Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Teror Viona


__ADS_3

Suara ponsel Nisa berdering. Tanda ada pesan chat yang masuk dari aplikasi WhatsApp.


Kemudian Nisa mengambil ponselnya dan langsung membuka pesan yang masuk ke ponselnya. Dia mengerutkan dahinya saat melihat pesan chat dari nomor yang tak dikenal.


"Eh, lo kapan cerai dari Reynaldi? Sini kasih ke gue kalau lo tak bisa mengurusnya," tulis Viona dipesan chat.


"Siapa kamu? Maaf saya tak ada urusan dengan kamu," jawab Nisa.


Nisa tampak menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Karena saat itu, jantungnya berdegup sangat kencang, dan tangannya sampai bergetar memegang ponsel.


"Gue Viona, kekasih suami lo," sahut Viona dengan bangganya. Hingga akhirnya dia memilih membongkar hubungan dirinya dengan Reynaldi.


Bagai tersengat petir di siang bolong. Hati Nisa terasa begitu sakit, seakan tertusuk pisau belati. Istilah kata yang dirasa Nisa saat ini, sakit tetapi tak berdarah.


"Aku tak akan pernah menceraikan dia sampai kapan pun, agar dia tak pernah kamu miliki! Kecuali, jika aku sudah merasa bosan dan tak membutuhkan dirinya lagi. Kau bisa mengambilnya seperti sebuah sampah yang tak ada harganya lagi. Mungkin lebih cocok dengan wanita murahan seperti kamu," sahut Nisa.


Rasa sakit dan emosi yang dia rasakan, membuat Nisa memiliki keberanian. Meskipun dirinya tak bisa menahan air matanya. Akhirnya meledak juga. Nisa mengetahui perselingkuhan suaminya dengan Viona. Selama ini suaminya berbohong kepadanya. Reynaldi pernah bercerita, kalau Viona adalah temannya.


"Dasar cewek sialan! Harusnya lo itu mikir, laki lo itu sayangnya cuma sama gue. Gue adalah wanita satu-satunya yang dia cintai. Mertua lo juga tak pernah menyukai lo. Dia hanya menginginkan gue yang menjadi menantunya. Harusnya lo sadar diri, lagi pula hubungan gue sama dia sudah jauh," ucap Viona dengan bangganya.


"Harusnya lo yang sadar diri, bukan gue! Mau gaya lo seperti apa, lo tetap saja pelakor. Perebut suami orang. Wanita murahan," umpat Nisa.

__ADS_1


Kata-katanya menjadi kasar, karena dia merasa terpojok dan terhina. Padahal dia adalah istri sah Reynaldi. Namun, Viona merasa menjadi wanita yang lebih unggul darinya.


"Lo itu benar-benar tak tahu malu ya jadi wanita. Dasar wanita tak punya harga diri. Harusnya, lo itu yang mikir! Kalau dia tidak sayang sama gue, kenapa dia selalu milih gue? Sudah jelas, dia itu lebih berat sama gue, buktinya sampai detik ini dia masih sama gue. Bahkan dia takut banget gue tinggalin," ucap Nisa ketus.


"Tanpa lo suruh, dan kalau gue mau. Sudah dari kemarin-kemarin dia gue tendang. Kasihan gue sama lo, laki-lakinya sudah tak mau, masih aja lo kejar terus," sindir Nisa.


Viona merasa kesal dan tidak terima. Ternyata tidak seperti yang dia pikirkan. Nisa sosok wanita yang berani, dan bahkan dengan lantang menghina dirinya.


Sekuat-kuatnya wanita, pasti Nisa akan merasa sedih mengetahui perselingkuhan suaminya. Meskipun sampai saat ini Reynaldi memang selalu memilihnya. Namun, Nisa juga teringat akan perlakuan Reynaldi dulu kepadanya. Semua karena hadirnya Viona di hidup suaminya.


Nisa tak mampu lagi membendung perasaannya lagi. Dia tidak tahu apa yang seharusnya dia lakukan. Nisa langsung mengirimkan pesan dari Viona kepada Reynaldi. Membuat Reynaldi merasa terkejut, saat membacanya.


