Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Kebohongan Reynaldi


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 8 jam, kini Nisa dan Khanza sudah sampai di Stasiun Pasar Senen. Dari Stasiun, Nisa akan memesan taksi online. Mereka akan menempuh perjalanan ke rumah kurang lebih 1,5 jam.


"Bun, kok kita tidak di jemput Ayah?" tanya Khanza kepada sang bunda.


"Tidak, Sayang. Takutnya Ayah sedang sibuk. Jadi, kita pulang naik taksi online," sahut Nisa. Untungnya sang anak tak bertanya lagi. Kalau iya, Nisa pasti akan merasa bingung untuk menjawabnya lagi.


Traffic jalanan malam ini cukup padat untuk menuju rumah mereka. Khanza sudah tertidur nyenyak dalam pangkuan sang bunda. Sedangkan Nisa justru lebih memilih memperhatikan jalanan.


Akhirnya, mobil yang membawa Nisa dan Khanza sudah sampai di rumah orang tua Reynaldi. Nisa turun lebih dulu untuk meminta bantuan Bi Surti. Benar saja, mobil suaminya saat itu tak ada.


"Assalamualaikum."


Nisa mengucap salam, kemudian masuk ke dalam rumah. Saat itu Mama Ratih dan Papa Faisal sedang bersantai menonton tayangan TV.


Nisa berjalan menghampiri mereka untuk mencium tangannya. Seperti biasa, Mama Ratih menolaknya. Nisa berusaha menahan rasa sakit di hatinya. Nisa pamit untuk langsung naik ke atas, membawa Khanza ke kamarnya. Setelah meletakkan anaknya, dia kembali turun ke bawah menemui mertuanya.


"Kamu naik apa, Nis? Reynaldi tidak menjemput kamu ya?" tanya Papa Faisal.


"Naik taksi online, Pa. Nisa sengaja tak memberitahu kepulangan Nisa kepada Mas Reynaldi. Nisa ingin memberikan kejutan kepada Mas Reynaldi," sahut Nisa.


"Niatnya ingin memberi kejutan, justru dia yang mendapatkan kejutan karena suaminya tak ada di rumah," sindir Mama Ratih, dirinya terlihat sangat bahagia. Dia berharap, pernikahan anaknya dengan Nisa segera berakhir.


Papa Faisal langsung memberikan tatapan tajam ke sang istri, karena dia melihat perubahan wajah Nisa. Papa Faisal pun merasa geram dengan sikap Reynaldi sekarang ini.


"Pa, Ma, Nisa pamit dulu ya! Nisa mau mandi dulu dan beristirahat," ujar Nisa dan Papa Faisal langsung mengiyakan, sedangkan Mama Ratih justru memilih diam tak menanggapi ucapan menantunya.


Nisa menatap sekeliling kamarnya. Tak ada yang berubah, tetap sama saat dirinya berangkat. Berarti benar, apa yang diucapkan Bi Surti. Kalau suaminya tak pernah di rumah, saat dirinya tak ada.

__ADS_1


"Sebenarnya kamu di mana Mas, selama aku tak ada? Berarti memang benar ya Mas, kamu memiliki wanita simpanan? Tetapi siapa wanita itu? Semoga Allah segera menunjukkannya kepada aku," ucap Nisa lirih.


Nisa memilih untuk mandi, dan setelah itu langsung beristirahat menyusul sang anak. Dia berusaha untuk bersikap tak peduli.


Sedangkan Reynaldi sang suami, saat ini sedang asyik berduaan. Setelah menuruti keinginan kekasihnya. Mereka bersiap-siap untuk menonton bioskop, dan akan selesai pukul 12.00 malam WIB.


Selama pertunjukan, Viona tampak memeluk kekasihnya mesra. Membuat hasrat Reynaldi bergelora. Reynaldi menuntun tangan Viona untuk meraih miliknya, dan meminta Viona untuk mengulumnya.


Sesekali mereka pun berciuman mesra. Tangan Reynaldi pun tak tinggal diam, menyelusup masuk ke dalam blouse yang Viona kenakan. Hingga akhirnya, mereka membuat film sendiri tanpa malu.


"Jam berapa ini? Ternyata benar ya Mas, kamu itu memang seorang pembohong. Kamu justru merasa senang aku tak ada di rumah," ucap Nisa.


