
Setelah dirinya merasa puas mengobrol dengan Mia, akhirnya Viona memutuskan untuk pulang ke kosannya. Keesokan harinya, dia melakukan aktivitas bekerja seperti biasa. Saat ini dia berusaha untuk tenang menjalani kehidupan, dia sudah mulai fokus untuk bekerja. Tetapi di lubuk hatinya yang paling dalam, dia masih sangat berharap agar Reynaldi bisa kembali padanya.
Di tempat yang berbeda, Reynaldi saat ini sedang melihat nomor Viona di kontak ponselnya. Ada pikiran terlintas di dirinya untuk menghubungi Viona. Meskipun sudah putus, dia masih ingin berteman. Dia pandangi terus nomor kontak yang telah di blokir oleh Viona. Ada perasaan rindunya untuk berbicara hanya sekadar mendengar suara Viona.
Lamunan Reynaldi terhenti, ketika ada pesan chat yang masuk ke ponselnya. Kemudian dia membukanya dan ternyata pesan itu dari Mia teman dia sewaktu SMA, sekaligus sahabat dari Viona.
"Rey, ini gue Mia. Lo sibuk tidak?" tulis Mia di pesan chat kepada Reynaldi.
"Ada apa, Mi? Nanti jam istirahat gue telepon balik lo ya," jawab Reynaldi.
Saatnya jam istirahat, Reynaldi langsung keluar ruangan dan mencari tempat yang enak untuk bisa menghubungi Mia. Reynaldi mencoba menghubungi Mia.
"Halo, Mi. Kenapa lo tadi menghubungi gue? Ada hal penting apa yang ingin lo bicarakan?" tanya Reynaldi.
Mia mulai menekan tombol rekam, karena dia berniat akan merekam semua percakapannya dengan Reynaldi sebagai bukti untuk Viona.
"Maaf, gue ganggu waktu lo sebentar! Gue denger lo memutuskan hubungan lo sama Viona? Memangnya kenapa, Rey?" tanya Mia.
Reynaldi sudah berpikir sejak tadi, pasti Mia akan membicarakan permasalahannya dengan Viona. Sebenarnya dia masih ingin bersama Viona, tetapi dia tak mungkin mengecewakan dan membohongi istrinya lagi.
"Begini ya Mi, gue ingin jelaskan semuanya ke lo. Memang benar gue sudah memutuskan hubungan gue sama Viona. Ini yang terbaik buat gue, Viona, dan istri gue. Karena gue tidak mau terus-terusan menyakiti keduanya. Gua ingin Viona melupakan gue. Gue sudah memilih istri dan anak gue. Tolong lupain gue, anggap saja tak pernah ada apa-apa yang terjadi di antara kita," Reynaldi mencoba menjelaskan kepada Mia.
"Oh iya, tolong sampaikan permintaan maaf gue sama Viona ya. Semoga dia bisa menemukan pengganti gue," ucap Reynaldi lagi.
"Oh gitu ya, oke deh Rey. Terima kasih atas waktu lo. Gue juga berharap Viona bisa mengerti keputusan dari lo. Biar dia bisa menjalani kehidupan selanjutnya. Karena gue yakin ini memang yang terbaik buat kalian," ucap Mia.
__ADS_1
"Oh, iya Mi. Bagaimana kabarnya Viona sekarang? Dia masih tinggal di kosan yang lama?" tanya Reynaldi kepada Mia.
"Dia sekarang sudah pindah kosan di dekat kantornya. Katanya dia ingin berusaha melupakan lo. Kalau dia masih di sana, katanya dia sulit untuk melupakan lo. Ya begitu deh, lo 'kan tahu sifat Viona. Kemarin saja dia menangis, saat ketemu gue dan cerita tentang lo. Gue yakin nanti juga dia akan terbiasa hidup tanpa lo," ungkap Mia.
Rumah tangga Reynaldi dan Nisa kini menjadi tenang, damai, dan tentram, setelah kepergian Viona di hidup mereka. Meskipun Nisa masih belum bisa memaafkan Reynaldi sepenuhnya. Tetapi dia berusaha untuk menikmati kebersamaannya dengan suaminya.
