Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Aqiqahan Azzam dan Azzura


__ADS_3

Hari ini adalah acara aqiqahan Azzam dan Azzura. Nisa, Khanza, Abi, kedua orang tua Abi, dan juga sang ART sudah bersiap-siap untuk berangkat ke panti asuhan tempat diadakan acara aqiqahan Azzam dan Azzura. Mba Rania beserta Nabila dan suami pun sudah datang, mereka akan ikut hadir di acara tersebut.


Segala persiapan telah dilakukan. Abi dan Nisa ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak di panti asuhan. Acara pengajian, akan dipimpin oleh pemilik panti asuhan. Untuk kue kotak, Nisa sudah memesan dari toko kue. Sudah diambil oleh Abi dan akan dibawa oleh mereka. Sedangkan untuk nasi kotak, akan dikirim langsung ke sana.


Mereka baru saja sampai di tempat acara. Mereka pergi dengan menggunakan mobil Nisa dan juga mobil Abi. Nisa tampak menggendong Azzura dan Mamanya Abi menggendong Azzam. Mereka disambut baik oleh pimpinan pondok pesantren. Nisa dan Abi tampak bahagia, karena keinginannya bisa terwujud untuk mengadakan aqiqah kedua anaknya di sana.


Acara pengajian di mulai. Di pimpin oleh pemilik panti asuhan dan pondok pesantren yatim.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kepada Bapak Abimanyu dan Ibu Annisa. Insya Allah berkah ya Pak, Bu. Semoga diberikan kesehatan dan umur panjang, rezekinya dilipat gandakan, hajat yang belum tercapai bisa segera di kabulkan oleh Allah SWT, dan untuk kedua buah hatinya semoga menjadi anak yang sholeh dan sholeha. Doa terbaik kami panjatkan untuk keluarga besar Bapak Abimanyu."


Ada kebahagiaan tersendiri untuk Abi dan Nisa bisa menjalankan kewajibannya sebagai orang tua dari Azzam dan Azzura. Azzura dan Azzam tertidur nyenyak mendengar lantunan ayat-ayat suci Al-Quran.


Nisa dan Abi memberikan amplop satu persatu kepada anak-anak panti. Setelah acara selesai, mereka langsung makan nasi kotak bersama. Ini adalah hal pertama kali bagi Abi dan Nisa melakukan hal ini. Sebagai bentuk rasa syukur mereka atas anugerah yang Allah berikan kepadanya. Azzura dan Azzam adalah anugerah terbesar di hidup Abi. Membuktikan bahwa dia bukanlah laki-laki yang mandul.

__ADS_1


Setelah acara selesai, mereka pamit untuk pulang. Abi memberikan satu buah amplop untuk pimpinan panti. Kini mereka sudah dalam perjalanan pulang menuju apartemen.


"Alhamdulillah ya Mas, acara aqiqah Azzura dan Azzam berjalan lancar. Aku bersyukur banget bisa berbagi dengan anak-anak panti. Semoga Azzura dan Azzam bisa menjadi anak-anak yang sholeh dan sholeha," ucap Nisa dan diaminkan oleh Abi.


"Nis, nanti Mba langsung pamit pulang ya. Soalnya takut terlalu sore," ujar Mba Rania.


Mba Rania dan suaminya ikut mobil yang Abi bawa. Sedangkan Khanza, Nabila, dan sang ART naik mobil Nisa yang dibawa oleh papanya Abi. Saat ini, Nisa menggendong Azzam, dan Azzura di gendong oleh Mba Rania.


"Iya, Mba. Makasih ya sudah menyempatkan waktunya untuk datang ke acara aqiqah Azzura dan Azzam," sahut Nisa. Nisa berencana memberikan amplop untuk sang kakak, untuk rezeki yang berlebih yang dia miliki.


"Jadi, kalian akan menetap di Jakarta? Apa kembali ke Yogyakarta?" Tanya Mba Rania.


"Tergantung Mas Abi si Mba. Sebenarnya, aku lebih betah tinggal di Yogyakarta. Sayang juga sama usaha di sana. Tapi, kalau karier Mas Abi lebih baik di sini, terpaksa aku harus mengalah," jelas Nisa.

__ADS_1


Mba Rania mendoakan yang terbaik untuk sang adik. Sebagai seorang kakak, dia ikut senang melihat adiknya hidup bahagia. Terlebih dia tahu, perjuangan sang adik untuk bangkit, untuk mendapatkan kebahagiaan.


Mereka sudah sampai di apartemen. Azzura di over ke mamanya Abi. Karena Mba Rania tak naik lagi ke atas. Dia langsung pamit pulang. Mba Rania pamit juga ke orang tua Abi dan Abi. Orang tua Abi naik ke atas duluan. Azzam dan Azzura di bawa mereka. Di letakkan di stroller.


"Semoga lekas pulih ya, Nis!" Ucap Mba Rania. Mereka tampak berpelukan.


"Nanti main lagi ya Mba ke sini!" sahut Nisa. Nisa langsung memberikan amplop itu kepada sang kakak untuk ganti transport.


"Ya Allah Nis, pakai repot-repot segala. Kenapa harus begini segala si? Kamu selalu saja memberikan uang untuk Mba. Semoga rezeki kamu dan Abi berlimpah," ungkap Mba Rania diaminkan oleh Nisa juga. Mba Rania menjadi sedih. Adiknya selalu saja peduli padanya, dan memberikan uang padanya.


"Mba jangan sedih dong! Nisa ikhlas memberikannya. Nisa ingin berbagi rezeki. Semoga uangnya bisa bermanfaat," ucap Nisa.


Khanza terlihat sedang mengobrol dengan Nabila. Sedangkan Abi mengobrol dengan kakak iparnya, suami dari Mba Rania.

__ADS_1


Mobil taksi online yang Mba Rania sudah datang, mereka langsung naik. Setelah mereka pergi, Khanza, Abi, dan juga Nisa, langsung naik ke unit kamar apartemennya. Nisa memilih untung langsung mandi. Agar tubuhnya bersih saat kedua anaknya akan menyusu. Payu*daranya sudah terasa kencang, dan sakit.



__ADS_2