
Hari ini Mama Ratih sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Reynaldi sudah mengurus administrasi kepulangan sang mama. Kini Mama Ratih dan sang ART sudah dalam perjalanan pulang dengan menggunakan taksi online. Reynaldi pulang dengan menggunakan sepeda motornya. Sehingga dia sampai lebih dulu di kontrakan, dan hanya tinggal menunggu mobil yang membawa mamanya sampai.
Saat datang, Rey langsung membayar uang taksi online itu. Kemudian, dia langsung menggendong tubuh mamanya ke kontrakan mereka. Padahal, jarak dari tempat turun ke kontrakan mereka cukup jauh. Sesampainya di kontrakan, Rey langsung meletakkan tubuh mamanya di ranjang, secara perlahan.
"Sekarang mama istirahat ya!" Ujar Reynaldi kepada sang mama, dan mama Ratih menganggukkan kepalanya.
Reynaldi sudah merasa tenang, karena sang mama sudah diperbolehkan pulang. Namun, dirinya tetap harus mengawasi sang mama. Harus memperhatikan kondisi sang mama. Dari segi makanan, pola hidup, dan juga tingkat stres. Karena faktor itu, akan mempengaruhi kesehatan sang mama.
Pertemuan dengan sang anak waktu itu, membuat kehidupan Reynaldi menjadi lebih bersemangat. Dia akan berjuang untuk bisa bangkit kembali. Agar dia bisa menafkahi anak semata wayangnya dari hasil kerja kerasnya. Selama ini, Nisa yang berjuang membesarkan Khanza. Setiap bulannya, Reynaldi akan menyisihkan uangnya demi sang anak.
Reynaldi pun berniat untuk tidur, karena selama di rumah sakit dia tak bisa tidur nyenyak. Besok dia sudah mulai bekerja lagi. Baru saja dirinya hendak memejamkan matanya. Ponsel Reynaldi berbunyi. Reynaldi langsung membuka matanya dan mengambil ponselnya yang dia letakkan di atas kepalanya.
Senyuman melengkung di sudut bibirnya, saat melihat notifikasi panggilan interview di aplikasi Gmail. Dari tempat Reynaldi melamar pekerjaan.
"Ya Allah, semoga saja ini pertanda baik darimu untukku. Agar aku bisa menjadi laki-laki yang bertanggung jawab yang harus menafkahi anak dan juga mamaku," ucap Reynaldi. Tentu saja kesempatan ini tak akan Reynaldi lewatkan. Dia akan berjuang keras untuk bisa mewujudkannya.
Dia menjadi bersemangat, tak jadi tidur. Untungnya, bulan ini Reynaldi sedang mendapatkan jadwal bekerja siang. Kesempatan dirinya untuk bisa datang interview. Reynaldi langsung masuk ke kamar sang mama, untuk memberitahu kalau besok dia ada panggilan interview kerja. Dia terlihat begitu bahagia.
"Ma, sudah tidur?" Tanya Reynaldi yang berjalan mendekati sang mama. Mendengar suara anaknya. Mama Ratih membuka matanya kembali.
"Belum, baru mau tidur. Kenapa memangnya?" Tanya Mama Ratih kepada sang anak.
"Alhamdulillah, besok aku ada panggilan interview kerja jadi supervisor keuangan. Doakan aku ya ma! Semoga rezeki, Reynaldi bisa diterima di perusahaan itu. Rey bisa menafkahi mama dan juga Khanza," Ujar Reynaldi.
__ADS_1
"Iya, mama akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu. Semoga kamu bisa mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik lagi," ucap Mama Ratih tulus kepada sang anak.
"Makasih ya Ma, Rey sayang mama. Semoga Rey bisa menjadi anak yang membanggakan," sahut Rey sambil memeluk tubuh sang mama.
Mama Ratih meneteskan air matanya. Dia merasa sedih, dia berharap sang anak bisa hidup bahagia kembali. Bisa mendapatkan pekerjaan yang baik dan mendapatkan pendamping hidup yang baru.
Hari yang di nanti telah tiba, Reynaldi sudah terlihat rapi. Dia akan segera berangkat untuk memenuhi undangan interview.
