Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Sidang Perceraian


__ADS_3

"Akhirnya, sebentar lagi Reynaldi akan bercerai dengan wanita itu," ucap Mama Ratih. Selangkah lagi cita-citanya selama ini akan terkabul.


Mama Ratih baru saja menerima amplop berisi surat dari pengadilan, surat panggilan untuk Reynaldi mengikuti sidang tahap pertama. Kebencian akan menghancurkan hidupnya.


"Rey, ini ada surat untuk kamu," ujar Mama Ratih saat sang anak menuruni anak tangga.


Reynaldi berjalan mendekati sang Mama, dan duduk di sebelahnya. Tangannya bergetar kala melihat amplop dari pengadilan. Dirinya langsung lesu, kala mengingat perceraian tak bisa dihindari lagi.


"Sudah, langsung saja sidang putusan! Tak ada lagi yang perlu diperbaiki. Nisa sudah tak baik sama kamu. Lagi pula dia juga tak akan mau kembali sama kamu. Lebih cepat, lebih baik!" cerocos Mama Ratih. Sedangkan Reynaldi terlihat terdiam.


"Iya, Ay. Jadi kita bisa menikah secara resmi, kalau kamu sudah bercerai," sahut Viona yang ikut bicara.


Hari ini akan di gelar, sidang perceraian Nisa dan Reynaldi. Nisa tampak sudah bersiap-siap untuk datang ke sidang pertama dirinya dengan Reynaldi. Mba Rania akan hadir sebagai saksi, Khanza pun akan hadir mendampingi sang Bunda.


"Bukti-buktinya jangan lupa di bawa Nis, agar memberatkan Reynaldi di persidangan. Kalau perlu, hakim langsung ketuk palu saja. Memutuskan, kalian resmi bercerai," ujar Mba Rania.


"Iya, Mba. Nisa juga maunya begitu. Biar Nisa bisa cepat ke Yogya. Tak adalagi yang perlu di pertahankan lagi. Nisa sudah yakin untuk bercerai," jawab Nisa.


Mereka sudah dalam perjalanan menuju pengadilan agama akan berlangsung. Reynaldi pun sudah dalam perjalanan menuju pengadilan, dengan di dampingi Mama dan juga Viona. Viona berdandan maksimal, dengan bangganya dia berhasil memenangkan persaingan ini. Dia berhasil memiliki Reynaldi seutuhnya.

__ADS_1


Rey dan Nisa sudah duduk bersebelahan. Sidang pun di mulai. Nisa terlihat cuek, hatinya terasa sakit. Membuat dia mati rasa. Rasa cintanya kini berubah menjadi benci. Terlebih hari ini, Reynaldi dengan teganya membawa Viona ke persidangan.


"Semoga Allah membalas setiap rasa sakit yang aku rasakan saat ini. Sekarang kamu bisa tersenyum bahagia di atas penderitaan aku, tapi aku yakin kalau Allah tidak tidur. Suatu saat kalian akan merasakan kehancuran seperti yang aku rasakan saat ini," ucap Nisa lirih. Ingin rasanya, air matanya menetes. Namun Nisa berusa keras untuk menahannya, Nisa tak ingin terlihat lemah di hadapan mereka.


"Dasar wanita tak tahu malu, berani-beraninya dia ikut di persidangan mereka. Benar-benar keterlaluan Reynaldi. Tak punya perasaan. Padahal mereka belum resmi bercerai, dan saat ini ada Khanza. Dengan cueknya dia membawa wanita ular itu," umpat Mba Rania. Apa yang Reynaldi lakukan, membuat Khanza semakin membenci sosok ayahnya. Karena tega menyakiti hati bundanya.


"Hakim ketua, apa tak bisa sidang ini di percepat? Sepertinya sudah tak ada lagi yang kami perbaiki. Semua sudah jelas. Bukti perselingkuhan sudah saya berikan, dan bahkan bukti nyata pun sudah sangat jelas. Laki-laki yang berada di sebelah saya, dengan berani membawa wanita selingkuhannya ke sini," ucap Nisa tegas.


Semua orang yang berada di persidangan, langsung menertawakan Viona. Memperolok Viona, membuat Viona merasa geram. Situasi persidangan menjadi ramai, membuat Hakim ketua meminta untuk tenang.


