
Kecemburuan Viona semakin bertambah, melihat suaminya dengan Meli. Bahkan kemarin malam Viona sempat melihat suami dan Meli dengan posisi begitu intim. Membuat pikiran Viona tentang hubungan Meli dan suaminya semakin buruk. Rasa takut akan kehilangan suaminya yang direbut oleh wanita lain. Bahkan hal itu membuat dirinya tidak bisa tidur.
"Aku tak akan tinggal diam, jika melihat mereka bermesraan kembali," ucap Viona geram. Dulu dirinya sebagai pelakor di dalam rumah tangganya Reynaldi dan Nisa, dan saat ini dirinya merasa kesal berada di posisi Nisa.
Dirinya kini berada di posisi Nisa, yang hanya bisa menahan rasa sakit karena dikhianati. Bahkan ini lebih menyakitkan, dia harus melihat langsung dan mengantarkan suaminya untuk pergi bersama wanita lain. Dia hanya bisa menatap sampai suaminya berlalu. Viona mulai merasa jenuh, hanya diam di kosan. Karena tak lagi bekerja.
"Kak, Meli suka sama Kak Reza," tiba-tiba saja Meli mengungkapkan perasaan kepada Reza. Dengan tak tahu dirinya, dia menyatakan cinta kepada suami orang.
"Ma-maksud kamu apa?" tanya Reza untuk mempertegas. Tentu saja hal itu membuat Reza merasa terkejut dengan penuturan Meli.
"Jangan munafik, Kak. Aku tahu kalau Kakak juga sebenarnya suka sama Meli. Iya, 'kan?" sindir Meli.
Ucapan Meli membuat Reza menengok ke arahnya, bahkan menepikan mobilnya di pinggir jalan. Netra mereka saling bertemu, dan bahkan posisi mereka saling berhadapan. Dengan beraninya Meli melingkarkan kedua tangannya di leher Reza dan perlahan wajah keduanya semakin mendekat, tidak menyisakan satu inci pun jarak antara keduanya.
Gila, memang gila. Reza pun tak mampu menahan perasaannya. Entah saat ini dirinya harus merasa senang atau merasa tak suka dengan sikap Meli yang begitu berani. Parahnya, ucapan Meli membuat jantung Reza berdegup sangat kencang. Dengan posisi yang begitu intens. Dia tak menyadari kalau sikap mereka, ada membuat Viona tersakiti.
"Kamu benar, Mel. Kakak memang menyukai kamu, karena kamu juga sebenarnya yang menggoda Kakak lebih dulu," jelas Reza.
"Meli menyukai Kak Reza sejak pertama kali Meli bertemu Kak Reza. Bolehkah Meli mencintai Kak Reza?" tanya Meli dengan deru napas yang memburu dan menuntutnya untuk segera menempelkan bibirnya mungilnya kepada laki-laki yang ada di hadapannya itu.
"Tentu saja," sahut Reza. Dia pun akhirnya tergoda.
Reza menarik tengkuk Meli hingga keduanya berciuman. Awalan hanya menempel saja, tetapi lama kelamaan ciuman itu semakin menuntut. Bahkan menjadi sebuah ******* yang begitu nikmat.
__ADS_1
Semenjak itu, hubungan mereka semakin menggila. Mereka kerap membuat janji di luar, tanpa sepengetahuan Viona saat hari Sabtu dan Minggu. Seperti hari ini. Meli berpura-pura pamit akan ke Bandung, sedangkan Reza pamit kepada Viona dengan alasan harus tugas keluar kota.
Kini Viona hanya bisa menerima karma atas apa yang dia perbuat dulu. Tentu saja hal itu membuat Viona merasa ketakutan, karena apa yang dilakukan Reza sama halnya yang dilakukan Reynaldi dulu saat bersamanya.
"Kamu pasti bohongi aku 'kan? Bilang saja sebenarnya kamu sudah janjian sama si Meli 'kan?" protes Viona.
"Kamu itu apa-apa si? Aku ini harus berangkat keluar kota, karena ada urusan penting ke sana. Suami bekerja keras mencari uang, kamu justru menuduh aku. Istri macam apa kamu? Makanya, kamu itu di kosan jangan terlalu banyak menonton tayangan ikan terbang. Pikiran kamu menjadi sempit. Bawaannya curiga terus," ujar Reza.
