Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Melani masuk rumah sakit


__ADS_3

"Mama mau makan apa? Biar Rey belikan dulu sebelum Rey pulang ke rumah? Alhamdulillah Melani transfer uang ke Rey, untuk yang jajan mama. Tadi dia titip pesan sama Rey, maaf dia belum bisa menengok mama. Dia hanya bisa bantu doa, semoga mama lekas sehat. Agar bisa berkumpul bersama di rumahnya. Melani senang, karena mama akhirnya sudah sadar. Tadi Rey telepon Melani. Bilang mama sudah sadar, dan Rey harus mengurus mama dulu. Jadi, belum bisa pulang cepat," ungkap Rey kepada sang mama.


"Alhamdulillah, Melani baik banget sama mama. Sampaikan juga salam untuknya dari mama, semoga lekas sehat. Terima kasih doa dan bantuannya selama ini. Mama mau makan ayam kriuk," sahut Mama Ratih.


"Ok. Rey pesan online saja ya! Nanti Rey titip uang ke Bibi, kalau mama ingin sesuatu bilang saja. Bibi juga nanti beli saja ya, makanan. Gak apa-apa, bebas. Terima kasih sudah mau membantu saya menjaga mama saya," ucap Rey kepada mama dan ARTnya.


Setelah urusan sang mama selesai, Reynaldi pamit pulang. Seperti biasa, dia selalu mencium kedua pipi wanita yang dia sangat sayangi. Dia juga mencium tangan sang mama, sebagai rasa hormatnya kepada sang mama. Kini Rey sudah dalam perjalanan pulang. Tak terlintas sedikitpun di benak Rey ingin selingkuh. Dia harus bersyukur memiliki Melani, yang bisa dikatakan hampir sempurna. Dia tak ingin kejadian dirinya dengan Nisa dulu, akan terulang kembali. Cukup sekali, dia menyesali perbuatannya dulu.


Rey baru saja sampai di rumah, dia langsung memarkirkan mobilnya. Setelah itu, dia langsung masuk ke dalam rumah, dan menuju ke kamarnya. Dia merasa tak tega melihat istrinya yang sedang tertidur. Melani tampak meringkuk kedinginan. Reynaldi langsung naik ke ranjang, secara perlahan. Kemudian memeluk tubuh istrinya. Alangkah terkejutnya Reynaldi, saat bersentuhan dengan sang istri. Melani mengalami demam.


"Sayang, kita ke rumah sakit ya! Tubuh kamu panas banget," ucap Reynaldi. Melani sudah tak mampu berkata-kata lagi. Tubuhnya sudah sangat lemas. Dia hanya bisa menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Reynaldi langsung keluar memanggil sang ART, untuk menyiapkan pakaian dan yang dibutuhkan sang istri. Kemudian menggendong tubuh sang istri ke mobil. Kali ini mereka diantar supir pribadi Melani, karena Reynaldi ingin selalu berada di samping sang istri. Tubuh Melani benar-benar terlihat lemas. Dia sudah tak mampu menahannya lagi, hingga akhirnya jatuh pingsan. Tentu saja hal itu membuat Reynaldi merasa panik, dia meminta sang supir mempercepat melajukan mobilnya.


Sesampainya di rumah sakit, Reynaldi langsung turun dan menggendong tubuh sang istri ke IGD. Untuk mendapatkan pertolongan dari tim medis. Dia begitu takut kehilangan sang istri, dia sudah menyadari kalau dia mencintai Melani, dan takut kehilangannya. Apa yang dia lakukan bukan semata-mata, masalah uang. Karena dia menumpang hidup dengan Melani. Tetapi, rasa cinta Reynaldi kepada Melani, tulus apa adanya.


"Saya mohon Dok, tolong selamatkan istri saya!" ucap Reynaldi kepada sang dokter yang saat itu menangani Melani.


"Iya, Pak. Kami akan melakukan yang terbaik. Tolong bapak tenang dulu! Kalau tidak, sebaiknya bapak menunggu di luar!" ucap sang dokter tegas, karena Reynaldi sejak tadi membuat dia merasa terganggu saat memeriksa Melani.


