Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Permintaan Mama Ratih


__ADS_3

Sebelum pulang ke rumah, Rey memutuskan untuk membelikan sang mama makanan terlebih dahulu. Rey menepikan motornya di sebuah warung makan padang. Dia langsung memesan tiga bungkus nasi rames untuk dirinya, sang mama, dan juga sang ART yang selalu setia kepadanya.


Setelah membelinya, Rey melanjutkan perjalanannya menuju kontrakan dia tinggal. Rey harap, Melani benar-benar serius menjalani pernikahan dengannya. Rey ingin, pernikahan ini menjadi pernikahan terakhir di dalam hidupnya.


Rey baru saja sampai di kontrakan, dia langsung memarkirkan motornya di halaman teras kontrakannya. Kemudian, dia langsung masuk ke dalam, memberikan bungkusan itu, dan meminta sang ART untuk menyiapkan makan untuk sang mama. Rey memilih untuk langsung mandi, dan berganti pakaian.


"Rey, sudah pulang kamu?" Panggil sang mama. Saat Rey datang, sang mama lagi tidur. Saat mendengar suara anaknya, dia langsung terbangun. Dia ingin tahu, apakah benar sang anak sudah pulang.


"Iya, bu. Pak Reynaldi sudah pulang. Tapi, sekarang dia lagi mandi dulu," ucap sang ART.


Setelah mandi dan berpakaian. Rey langsung menghampiri sang mama. Dia memberitahu, kalau dirinya membawa nasi padang. Rey menawarkan sang mama untuk di suapi makan.


"Iya, mama mau," sahut sang mama.


Rey langsung mengambil makanan sang mama dari sang ART. Kemudian Rey langsung menyuapi sang mama dengan telaten. Dia masih berharap, kalau sang mama bisa sehat kembali. Dia merasa tak tega melihat kondisi sang mama yang seperti itu.


"Tadi gimana, pertemuan kamu sama Khanza? Apa dia setuju dengan pernikahan kamu?" Tanya mama Ratih kepada sang anak, mengawali pembicaraan. Di sela-sela waktu dia makan.


"Alhamdulillah, Khanza setuju. Dia serahkan semuanya kepada aku. Dia ingin melihat aku hidup bahagia," sahut Reynaldi.


Mama Ratih bersyukur, berarti sudah tak ada halangan lagi untuk sang anak segera menikah. Dia ingin sang anak mendapatkan kebahagiaan kembali. Meskipun, dia belum pernah bertemu dengan Melani calon menantunya. Dia berharap, calon menantunya itu benar-benar mencintai anaknya. Seperti yang dikatakan anaknya kepadanya.

__ADS_1


"Sudah Rey! Mama sudah kenyang!" Ujar Mama Ratih. Rey menghentikan menyuapi sang mama. Dia langsung memberikan air putih kepada sang mama.


"Rencananya, kapan kalian menikah Rey? Apa kamu bisa mempertemukan mama dengan calon menantu mama sebelum kalian menikah? Ada hal yang ingin mama bicarakan sama dia," ucap Mama Ratih.


"Iya, nanti Rey coba bicarakan sama Melani ya. Hari ini meminta dia untuk datang ke sini. Sebenarnya, Rey malu kalau dia ke sini. Kondisi kita seperti ini Ma, takutnya dia ilfeel. Tapi, jika mama maunya seperti itu. Rey akan berusaha untuk menuruti permintaan mama," sahut Rey.


"Iya sih, malu. Apalagi kamu bilang, dia orang kaya. Takutnya, dia merasa jijik ke tempat kumuh seperti ini. Benar kata kamu, yang ada dia nanti berubah pikiran. Ya, meskipun kamu sudah bicara jujur padanya. Tak ada yang kamu tutupi dari dia," ucap Mama Ratih dan Rey mengiyakan.


Rey akan mencoba memikirkan hal ini dulu, dia tak ingin salah jalan seperti dulu. Rey pamit untuk makan. Tadi, saat Nisa menawarkan makan bersama, dia menolaknya, dan dia baru sempat makan sekarang


"Bi, itu yang satu untuk kamu ya!" Ujar Reynaldi kepada sang ART.