Viona terdiam dan berpikir.
"Apa benar dengan yang diucapkan Reza ya? Apa karena aku terlalu ketakutan, dia mengkhianati aku seperti yang aku lakukan dulu dengan Reynaldi? Apa semua ini hanya sebuah ketakutan aku saja?" Viona bermonolog dengan hatinya.
"Ya sudah, aku berangkat dulu ya. Takut terlambat. Jangan berpikir macam-macam! Kalau kamu merasa jenuh, karena aku tak ada. Kamu menginap saja di rumah Mama, besok aku jemput kalau aku sudah pulang," ucap Reza.
"Mengapa perasaanku tak enak ya? Tapi masa iya Reza mengkhianati aku? Dia mencintai aku, tak mungkin dia mengkhianati aku. Bahkan permintaan mamanya saja untuk menceraikan Viona, ditolak oleh Reza.
Namun, jika sudah seperti ini. Reza pastinya akan melupakan istrinya, karena saat ini dirinya sedang berbahagia.
"Meli senang sekali Kak Reza mau mengajak Meli berjalan-jalan ke puncak," ungkap Meli yang kini meletakkan kepalanya di bahu Reza. Reza sudah berencana ingin mengajak Meli menginap di hotel.
"Iya, Kakak juga senang bisa jalan-jalan sama Meli," sahut Reza. Tanpa diduga, Meli memberikan kecupan di pipi Reza.
"Nakal ya kamu sekarang, berani menggoda aku," sindir Reza kepada Meli dan justru membuat Meli tersenyum.
__ADS_1
Mereka terlihat sangat bahagia. Tepatnya bahagia di atas penderitaan Viona. Selingkuh, diselingkuhi adalah kata yang tepat untuk menggambarkan tentang Viona saat ini.
Jika dulu, dirinya yang tersenyum bahagia. Kini dirinya yang harus merasa gelisah dan sedih. Ditinggal suaminya. Meli tak benar-benar pamit pulang kampung, dia hanya berpura-pura ikut Reza sampai terminal.
Cinta hadir karena sering kali bersama. Perasaan itu tumbuh begitu saja yang dirasakan Reza dan juga Meli. Hati tak mampu dibohongi. Mereka saling mencintai, meskipun mereka tahu. Apa yang mereka lakukan adalah salah.
"Nanti, kalau Kak Viona tahu. Pasti dia akan marah sama aku," ujar Meli.
"Iya, pasti. Makanya untuk sementara waktu, kita harus merahasiakan hubungan kita dari istri Kakak dulu. Sabar ya," pinta Reza.
"Iya, Kak. Lagi pula Meli belum mau menikah, Meli masih ingin berkarier. Hanya saja, Meli ingin selalu dekat dengan Kakak. Meli sayang Kakak," ungkap Meli dan Reza menganggukkan kepalanya.
Mereka memutuskan untuk bermalam bersama, menginap sebuah Villa. Malam ini menjadi malam yang indah untuk Reza dan Meli. Mereka saling berpelukan mesra. Meluapkan perasaan cinta mereka, seakan keduanya tak ingin berpisah.
"Mel, Kakak angkat telepon Kak Viona dulu ya," ucap Reza dan Meli menganggukkan kepalanya.
"Iya, Yang. Maaf ya, aku baru sempat mengangkat telepon dari kamu. Soalnya aku tadi langsung sibuk banget. Oh ya, kamu di kosan apa ke rumah Mama?" tanya Reza kepada istrinya.
Viona memutuskan untuk ke rumah orang tuanya, karena merasa jenuh di kosan sendiri. Hatinya sejak tadi merasa gelisah, dia takut karma akan terjadi kepadanya. Perbuatan dia di masa lampau, akan berbalik kepadanya.
"Semoga semua ini hanya perasaan ketakutan aku saja, takut kehilangan dirinya," gumam Viona dalam hati.
Sepanjang perjalanan, dia berpikir. Apa yang harus dia lakukan, jika suaminya benar selingkuh dengan Meli. Tentu saja tak akan ada wanita yang tahan untuk dimadu. Padahal dulu, saat bersama Reynaldi. Dia begitu tega, ingin menjadi madu di pernikahan Nisa dengan Reynaldi.
__ADS_1