
Hari yang di nanti telah tiba, bahkan Abi sampai mengambil cuti, demi bisa menonton tayangan wawancara sang istri. Nisa dan Abi terlihat sudah duduk di ruang TV, menunggu acara di mulai.
"Ih, aku jadi malu deh nanti Mas lihat aku," ucap Nisa manja.
"Malu kenapa? Justru aku pasti sangat bangga melihat kesuksesan istriku," sahut Abi.
Rumah tangga Nisa dan Abi selalu terlihat harmonis, semakin hari rasa cinta mereka semakin besar. Berbeda halnya dengan pasangan Viona dengan Reynaldi, yang sering kali bertengkar. Karena sampai saat ini Reynaldi belum juga mendapatkan pekerjaan.
Kehidupan mereka semakin sulit, untungnya masih ada sisa uang dari penjualan rumah sang mama. Namun, jika terus menerus di gunakan dan tak memiliki penghasilan. Lama kelamaan uang itu pasti akan habis.
"Coba kamu usaha Vi, jualan sayur matang atau apa kek. Ada usahanya. Sekarang banyak lo ibu rumah tangga yang menjadi pengusaha sukses. Sini makanya kamu lihat wawancara eksklusif, peraih pengusaha wanita terbaik. Biar kamu termotivasi menjadi wanita yang sukses. Mumpung mama masih ada modal sedikit. Coba deh otak itu di pakai. Bukannya kamu dulu itu kuliah ya? Kok enggak punya pikiran maju si," sindir Mama Ratih, membuat Viona merasa kesal.
"Kenapa si harus aku terus yang diberi beban? Kenapa bukan anaknya?" gerutu Viona dalam hati.
Viona merasa kalau dia sering kali di pojokkan, dan dibebankan. Tubuhnya saja saat ini sering kali merasa lemas, rambutnya juga sudah rontok parah karena tak terurus. Dia juga sering merasa tak napsu makan. Mungkin karena tubuhnya merasa lelah, karena harus mengerjakan semua pekerjaan rumah. Ditambah lagi, sang suami yang kerap bersikap cuek padanya.
Acara bincang dengan pengusaha hebat, sudah di mulai. Mama Ratih terlihat begitu antusias, akhir-akhir ini dia memang lagi senang menonton tayangan berita tentang usaha kuliner, dan usaha lainnya. Untuk mencari inspirasi, informasi berbagai usaha.
"Sini kamu nonton! Kali saja kamu nantinya terinspirasi untuk membuka usaha! Rey, kamu nonton juga sini! Kalau kamu mencari pekerjaan merasa sulit, ya sudah usaha saja," ujar Mama Ratih. Dengan perasaan malas, akhirnya Rey dan Viona menuruti perintah Mama Ratih.
__ADS_1
"Baiklah, untuk mempersingkat waktu. Kami akan panggilkan pengusaha wanita terbaik tahun ini, kita panggilkan Ibu Annisa Rahmah," ucap sang pembawa acara.
Jantung Reynaldi seakan terhenti, saat mendengar nama pengusaha wanita terbaik itu. Yang namanya sama dengan nama mantan istrinya. Tentu saja hal itu membuat dirinya semakin penasaran. Ini hanya suatu kebetulan saja, atau memang benar mantan istrinya.
Kamera kini di arahkan ke seorang wanita cantik dan anggun yang sudah siap untuk di wawancara. Ketiga orang itu tampak melongo memandang layar TV, bahkan mata mereka sampai tak berkedip. Seakan biji mata mereka mau lepas.
Reynaldi tampak serius menatap wajah istrinya yang semakin cantik. Penyesalan Reynaldi tentu saja semakin menjadi.
"Bikin malu saja cerita masa lalu di umbar. Pintar banget cari simpatik orang. Siapa suruh, dia dulu melaporkan kamu," umpat Mama Ratih.
"Sia*lan! Si Nisa sekarang sudah hidup bahagia, terlihat senang juga," ucap Viona dalam hati.
