Nisa," ungkap Viona dan diiyakan oleh Mama Ratih.


"Astaghfirullah. Kok Bu Ratih jahat banget sih sama menantunya. Dia justru mendukung niat Viona untuk menghancurkan rumah tangga anaknya. Padahal Non Nisa wanita yang baik. Jadi wanita itu yang membuat Den Reynaldi berubah sama Non Nisa," Bi Surti bermonolog dengan pemikirannya.


Viona menceritakan tentang hubungan dirinya dengan Reynaldi yang sudah sangat jauh, Viona juga menceritakan kepada Mama Ratih kalau Reynaldi sudah berjanji untuk menikahi dirinya secara siri, menjadikan dia sebagai istri kedua.


"Iya Ma, Mama tolong bantu Vi ya. Viona sayang dan cinta sama Reynaldi," rayu Viona yang memegang tangan Mama Ratih.


Reynaldi, Nisa, dan juga Khanza baru saja sampai di rumah. Reynaldi memarkirkan motornya. Sedangkan Nisa masuk duluan bersama Khanza. Selama ini Nisa tak pernah tahu kalau wanita itu adalah Viona. Dia hanya tahu namanya, saat Viona sempat meneror dirinya. Memberitahu kalau dia adalah kekasih Reynaldi. Nisa pun tak pernah tahu kalau Viona adalah mantan kekasih Reynaldi dulu sebelum bersamanya. Selama ini Nisa tak tahu masa lalu suaminya.


Nisa tampak cuek saja melewati mereka berdua, karena Nisa memang tak pernah mau tahu urusan mertuanya. Jika mertuanya tidak mengusik dirinya. Berbeda halnya dengan Reynaldi yang terkejut setengah mati melihat Viona yang nekat mendatangi rumahnya.


"Kamu apa-apa sih Vi? Kalau Nisa sampai tahu bagaimana? Dia pasti sangat marah sama aku, bisa-bisa dia akan langsung minta cerai sama aku sekarang juga," ucap Reynaldi. Reynaldi terlihat marah dan stres. Terlihat sekali wajah paniknya.


"Lebih baik sekarang kamu pergi dari rumah aku, tolong jangan buat perkara!" usir Reynaldi.

__ADS_1


Bukannya Mama Ratih mendukung apa yang Reynaldi lakukan kepada Viona, Mama Ratih justru memarahi sang anak yang bersikap kasar kepda Viona.


"Kamu itu apa-apaan sih Rey," protes Mama Ratih.


"Ma, aku tak ingin ada masalah sama Nisa. Untuk mendapatkan kepercayaan dan maaf dari dia saja aku harus berjuang mati-matian. Aku tak ingin dia marah lagi, rumah tangga aku bisa berada di ujung tanduk," jelas Reynaldi.


Tiba-tiba saja Khanza berlari menghampiri sang ayah yang masih bersama Viona dan sang Mama.


"Halo anak cantik, namanya siapa?" Viona mencoba mendekati Khanza. Bukannya menjawab Khanza justru menarik tangan sang ayah mengajak sang ayah ke atas.


Perasaan Reynaldi semakin tak karuan, saat Nisa menuruni anak tangga ingin ke dapur. Berniat untuk masak makanan untuk makan siang.


"Sayang, kamu mau ngapain? Ayo kita naik ke atas," ajak Reynaldi. Dia takut Viona dan sang mama akan membongkar perselingkuhan dirinya dengan Viona.


"Ya mau masak 'lah Mas, ini 'kan sudah siang banget. Nanti kalau kamu lapar sama Khanza bagaimana kalau aku belum masak," sahut Nisa.


Viona tersenyum puas, dia berhasil membuat perasaan hati Reynaldi terancam. Dia yakin kalau Reynaldi pasti lagi ketakutan. Sikap Reynaldi justru membuat Nisa merasa curiga dengan wanita yang berada bersama ibu mertuanya.


"Mas, kamu ini kenapa sih? Aneh banget. Ya sudah sana aku mau masak dulu," cerocos Nisa.


"Sayang, aku tahu pasti kamu capek. Sudah tak usah masak. Nanti kita makan di luar saja. Mumpung aku lagi libur," rayu Reynaldi.


"Mas, kamu itu kenapa sih? Aneh banget sih," ujar Nisa. Reynaldi tak peduli dengan sikap protes Nisa, di tetap memaksa sang istri untuk naik ke atas.

__ADS_1


"Breng*sek kamu Ay! Sampai detik ini, kamu masih saja melindungi istri kamu. Masih saja membela dia dibandingkan memikirkan perasaan aku. Aku akan buat kalian berpisah untuk selamanya. Kali ini aku tak mau mengalah," umpat Viona dalam hati.


__ADS_2