
"Aw, sakit banget perut gue," ringis Viona yang terus menahan sakit, sambil memegang perutnya.
" Lo kenapa, Na?" tanya Mia.
Saat ini Viona sedang berada di sebuah Kafe di Jakarta, dia sedang bersama Mia. Viona akhirnya tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya, hingga akhirnya dia jatuh pingsan. Memang dalam beberapa bulan belakangan ini apabila dirinya sedang datang bulan, dia sering kali merasakan sakit yang luar biasa di perutnya. Tetapi Viona belum memeriksakan penyakitnya ke dokter.
Mia merasa panik saat melihat Viona yang jatuh pingsan, dia mencoba mencari bantuan dan memesan taksi online untuk membawa Viona ke rumah sakit. Untungnya di dekat kafe tempat Mia mengisi acara, ada rumah sakit swasta yang cukup besar.
"Lo harus kuat, Na!" Mia merasa khawatir melihat. Kondisi sahabatnya seperti itu. Sampai-sampai dirinya meneteskan air mata.
Setelah sampai di rumah sakit, Mia langsung memanggil perawat IGD untuk membantu dirinya membawa Viona. Viona langsung ditangani tim medis yang berada di IGD.
Viona perlahan membuka matanya dan melihat saat ini dirinya sedang berada di rumah sakit. Sedangkan Mia saat ini sedang mengurus administrasi Viona.
"Mengapa aku ada di sini? Sebenarnya apa yang terjadi dengan aku?" gumam Viona.
Viona saat ini sudah diperiksa oleh dokter IGD Dia juga sudah melakukan cek lab. Untuk memastikan lebih jelas Viona disarankan untuk dirawat, agar besok dirinya diperiksa oleh dokter kandungan dan penyakit dalam. Kini Viona sudah dipindahkan ke ruangan rawat inap.
"Lo, sudah sadar Na?" tanya Mia dan Viona hanya menganggukkan kepalanya. Tubuhnya masih terasa lemas.
"Na, lo mau memberitahu orang tua lo tidak?" tanya Mia kepada sahabatnya.
Sebenarnya, dia tak ingin merepotkan orang tuanya. Namun, dia juga tak enak sama Mia. Kalau sampai Mia terus menerus menemani dirinya di rumah sakit. Mia memiliki dua orang anak, berusia 7 tahun dan juga 5 tahun. Dua tahun lalu, Mia memutuskan bercerai dari suaminya.
"Assalamualaikum, Ma. Ma, Viona sekarang lagi dirawat di rumah sakit," ungkap Viona. Membuat sang Mama terkejut. Dia akan segera menengok kondisi anaknya
"Mi, kalau lo mau pulang, ya sudah pulang saja! Kasihan anak-anak di rumah. Dia pasti menunggu ibunya pulang," ujar Viona kepada sahabatnya.
__ADS_1
Mia memberi tahu kepada Reynaldi bahwa Viona saat ini sedang dirawat. Untungnya saat itu Reynaldi belum tidur, dia langsung membalas pesan dari Mia yang mengatakan bahwa dirinya belum bisa menemui Viona, karena sedang sibuk. Padahal semua itu dia lakukan, untuk menghindar dari Viona.
Keesokan harinya Viona sudah melakukan pengecekan secara detail. Selama ini dia tidak pernah merasa memiliki penyakit macam-macam. Menurut hasil dari penyakit dalam, Viona memiliki penyakit paru-paru. Sedangkan berdasarkan hasil USG dokter kandungan, dirinya memiliki penyakit kista dan ukurannya juga sudah cukup besar.
"Pantas saja akhir-akhir ini aku merasa sakit yang luar biasa, saat menstruasi. Selama enam tahun menikah, aku juga belum dikarunia seorang anak," ucap Viona lirih.
Viona menangis karena ternyata dirinya memiliki penyakit yang cukup banyak. Pantas saja dirinya sering merasakan sesak di dadanya. Mungkin semua itu berasal dari pikiran. Karena Viona selama ini terus memikirkan Reynaldi yang tak kunjung menghubungi dirinya. Sampai saat ini Viona masih memiliki rasa sayang terhadap Reynaldi.
