
Kini keduanya sudah berada di sebuah hotel berbintang lima. Melani sudah memesan kamar yang sangat mewah untuk malam pertama mereka. Jika selama ini seorang laki-laki yang mempersiapkan, kini justru semua terbalik. Melani 'lah yang mempersiapkan semuanya.
Setelah beberapa bulan menduda, dan tak merasakan nikmatnya bercinta. Malam ini akan menjadi malam yang indah bagi Reynaldi, dia tak kesepian lagi. Sudah ada Melani yang akan menemani hari-harinya.
Reynaldi merasa canggung, tak sepertinya. Dia justru merasa gugup, dan malu untuk memulainya. "Mengapa kamu hanya diam saja? Apa kamu tak menginginkan aku?" Tegur Melani.
Reynaldi tak seperti laki-laki lain yang pastinya sangat agresif, setelah resmi menikah. "Aku ini sudah halal untukmu, dan kamu boleh menikmati tubuhku! Kamu itu sekarang sudah resmi menjadi suami aku. Jangan sungkan lagi padaku! Kita bukan sedang di kantor! Aku bukan atasan kamu," protes Melani lagi.
Mendengar penuturan Melani, tentu saja Reynaldi tak akan melewati kesempatan emas ini. Laki-laki mana yang tak akan tergoda, jika melihat wanita cantik dan seksi di hadapannya. Terlebih wanita itu sudah resmi menjadi istrinya.
Reynaldi akan mulai menjalankan tugasnya sebagai seorang suami. Dia kini sudah berdiri berhadapan. "Bagaimana kalau kita mandi bersama?" Tanya Reynaldi dan Melani menganggukkan kepalanya.
Mereka tak langsung mandi. Reynaldi memberanikan diri, mendekatkan wajahnya dengan wajah Melani. Perlahan bibirnya menempel di bibir wanita yang sudah resmi menjadi istrinya. Setelah itu, Reynaldi mulai **********. Ciuman pun terjadi.
Melani pun membalasnya, ciuman mereka semakin bergairah. Reynaldi menarik sedikit tengkuk istrinya untuk memperdalam ciuman mereka. Lidah mereka saling membelit satu sama lain. Tangan mereka saling bertukar. Reynaldi membuka satu persatu kancing kebaya Melani, dan Melani membuka kancing beskap yang Reynaldi kenakan.
Napas keduanya sudah memburu, keduanya sudah sama-sama bernap*su. Kini keduanya sudah membuat pasangan mereka dalam keadaan polos. Keduanya sudah melihat milik pasangannya secara keseluruhan.
"Kita mandi dulu ya!" ucap Reynaldi dan Melani mengiyakan.
__ADS_1
Reynaldi dan Melani kini sudah berada si kamar mandi, berendam di dalam bathtub. Keduanya sama-sama bergairah. Bercumbu mesra. Reynaldi mampu membuat Melani melayang. Terlebih Reynaldi dulu, memiliki nap*su yang besar.
"Kita lanjut di ranjang saja ya, Sayang," ucap Reynaldi sambil melabuhkan kecupan di kening Melani.
Mereka menghentikannya, dan sepakat melanjutkan di ranjang. Mereka saat itu hanya mandi bersama di bawah guyuran air shower. Mereka saling memandikan pasangannya. Tak merasa canggung lagi. Reynaldi tampak mere*mas bukit kembar Melani, membuat Melani mende*sah merasa nikmat.
Reynaldi terpaksa menghentikannya. Dia ingin melanjutkan di ranjang. Reynaldi langsung menggendong tubuh Melani ke ranjang, dia memperlakukan Melani dengan penuh kelembutan. Seperti yang dia lakukan kepada Nisa dulu. Melani pun merasakan hal yang berbeda, saat dirinya bercinta dengan laki-laki lain yang bukan suaminya.
Melani yang berpengalaman, tentu saja mampu mengimbangi sang suami yang notabenenya seorang duda yang sudah menikah dua kali. Melani ternyata lebih berpengalaman dari Nisa, dan bahkan Viona. Membuat Reynaldi terpuaskan. Saat miliknya, di manjakan dengan Melani. Desa*han pun keluar dari bibir Reynaldi. Dia tak lagi merasa canggung, meskipun Melani bosnya di tempat dia bekerja. Dia hanya ingin menjalankan tugasnya sebagai seorang suami.