"Ma, Rey pamit ya! Kalau nanti tesnya lama, Rey langsung kerja ya! Mama makan yang banyak ya! Nanti kalau mama ingin makan sesuatu, mama bicara saja ya sama Bibi! Do'ain Rey ya Ma," ucap Rey sambil mencium tangan sang mama, dia juga memberikan kecupan di kening sang mama.
Sang mama lah yang membuat dirinya kuat, meskipun sang mama juga yang dulu menghancurkan hidupnya. Namun, hal itu tak membuat dirinya membenci sang mama. Rasa sayang Rey kepada sang mama, tak akan berkurang.
Dengan mengendarai sepeda motornya. Rey baru saja sampai di perusahaan tempat dia melamar pekerjaan. Rey langsung memarkirkan motornya. Setelah itu, Reynaldi langsung masuk ke dalam dan menghampiri sang resepsionis, untuk mengatakan tujuan dirinya mendatangi perusahaan tersebut. Rey mencoba merapikan pakaiannya terlebih dahulu, sebelum dia masuk ke dalam.
"Oh iya Pak, tunggu sebentar ya! Saya akan Coba hubungi pihak HRD terlebih dahulu. Bapak silahkan tunggu dulu ya!" sahut sama resepsionis dan Reynaldi pun mengiyakan. Dia langsung duduk kembali menunggu panggilan.
Besar harapan bagi Reynaldi untuk bisa diterima di perusahaan itu. Meskipun perusahaan itu tidak terlalu besar, paling tidak kehidupan Reynaldi akan semakin membaik. Karena dia melamar pekerjaan sebagai supervisor keuangan. Sesuai pengalaman kerja yang dia miliki.
Dulu, dia pernah menempati posisi yang tinggi. Namun, dia hancurkan dengan perselingkuhan dirinya dengan Viona. Kini saatnya dia untuk memulainya dari awal.
"Pak ...," panggil sang resepsionis.
Reynaldi bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri sang resepsionis. Dia langsung mengarahkan Reynaldi untuk masuk ke dalam bertemu HRD perusahaan itu.
__ADS_1
Reynaldi mengetuk pintu ruangan bagian HRD.
"Masuk ...," ucap sang HRD dari dalam ruangan.
"Tenang Rey, lo pasti bisa!" Rey menarik napas panjang untuk menenangkan diri. Jantungnya berpacu sangat cepat. Sudah sangat lama dia berada di posisi ini. .
Reynaldi membuka pintu ruangan sang HRD. Kemudian berjalan menghampiri sang HRD untuk berjabat tangan.
"Silahkan duduk!" Titah sang HRD.
Jantung Reynaldi berpacu lebih cepat, dia terlihat tegang. Sejak tadi dia terus berdoa, agar dirinya bisa di terima di perusahaan itu. Banyak pertanyaan yang di lontarkan sang HRD. Reynaldi menjawab pertanyaan dengan sebaik mungkin.
"Sekarang bapak, bertemu langsung dengan pemilik perusahaan ini. Mari saya antar!" Ucap Pak Ardi bagian HRD.
Kini saatnya Reynaldi bertemu dengan pemilik perusahaan. Alangkah terkejutnya dia, saat mengetahui kalau bosnya seorang wanita. Wanita itu berusia sekitar tiga puluh lima tahun. Sejak Reynaldi datang, dia terlihat terus memperhatikan Reynaldi. Banyak yang dia tanyakan tentang pengalaman kerja dan kehidupan pribadi Reynaldi
Serangkaian interview telah dilakukan.Ini lah saat yang menegangkan. Karena pihak perusahaan akan langsung mengumumkan hasil dari interview. Hingga akhirnya dia bisa di terima di perusahaan itu. Allah mengabulkan doa dia selama ini. Reynaldi dinyatakan di terima di perusahaan itu.
"Terima kasih ya Allah, akhirnya engkau mengabulkan permintaan aku untuk bisa mendapatkan pekerjaan lebih baik lagi. Aku janji, aku tak akan melewati kesempatan ini. Aku akan bekerja dengan baik, demi anak dan juga mamaku," ucap Reynaldi dalam hati.
"Terima kasih Bu, senang bisa bergabung di perusahaan Ibu! Saya akan berusaha untuk bekerja dengan baik," ucap Reynaldi.
__ADS_1