Pukul 01.00 dini hari, Nisa terbangun dari tidurnya. Dia berniat menghubungi suaminya, hatinya terasa gelisah. Dia sengaja menghubungi suaminya terus menerus untuk mengganggu suaminya. Rencananya berhasil, hal itu membuat Viona merasa kesal. Reynaldi menjadi tak fokus.


"Sini aku matikan saja ponsel kamu, biar tak ganggu kita," ujar Viona yang langsung merebut ponsel Reynaldi. Sedangkan Reynaldi hanya diam tak berkutik.


Keesokan harinya, saat itu jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Reynaldi belum juga kembali. Nisa terpaksa harus berbohong kepada anaknya. Kalau sang ayah belum bisa pulang.


Sang ayah masih dalam pelukan wanita lain. Dia benar-benar melupakan anak dan istrinya. Baru sore hari, dirinya berniat untuk pulang.


"Ay, aku siap-siap pulang ya. Besok Nisa sudah pulang, aku harus pulang sebelum dia sampai. Paling tidak, aku harus menginap malam ini di rumah. Agar dia tak curiga," jelas Reynaldi.


"Ya sudah mau bagaimana lagi. Memang aku selalu kalah sama dia," gerutu Viona.


Padahal, selama Nisa tak ada. Reynaldi sudah memberikan semua waktu, perhatian, dan cintanya hanya untuk dirinya. Berusaha menyenangkan hatinya. Hubungan mereka seperti pasangan suami istri.


Lama kelamaan Viona semakin menuntut lebih. Menguasai Reynaldi dari pada Nisa istri sah nya. Bahkan, jika Reynaldi tak juga meninggalkan Nisa. Viona berencana akan merebut Reynaldi secara paksa.

__ADS_1


Reynaldi baru saja sampai rumah, dirinya tak tahu kalau istri dan anak sudah kembali sejak kemarin.


"Pasti setelah ini akan ada perang dunia ketiga. Bagus deh, syukur-syukur wanita itu minta cerai. Pasti sih Reynaldi sudah jatuh cinta kembali sama Viona," ucap Mama Ratih dalam hati. Senyuman terbit di sudut bibirnya.


"Pastilah Reynaldi akan memilih Viona dari pada wanita kampungan seperti kamu," ucap Mama Ratih lagi dalam hati.


Berbeda dengan Mama Ratih yang sangat mendukung perceraian Reynaldi dengan Nisa. Papa Faisal justru sangat marah dengan sang anaknya..


"Dari mana saja kamu? Baru pulang sekarang. Kau tahu tidak? Istri dan anak kamu sudah pulang dari kemarin, kamu belum pulang juga," cerocos Papa Faisal membuat Reynaldi melongo.


"Maksud Papa Nisa dan Khanza, sudah pulang?" tanya Reynaldi untuk meyakinkan. Karena setau dia, istrinya baru akan pulang hari Senin.


"Iyalah. Memangnya kamu punya istri dan anak lagi selain mereka?" sahut Papa Faisal ketus.


Benar saja, tak lama kemudian Khanza keluar dari kamar dan menuruni anak tangga. Kemudian langsung berteriak memanggil nama ayahnya.


"Khanza kangen sama Ayah," rengek Khanza yang langsung memeluk tubuh sang ayah.


"Ayah juga kangen sama Khanza. Kok kamu sudah pulang? Kemarin Bunda bilang kalian baru pulang hari Senin. Terus, Bunda kok tidak kabarin Ayah. Untuk memberitahu kalau kalian sudah pulang," ujar Reynaldi.


Reynaldi berusaha untuk tenang. Dia yakin kalau Nisa pasti akan marah besar kepadanya. Seperti biasa Reynaldi akan berpura-pura kepada istrinya. Agar istrinya tak marah.


"Sayang, kamu kok pulang tak mengabari aku? Kemarin kamu bilang, kamu baru pulang hari Senin. Mengapa tiba-tiba mendadak pulang," ujar Reynaldi yang langsung melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya.


"Sudahlah Mas, tak perlu basa-basi yang akhirnya basi. Apa tidak cape Mas, kamu kerjaannya bohong terus?" sindir Nisa.


Sambil menunggu up, mampir yuk di karya author Chika Ssi😍

__ADS_1



__ADS_2