Reynaldi langsung mengambil jatah nasi padang miliknya, dia langsung melahapnya. Tak butuh waktu lama, dia sudah selesai melahapnya. Setelah selesai makan, Rey langsung menghisap rokoknya sambil berpikir untuk apa yang harus dia lakukan. Sebenarnya, harusnya memang seperti itu. Melani harus bertemu mamanya, untuk saling kenal. Melani bukan hanya mengenal dirinya saja, dia juga harus mengenal sang mama.


Rey melakukan panggilan telepon dengan Melani. Mendengar ponselnya berdering, Melani langsung menerima panggilan telepon itu. Saat itu Melani sedang di salon, melakukan perawatan tubuh.


"Assalamualaikum." Rey mengucap salam.


"Waalaikumsalam. Iya, Rey. Ada apa?" Ujar Melani.


Rey langsung mengatakan, kalau sang mama ingin bertemu dengannya. Sang mama ingin mengenal dirinya, sebelum mereka menikah. Melani mengiyakan. Dia akan datang, setelah selesai dari salon. Satu jam lagi dia sudah selesai, dan berjanji akan langsung ke rumah Rey.

__ADS_1


"Nanti, kalau aku sudah di depan. Aku hubungi kamu ya! Soalnya, aku kan enggak tahu kontrakan kamu. Oh, iya. Mama kamu suka apa? Biar aku belikan sekalian, sebelum ke tempat kamu. Sebentar lagi, mama kamu kan jadi mertua aku. Aku harus bisa dong mengambil hati mama kamu," ucap Melani sambil terkekeh, Rey tampak tersenyum mendengar penuturan Melani.


"Apa saja, terserah kamu! Kamu sudah berusaha baik dan menerima mama aku saja, aku sudah senang. Makasih ya, kamu mau menerima aku apa adanya. Meskipun, aku banyak kekurangannya," ucap Reynaldi.


Mereka mengakhiri panggilan telepon mereka. Sudah dua jam lamanya dia di salon, hanya tinggal pedicure medi cure. Setelah selesai, dia langsung pulang. Melani langsung melajukan kendaraannya menuju kontrakan Reynaldi. Namun sebelumnya, dia berhenti dulu di sebuah toko roti dan kue. Melani langsung memarkirkan mobilnya di parkiran toko roti dan kue.


Melani membeli dua dua brownies, dan 1 dus roti beraneka rasa. Dia ingin mengambil hati calon ibu mertuanya. Melani melajukan kembali kendaraannya, menuju kontrakan Reynaldi. Sesampainya di gang kontrakan Reynaldi, Melani langsung menghubungi Reynaldi.


"Ok, tunggu sebentar ya! Aku keluar sekarang," ucap Reynaldi.


"Ma, Melani sudah datang. Dia sudah di depan, Rey jemput dulu ya ke depan gang," ujar Rey dan sang mama mengiyakan.


Rey saat itu hanya memakai celana pendek selutut dan juga kaos oblong. Dia bergaya apa adanya. Tak ada yang dia tutupi. Reynaldi langsung berjalan keluar menemui calon istrinya. Dari segi penampilan, Melani dan Rey sangat berbeda. Melani selalu berpenampilan glamour dan seksi. Dia memang wanita yang cantik dan anggun, sangat berbeda dengan kedua mantan istrinya.


"Maaf, jika nantinya kamu kecewa dengan keadaan aku. Tapi, inilah aku dengan kesederhanaan aku. Jika kamu tak mau pun, aku tak masalah. Kamu bisa mundur, untuk menikah dengan aku. Tak ada yang ingin aku tutupi dari kamu, aku ingin di mulai dengan kejujuran," ucap Reynaldi apa adanya.


"Tenang saja! Semua tak akan mengubah keputusan aku untuk menikah dengan kamu. Justru akan membuat aku semakin yakin, kalau kamu adalah calon suami aku yang tepat," sahut Melani. Tentu saja Reynaldi tersenyum mendengar penuturan Melani.


"Rey, gandeng aku dong! Kamu enggak romantis! Mulai sekarang, belajar untuk perhatian dengan aku dong!" Protes Melani. Saat Rey terlihat cuek, hanya berjalan berdampingan.


"Iya, maaf. Aku akan mulai belajar," sahut Rey.

__ADS_1


"Gitu dong! Wanita itu butuh perhatian, agar merasa di cintai," ucap Melani dan Reynaldi menganggukkan kepalanya. .



__ADS_2