"Dasar wanita murahan, mau saja di jadikan selingkuhan," sindir Mba Rania. Membuat Viona memberikan tatapan tajam.


"Ok, sekarang lo bisa tertawa bahagia. Gue ingin lihat beberapa bulan kemudian. Apa suami tukang selingkuh, masih bertahan sama lo. Kalau dia sudah bosan, dia juga bakal nendang lo. Jangan senang dulu lo. Selamat datang kehancuran, gue yakin hidup lo tak akan tenang di dunia," ucap Mba Rania.


"Saya mohon, semua harap tenang! Tolong hargai pengadilan! Kalian tak bisa memutuskan sendiri! Kita break dulu, 10 menit. Kami akan merundingkan kasus ini dulu," ujar sang Hakim ketua.


"Semoga saja Hakim ketua mengabulkan permintaan kamu Nis, biar kamu segera terlepas dari laki-laki breng*sek itu," ucap Mba Rania. Nisa tampak menenggak air minum mineral kemasan, untuk menenangkan.


Nisa merasakan cinta suaminya telah hilang untuknya. Reynaldi terlihat cuek, menganggap Nisa seperti orang musuh. Bahkan kepada anak kandungnya, Reynaldi terlihat tak peduli. Jangan pernah salahkan Khanza, jika dia membenci ayahnya.

__ADS_1


"Aku setuju, sidang ini langsung putusan hakim saja. Itu 'kan yang kamu inginkan? Kamu yang membuat aku kehilangan pekerjaan aku. Maka, jangan pernah berharap kalau aku akan menafkahi Khanza. Karena kamu yang membuat aku seperti ini," ucap Reynaldi.


"Iya, tak apa. InsyaAllah ada rezekinya untuk Khanza. Tapi ingat, memberikan nafkah kepada Khanza adalah kewajiban seorang bapak, meskipun kamu dan aku sudah bercerai. Jika kamu tak menjalankan kewajiban kamu, kamu akan berdosa," Nisa mencoba mengingatkan


"Reynaldi tak dosa dong, impas! Justru kamu yang dosa, membuat Reynaldi tak bisa menafkahi anaknya. Sekarang kamu tanggung resikonya. Jangan pernah minta uang Reynaldi lagi, lagi pula untuk apa. Mencium tangan ayahnya saat bertemu saja tidak. Tak ada rasa hormat kepada ayahnya. Padahal Khanza harusnya sadar, kalau tak ada Ayahnya, dia tak akan lahir ke dunia. Jadi ibu itu, jangan mengajarkan anak yang tak baik," ucap Mama Ratih yang membela anaknya.


Dia tak menyadari, kalau ucapan dia itu tertuju untuknya. Dialah yang membuat rumah tangga anaknya hancur dengan Nisa. Dia yang mendukung perselingkuhan anaknya.


"Setelah menimbang-nimbang dari pernyataan saksi dan bukti yang ada. Pengadilan memutuskan, kalau sidang putusan di percepat. Mengingat tak perlu lagi adanya sidang mediasi diantara keduanya. Kedua belah pihak sudah menginginkan perceraian. Maka, dari itu. Pengadilan memutuskan, pada hari senin, tanggal 21 Desember 2022, Reynaldi Saputra dengan Annisa Rahma resmi bercerai, berdasarkan putusan pengadilan nomor 21 garis miring 12 tahun 2022," ucap Hakim ketua.


Mama Ratih dan Viona langsung tersenyum puas. Inilah saat-sat yang mereka nantikan. Akhirnya, hari ini terwujud.


"Akhirnya, Reynaldi bisa terlepas juga dari wanita miskin itu," ucap Mama Ratih. Dia tak menyadari kalau dirinya sebentar lagi akan miskin. Roda kehidupan terus berputar, Nisa 'lah yang kelak akan hidup senang.


"Perjuangan hidupku segera di mulai. Aku harus bisa melewati semuanya demi Khanza," ucap Nisa dalam hati.


"Kamu pasti senang 'kan? Akhirnya kita resmi bercerai. Semoga kamu bahagia dengan pilihan hidup kamu, tolong titip Khanza," ucap Reynaldi.


"Iya Mas, pasti. Tanpa Mas suruh, aku pasti menjaga Khanza dengan baik. Terima kasih sudah mempercepat perceraian ini. Semoga Mas juga bahagia dengan pilihan Mas," ucap Nisa dan Reynaldi menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2