Mia berniat menghubungi Viona, untuk mengajak Viona bertemu.
"Halo, Na. Malam ini lo bisa ketemu sama gue tidak? Ada yang ingin gue omongin sama lo," ucap Mia.
"Ok, gue bisa Mi. Nanti malam kita ingin ketemu di mana?" tanya Viona.
"Malam ini lo datang ke Liverpool ya, gue mau mengisi acara di sana," sahut Mia.
Akhirnya mereka berdua sudah sepakat berjanji untuk bertemu. Viona sudah sampai di sana, dia mencari tempat untuk santai. Dia sudah memesan dua botol minuman alkohol. Malam ini dia benar-benar ingin melupakan semuanya. Dia sudah menenggak sedikit minuman yang sudah dipesan saat menunggu Mia.
Mia kembali ke bandnya, dan Viona mulai mendengarkan percakapan Reynaldi dengan Mia. Viona mulai mendengarkan dengan serius, sambil menenggak minuman yang sudah dipesan.
Hatinya terasa hancur berkeping-keping, sudah tidak ada lagi cela untuk mereka bersama. Reynaldi sudah benar-benar ingin pisah dengannya, dan lebih memilih istrinya.
"Dasar laki-laki bajingan! Tak tahu di untung. Kenapa si gue harus merasakan kecewa terus?" ucap Viona sambil terus menenggak minumannya. Tanpa sadar, dia sudah minum dua botol sampai dia mabuk. Viona tidak bisa menutupi perasaan kecewanya, dia terus menangis meratapi nasibnya.
Setelah Mia selesai mengisi acara, Mia langsung berjalan menemui Viona kembali. Viona sudah dalam keadaan mabuk, karena pengaruh minuman alkohol yang dia minum.
"Na, lo harus kuat jangan lemah seperti ini! Gue tidak mau melihat lo sedih seperti ini. Ingat masih banyak laki-laki baik di luar sana. Lo harus berusaha untuk ikhlasin Reynaldi! Dia tak baik buat lo," ujar Mia mencoba menenangkan Viona.
__ADS_1
Viona sudah tidak bisa mengucap apapun lagi, dia sudah dalam keadaan mabuk parah. Viona menangis di pundak Mia. Hatinya terasa sangat sakit.
"Ayo Na, kita pulang," ajak Mia.
Mia merasa kasihan melihat sahabatnya itu. Padahal dari dulu dirinya sudah mengingatkan kepada Viona, untuk tidak menjalin hubungan dengan Reynaldi. Namun, Viona tetap bersikeras. Hingga akhirnya seperti saat ini.
Mia memapah sahabatnya dan membawa Viona pulang dengan taksi online. Mia terpaksa harus mengantarkan sahabatnya ke kosannya.
"Ya ampun Na, kenapa lo seperti ini sih? Ingat, dunia belum berakhir, sadar Na!"
"Ay, kenapa kamu tega meninggalkan aku? Apa salah aku sama kamu," racau Viona.
Viona terlihat sekali frustasi berat, hingga dirinya tak mampu menatap dunia. Melihat hidupnya selanjutnya. Viona meneteskan air matanya, bahkan semakin lama semakin deras.
"Kasihan banget nasib lo Na, lo mencintai orang yang salah. Hingga akhirnya lo menderita seperti ini," ucap Mia.
Mia menatap wajah sahabatnya yang sudah tertidur pulas. Demi sahabatnya, dia rela menginap di kosan Viona. Mia merasa khawatir, kalau meninggalkan Viona dalam seperti itu.
Viona baru terbangun dari tidurnya, dan ternyata jam menunjukkan pukul 09.00 WIB. Viona tampak memegang kepalanya yang masih terasa berat. Dia mengambil ponselnya dari atas nakas.
"Ya ampun sudah jam 09.00 pagi. Sampai-sampai aku tak bekerja," gumam Viona.
Lagi-lagi dirinya telat bekerja. Semenjak putus dengan Reynaldi, dia kerap kesiangan jika berangkat bekerja. Kinerja dirinya di perusahaan menjadi tak baik.
Sambil menunggu up, mampir yuk di karya author Weny Hida di jamin seru.
__ADS_1