"Sayang, aku mulai sekarang ya!" ucap Reynaldi dan Melani menganggukkan kepalanya. Dia pun sudah menginginkan yang lebih.
Awalnya, Reynaldi merasa ilfeel. Meskipun, dirinya juga bukan perjaka lagi. Tak mungkin Reynaldi menghentikannya, yang ada Melani akan merasa kecewa dengannya. Dia memang tak mengenal jelas siapa istrinya. Pertemuan mereka begitu singkat, tetapi Melani sudah langsung memaksa ingin menikah dengannya.
Reynaldi jadi merasa takut, kalau masa lalu sang istri senang bergonta-ganti pasangan. Tetapi, semua sudah terlanjur. Dia tak mungkin menceraikan Melani. Jika dia bercerai dari Melani, dirinya harus sia kehilangan pekerjaannya. Sulit bagi Reynaldi, untuk mencarinya.
"Hei, kenapa kamu berhenti?" Tegur Melani, saat melihat sang suami yang justru bengong. Tak melanjutkan lagi.
"Tidak—tidak apa-apa. Hanya saja, tadi aku sempat kepikiran Mamaku di rumah. Semoga saja baik-baik saja," ucap Reynaldi berbohong. Dia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya.
__ADS_1
"Oh, aku kira kau sedang memikirkan apa. Besok 'kan kamu bisa bertemu dia. Setelah kita pulang, kamu bisa membawa Mama kamu ke rumahku. Agar kamu bisa merasa tenang. Ayolah sekarang fokus dulu! Puaskan aku!" ucap Melani dengan cueknya. Meminta sang suami memuaskan dirinya. Padahal, tanpa dia meminta. Reynaldi pun akan memuaskan istrinya.
Akhirnya, Reynaldi melanjutkan permainannya. Dia kini berada di area sensitif istrinya. Reynaldi melebarkan kedua pangkal pahanya istrinya, untuk memudahkan dirinya bermain di area sensitif istrinya. Menyapu area sensitif istrinya, dengan lidahnya.
Desa*han keluar dari bibir Melani, dia begitu menikmati. Milik Reynaldi terlihat sudah turn on. Reynaldi pun akhirnya memulainya. Dia harus tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang suami yang baik. Memberikan nafkah batin.
Reynaldi mulai melebarkan kedua pangkal paha sang istri, dan mulai mengarahkan miliknya ke area sensitif istrinya. Kemudian membenamkannya. Setelah itu, Reynaldi mulai memompanya secara perlahan.
Namun, lama kelamaan. Dia pun mulai mempercepat permainannya. Keduanya semakin menggila, kelak tubuh pasangannya. Akan menjadi candu untuknya. Melani mendapatkan pelepasan, membuat Reynaldi ingin segera mendapatkan pelepasan. Hingga akhirnya, dia berhasil menyemburkan cairan hangat ke rahim Melani. Setelah sekian lama menahannya, akhirnya berhasil dilepaskan.
"Makasih ya, Sayang," ucap Reynaldi. Dia pun memberikan kecupan di pucuk kepala, kening istrinya.
Reynaldi mencabut senjatanya, dan membaringkan tubuhnya di sebelah sang istri. Reynaldi memilih memendamnya sendiri. Dia tak mungkin menanyakan tentang hal yang dia rasakan tadi kepada sang istri. Dia tak ingin merusak momen kebahagiaan dirinya dengan Melani. Reynaldi tak akan mempermasalahkan masa lalu sang istri, karena dia pun memiliki masa lalu yang buruk. Dia pikir, setiap orang pasti memiliki masa lalu yang berbeda.
Melani langsung bangkit, dan beranjak turun dari ranjang. Dia hendak membersihkan sisa-sisa percintaan dengan sang suami. Setelah Melani selesai, Reynaldi pun melakukan hal yang sama. Membersihkan sisa-sisa percintaan dengan sang istri.
"Aku pesan makanan ya! Pasti kamu lapar seperti aku. Kita 'kan habis berolahraga, mengeluarkan banyak tenaga," ucap Melani dan di iyakan oleh Reynaldi. Perut dia pun, sudah merasa lapar.
__ADS_1