"Sudahlah Ma! Rey heran sama Mama, kok masih saja membenci Nisa. Memangnya Nisa salah apa si sama Mama? Gara-gara Mama, Rey harus kehilangan Nisa. Sekarang Mama lihat 'kan? Hidup Nisa justru lebih bahagia. Rey benar-benar menyesal, karena dulu lebih memikirkan nap*su dan omongan Mama. Sekarang Mama lihat, hidup Rey sudah hancur. Nisa adalah wanita yang cerdas, yang sangat sempurna. Rey akui dia pantas meraihnya," ujar Reynaldi.
"Kamu benar-benar keterlaluan! Bisa-bisanya kamu membela dia, saat bersama aku," tegur Viona.
"Maafkan aku Ay, tapi inilah yang aku rasakan saat ini. Aku tak bisa membohongi perasaan aku, kalau aku masih mencintai Nisa," ujar Reynaldi.
"Tuh dengar! Si Nisa sudah nikah lagi, katanya lagi hamil anak kembar. Dengar tuh dia memuji suami barunya, yang katanya sangat sempurna dan lebih segalanya dari kamu. Tak ada gunanya kamu bela dia! Dia saja sudah melupakan kamu. Dasar wanita gatel, baru beberapa bulan bercerai dari kamu, sudah menikah lagi. Sudah jelas, cintanya dia kepada kamu tidak tulus. Kalau dia cinta sama kamu, tak mungkin semudah itu dia melupakan kamu," ucap Mama Ratih.
__ADS_1
Reynaldi tampak terdiam. Ada benarnya juga apa yang dikatakan sang Mama. Kalau Nisa mencintai dirinya, tak mungkin secepat ini dia menikah kembali. Bisa saja selama ini diam-diam Nisa sudah menjalin hubungan dengan laki-laki lain, di belakangnya.
"Kamu terlihat begitu bahagia Nis, bahkan saat ini kamu sedang mengandung anak kembar. Kehidupan kamu sudah enak. Berbeda dengan aku yang justru hidup menderita setelah perceraian kita. Aku harus merasakan menjadi pengangguran, dan sampai saat ini kami belum juga di berikan keturunan. Aku rindu momen kebersamaan kita dulu. Aku ingin kembali sama kamu. Tapi rasanya tak mungkin lagi, karena kamu sudah hidup bahagia bersamanya. Kamu pun pasti sudah sangat membenci aku, karena aku sudah menggoreskan luka di hati kamu," ucap Reynaldi lirih.
"Aku berdoa semoga mantan suami kamu dan mantan mertua kamu, melihat tayangan wawancara ini. Aku ingin tahu, apa reaksi dia? Aku yakin, mantan suami kamu pasti menyesal karena telah meninggalkan kamu," ucap Abi.
"Entahlah Mas, aku sudah tak peduli," sahut Nisa. Rasa sakit hatinya begitu besar, atas apa yang dilakukan suaminya dulu kepadanya. Tak pernah terpikir olehnya, untuk kembali kepadanya. Karena aku kini sudah mendapatkan pendamping hidup yang luar biasa, dan aku pun sudah hidup bahagia dengan kamu," jelas Nisa.
Abi langsung memeluk tubuh istrinya, memberikan kecupan di kening istrinya, dan mengucapkan terima kasih karena sang istri telah memilih dirinya sebagai pendamping hidupnya.
"Tuh Vi, kamu lihat 'kan? Wanita kampung saja, bisa sukses seperti itu. Masa iya, kamu yang orang kota kalah sama dia. Ayo secepatnya kalian punya anak, si wanita itu saja mau punya anak. Payah kamu," sindir Mama Ratih.
"Tuh dengar 'kan Ay? Mama kamu itu sudah menginginkan punya cucu. Kamu jangan menghindar terus, aku capek yang di sindir terus," cerocos Viona.
"Iya, nanti kita coba lagi ya. Semoga berhasil," ucap Reynaldi.
Reynaldi terlihat tak bersemangat, dia terlihat lesu. Viona dan Mama Ratih pun tahu. Mereka yakin, kalau saat ini pasti Reynaldi sedang memikirkan Nisa kembali.
"Lupakan wanita itu! Dia bukan jodoh kamu," ujar Mama Ratih.
__ADS_1
"Beruntung sekali wanita kampung itu bertemu laki-laki kaya terus," ucap Mama Ratih dalam hati.