Pikiran Reynaldi saat itu sangat kacau. Dia takut, kalau Melani mengalami penyakit yang serius. Reynaldi teringat, kalau dia belum memberi kabar kepada orang tua Melani. Tentang keadaan Melani saat ini. Reynaldi langsung menghubungi ibunya Melani.


Mendengar sang anak sakit, kedua orang tua Melani tentu saja akan datang menengok keadaan sang anak. Mereka akan datang ke rumah sakit. Reynaldi berharap, sang istri segera sehat kembali.

__ADS_1


"Sebaiknya, pasien di rawat di rumah sakit! Agar melakukan pengecekan secara keseluruhan. Denyut jantungnya melemah, tekanan darahnya juga rendah. Bisa membahayakan, jika sampai drop. Ini saja sampai jatuh pingsan. Agar kami bisa melakukan observasi terhadap pasien. Sebaiknya, bapak sekarang urus pemindahan pasien ke ruang perawatan," jelas sang dokter.


Reynaldi akan melakukan yang terbaik, untuk Melani. Dia langsung mengurus pemindahan Melani ke ruang rawat inap. Tentu saja dia memilih kamar VVIP, untuk sang istri. Saat ini Melani beluk sadarkan diri, dia terlihat lemah tak berdaya. Reynaldi sudah mengurusnya, dan sekarang hanya menunggu pemindahan sang istri saja.


"Sayang, aku mohon kepadamu! Kamu harus kuat melawan penyakit yang ada di tubuhmu! Aku sayang sama kamu," bisik Reynaldi di telinga Melani. Dia sengaja berbicara seperti itu, meskipun sang istri belum membuka matanya. Reynaldi mencium tangan sang istri, dan melabuhkan kecupan di kening sang istri.


Perlahan Melani membuka matanya, dan melihat sang suami yang selalu setia mendampingi dirinya.


"Alhamdulillah kamu sudah sadar. Kamu tahu tidak, kalau kamu membuat aku khawatir. Aku sudah mengurus kepindahan kamu ke ruang perawatan. Dokter menyuruh kamu di rawat dulu beberapa hari. Agar lebih jelas semuanya. Mereka akan melakukan tindakan observasi. Gak apa-apa ya? Yang penting kamu sehat dulu, jangan pikirkan pekerjaan dulu! Tadi aku juga sudah menghubungi mama kamu, memberi kabar kalau kamu masuk rumah sakit. Orang tua kamu mau ke sini katanya, menengok kamu," ungkap Reynaldi.


"Kenapa kamu menghubungi mereka? Aku tak ingin membuat mereka khawatir," ucap Melani. Dia benar-benar tak memiliki kekuatan. Matanya seakan terpejam. Dia berada di fase sangat lelah, selama ini dia tak pernah memikirkan kesehatannya. Selalu sibuk dengan pekerjaannya sampai kehidupannya tak teratur.

__ADS_1


"Maaf, aku tadi panik banget. Takut terjadi sesuatu sama kamu. Aku ingin orang tua kamu tahu, agar tak terjadi kesalahan. Melihat kamu tadi, pikiran aku benar-benar kacau banget. Alhamdulillah sekarang kamu sudah sadar. Suhu tubuh kamu juga sudah mulai turun, gak demam. Tadi tubuh kamu panas banget. Semoga segera stabil kamu. Dokter bilang tadi tekanan darah kamu sangat rendah, denyut jantung kamu juga lemah. Nanti, setelah kamu sehat. Kamu harus kurangi aktivitas kamu ya! Pikirkan juga kesehatan kamu! Katanya, kamu juga ingin punya anak 'kan? Mulai sekarang, mulai di jaga pola hidup kamu. Sekarang 'kan sudah ada aku, yang akan selalu memperhatikan kamu. Aku seperti ini, karena aku sayang sama kamu," ucap Reynaldi dan Melani mengiyakan. Dia tampak tersenyum, karena suaminya begitu menyayangi dirinya. Reynaldi juga begitu perhatian.



__ADS_2