"Semudah itu kamu melupakan aku, Ay? Kamu bilang, kamu mencintai aku," ucap Viona lirih.
"Vi, ikhlaskan semuanya! Lebih baik lo pikirkan kondisi kesehatan lo! Reynaldi sudah tak peduli dengan kondisi lo, untuk apa lo pikirkan dia lagi," ucap Mia yang mencoba memberikan pengertian kepada sahabatnya.
"Gue cinta sama Rey, Mi. Sulit banget gue melupakan dia," ungkap Viona. Viona meneteskan air matanya.
Siang ini, Mia yang menemani Viona di rumah sakit. Karena mamanya Viona, ingin pulang mengambil pakaian ganti dulu. Viona merasa beruntung, karena memiliki sahabat yang luar biasa.
"Bagaimana kondisi ibu sekarang? Apa keluhan yang ibu rasakan saat ini?" tanya sang dokter.
"Iya, Dok. Kalau memang itu yang terbaik. Tetapi, tidak sampai di angkat rahim saya 'kan, Dok? Apa saya masih memiliki kesempatan untuk memiliki anak?" tanya Viona.
Viona sudah melakukan operasi, dan semua berjalan lancar sesuai harapan. Untungnya Viona tidak sampai diangkat rahimnya, semua cepat diatasi. Penyakit kista yang diderita olehnya, menyebabkan dirinya sulit memiliki anak.
"Semoga penyakit kista lo, tidak kambuh lagi ya Vi! Semoga lo selalu sehat. Lo harus semangat, Vi! Sekuat apapun lo pertahankan Reynaldi, kalau dia bukan jodoh lo. Lo tak akan pernah bisa bersama," ujar Mia dan Viona mengiyakan.
Hari ini Viona sudah diperbolehkan pulang. Selama Viona di rawat, tak pernah sekali pun Reynaldi menengoknya.
Kondisi Viona semakin membaik, hari ini dirinya sudah mulai bekerja kembali. Reynaldi sudah bahagia dengan keluarga. Terlebih saat ini istrinya sedang hamil, dia tak ingin menyakiti istrinya.
__ADS_1
Viona membuka blokir Reynaldi, dia berniat menghubungi Reynaldi.
Jika Viona merasa stres, penyakit paru-parunya akan langsung kambuh. Dadanya terasa sesak. Kini dirinya masuk rumah sakit lagi. Karena mengalami sesak napas.
Viona langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Tiba-tiba saja mengalami sesak napas , kemudian jatuh pingsan. Teman kerja Viona langsung membawa Viona ke rumah sakit.
"Assalamualaikum, Bu. Saya Wulan teman kerja Viona. Saya ingin memberitahu, kalau saat ini Viona, dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas dan jatuh pingsan," ungkap Wulan.
"Terus? Bagaimana Kondisinya Viona saat ini? tanya sang Mama panik.
Wulan meminta orang tuanya Viona segera datang ke rumah sakit tempat Viona berada.
"Kenapa Ma?" tanya sang papa.
"Viona Pa, Viona jatuh pingsan. Dia mengalami sesak napas dan akhirnya jatuh pingsan. Kita harus segera ke sana Pa, melihat keadaannya," ujar sang mama.
Kedua orang tua Viona bergegas untuk segera berangkat ke rumah sakit. Dia ingin segera melihat keadaan anaknya.
Mama Susan, meneteskan air mata saat melihat sang anak terbaring lemah tak berdaya. Dia berharap, sang anak segera sadar kembali.
"Sebenarnya, apa yang terjadi sama kamu, Na?" gumam ucap sang mama.
"Doakan saja Ma, semoga Viona segera sadar," ujar Papa Toni mencoba menenangkan sang istri.
Berbeda halnya dengan Viona yang sedang berjuang melawan penyakit yang dia derita. Reynaldi justru sedang menikmati kebahagiaannya.
"Bangun, Na! Mama sama Papa sayang sama kamu," ucap Mama Susan diiringi isak tangis.
__ADS_1
Sambil menunggu up, mampir yuk di karya Penelusuran Gaib Rania