"Kamu kenapa sih meneror Nisa seperti itu? Sudah berkali-kali aku katakan kepadamu, aku tak ingin Nisa tahu tentang hubungan kita. Aku tak ingin berpisah dengan kamu. Aku sudah jelaskan juga kepadamu, aku akan berbuat adil kepadamu," tulis Reynaldi di pesan chat.


"Adil apanya? Aku kesal sama kamu. Kamu kemarin pergi berdua 'kan sama wanita itu? Bahkan kalian berencana untuk memiliki anak kembali. Kamu juga selalu menghindar dari aku, sampai-sampai kamu blokir nomor telepon aku. Kamu bohong, katanya kamu ingin berbuat adil?" cerocos Viona.


"Apa artinya hubungan kita selama ini? Apa artinya kata-kata manis yang kamu ucapkan ke aku? kamu bilang, kamu mencintai aku dan tak mau kehilangan aku. Kamu tak mengerti perasaan aku Ay," ungkap Viona.


"Aku bilang sabar! Tak semudah itu, aku melakukannya. Aku memang sayang sama kamu, sampai detik ini aku juga tak mau kehilangan kamu. Namun, aku juga mencintai Nisa. Bagaimanapun, dia adalah wanita yang selama ini mengisi hari-hari aku saat kamu pergi dari hidupku dulu. Sudah banyak cerita indah di hidupku bersamanya, bahkan kami sudah memiliki anak," ungkap Reynaldi.


Memang sulit jika harus menjelaskan semuanya kepada Viona agar dirinya mengerti. Viona selalu menginginkan keinginannya terwujud. Dia merasa kesal dan geram dengan yang Reynaldi ucapkan. Dia merasa tidak terima, jika Reynaldi lagi-lagi membela Nisa.

__ADS_1


Tujuannya dia menelepon Nisa, karena dia ingin Nisa meninggalkan Reynaldi, Reynaldi juga bisa terbuka hatinya dan akhirnya meninggalkan Nisa. Namun nyatanya dia salah, justru dirinya yang merasa terluka. Mereka berdua tetap mempertahankan rumah tangganya.


"Lihat saja nanti, gue akan buat lo meninggalkan Reynaldi. Lo itu tak pantas untuknya. Lo cuma wanita kampungan," ucap Viona geram.


Viona berniat untuk menghancurkan rumah tangga Reynaldi dengan Nisa. Dia tidak ingin melihat mereka bersama dan hidup bahagia. Baginya, Reynaldi adalah miliknya untuk selamanya.


Seharusnya Viona bisa membuka mata hatinya bahwa hubungan dirinya dengan Reynaldi itu salah. Lebih baik dia memutuskan hubungan dengan Reynaldi, dan mencoba membuka lembaran baru dengan mencari laki-laki lain. Karena Reynaldi kini telah hidup bahagia bersama Nisa.


Viona hanya bisa meratapi hidupnya. Bukan hanya Nisa saja yang kini menangis, karena kecurigaannya selama ini ternyata benar. Viona pun sedang menangis, karena merasa apa yang dia lakukan selama ini tak ada artinya. Sampai kapan dia harus menjadi kekasih gelap Reynaldi.


Reynaldi memilih untuk izin pulang, dia yakin istrinya pasti saat ini sedang menangis. Dia juga merasa ketakutan, kalau sampai istrinya pergi meninggalkan dirinya.


"Rey, kamu kok pulangnya cepat? Kenapa?" tanya Mama Ratih. Kebetulan saat itu dirinya sedang bersantai menonton TV.


"Viona meneror Nisa, dia menceritakan perselingkuhan aku sama dia. Aku baru ingat, kok dia bisa tahu nomor telepon Nisa? Apa Mama yang kasih nomor telepon Nisa ke Viona?" tanya Reynaldi menatap tajam ke arah sang Mama.


"Kok kamu jadi menuduh Mama? Viona 'kan bisa saja mengambil nomor telepon Nisa di ponsel kamu, saat dia bersama kamu," ujar Mama Ratih. Dia tak ingin anaknya tahu, kalau semua ini karena ulahnya. Pasti Reynaldi akan mengamuk.


Sambil menunggu up, mampir yuk di karya author Ayi


__ADS_1


__ADS_2