Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Demi Mama Tercinta


__ADS_3

Reynaldi menepikan motornya, karena ponselnya terus bergetar dan berbunyi di dalam tas kecilnya. Dia khawatir, ada telepon yang penting. Awalnya Reynaldi memilih mendiamkan saja ponsel itu terus menerus bergetar dan berbunyi, karena dia ingin segera sampai di rumah.


"Assalamualaikum, Ya Bi. Ada apa ya? Saya masih di jalan ini," ucap Reynaldi.


"Pak, Ibu Pak!" sahut sang ART. Mendengar sang ART menyebut sang mama, Reynaldi langsung panik. Dia takut terjadi sesuatu dengan sang mama.


"Ada apa Bi, dengan mama saya? Cepat katakan! Jangan buat saya khawatir!" Reynaldi berkata sedikit keras. Dia begitu mengkhawatirkan sang mama. Meskipun, saat dia berangkat tadi. Kondisi sang mama baik-baik saja.


"Ibu sesak napas. Ini saya lagi di jalan mau ke rumah sakit, naik taksi online Pak. Untung ada tetangga yang baik Pak yang menolong meminjamkan uang dan memesankan taksi online. Suaminya juga membantu gendong ibu ke mobil. Bapak langsung ke rumah sakit saja nanti! Saya bawa ibu ke rumah sakit terdekat. Saya bingung gak pegang uang soalnya Pak," ungkap sang ART.


"Tolong kamu minta untuk segera tangani dulu mama saya! Saya akan membayar nanti biayanya. Saya langsung ke sana ya, Bi! Tunggu ya! Kurang lebih satu jam lagi saya sampai," ucap Reynaldi dan sang ART mengiyakan.


Pikiran Reynaldi menjadi tak karuan, selama dalam perjalanan menuju rumah sakit.


"Mama yang kuat ya! Rey sudah di jalan, Ma! Tunggu Reynaldi ya, Ma! Reynaldi sayang mama. Rey mohon, jangan tinggalkan Rey! Ya Allah, aku mohon tolong selamatkan nyawa mamaku! Dia adalah penyemangat hidupku! Aku sangat menyayangi mamaku," ucap Reynaldi.


Reynaldi menambahkan kecepatannya, agar dia bisa segera sampai di rumah sakit tempat sang mama berada. Akhirnya, Reynaldi sudah sampai di rumah. Dia langsung memarkirkan motornya, kemudian bergegas menuju IGD mencari keberadaan sang mama.


"Gimana keadaan mama saya, Bi?" tanya Reynaldi saat bertemu dengan sang ART.

__ADS_1


"Ibu tak sadarkan diri, Pak! Sekarang, lagi di tangani oleh dokter," jelas sang ART.


Reynaldi tak sabar. Hingga akhirnya dia nekat menerobos masuk menghampiri sang mama, dia sangat mengkhawatirkan kondisi sang mama. Reynaldi langsung menghampiri sang mama, dan menggenggam tangan sang mama.


"Ma, Rey mohon mama harus kuat! Jangan tinggalkan Rey! Rey sayang mama! Mama adalah sumber kekuatan untuk Rey, untuk bertahan hidup," ucap Rey yang sudah terisak tangis. Rey menciumi tangan sang mama. Dia juga mengecup wajah yang selalu dia sayangi. Air mata Rey menetes satu persatu.


"Saya mohon, Dok! Lakukan yang terbaik, untuk mama saya!" pinta Rey.


Tim medis berusaha memberikan pertolongan kepada Mama Ratih. Mama Ratih, harus di pindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan fasilitas alat yang lebih komplit. Apapun Rey akan lakukan, demi sang mama.


"Bapak tolong urus administrasi saja dulu! Kami akan menyiapkan kepindahan Ibu Ratih ke ICU!" ucap sang perawat.


"Ya Allah, kemana aku harus mencari uang untuk membayar biaya pengobatan mamaku?" Reynaldi bermonolog.


Reynaldi mencoba berpikir, kemana dia harus mencari pinjaman. Ada dua orang yang merasuk ke pikirannya, yaitu Nisa dan Melani. Mereka pastinya memiliki uang yang lebih. Tapi, Rey merasa malu meminta bantuan kepada mereka. Terlebih Nisa, dia merasa begitu malu terhadap Nisa. Masih dia ingat, betapa jahatnya dia dulu kepada Nisa. Membuat Nisa harus berjuang sendiri membesarkan Khanza sang anak.


"Tidak, tidak mungkin! Aku tak mungkin merepotkan Nisa," ucap Reynaldi dalam hati.


Kini pilihan kedua jatuh kepada Melani. Wanita yang saat ini masih berstatus istrinya, tetapi mereka sedang dalam proses perceraian. Rey sudah mantab ingin bercerai, meskipun Melani mendatangi dia, dan meminta maaf. Dia pun nekat berhenti bekerja di perusahaan Melani.

__ADS_1


"Ya Allah, apa ada orang selain mereka yang bisa membantuku?" Reynaldi masih berpikir. Dia ingin meminta pertolongan kepada orang lain.


Reynaldi mencoba menghubungi keluarga dari sang mama. Dia mencoba meminta bantuan, meskipun hubungan sang mama dengan keluarganya tak harmonis selama ini. Semua itu karena kesombongan sang mama dulu.


Tapi sayangnya, tak ada satupun yang menolongnya. Mereka menyuruh Reynaldi memindahkan sang mama ke rumah sakit yang bisa menggunakan BPJS. Hingga membuat Reynaldi merasa sedikit putus asa. Dia ingin berbicara dengan dokter yang menangani sang mama. Untuk memastikan kondisi sang mama, jika harus dipindahkan ke rumah sakit lain. Jarak rumah sakit itu, harus memakan waktu sekitar satu jam. Apakah sang mama bisa bertahan hanya menggunakan oksigen saja.


Dokter menyarankan agar pemindahan dilakukan, setelah sang mama sudah mulai membaik kondisinya. Saat ini sang mama masih dalam kondisi koma. Membuat Reynaldi serba salah. Dia berada di posisi yang sulit. Baginya, nyawa sang mama yang paling penting.


Mau tak mau dia harus mencari pinjaman. Reynaldi sudah memutuskan untuk meminjam uang kepada Melani. Dia rela mengorbankan dirinya demi sang mama. Jika mungkin taruhannya, Melani meminta dia untuk membatalkan perceraiannya dengan Melani.


"Aku rela melakukan apapun, untuk nyawa mamaku. Meskipun, aku harus mempertaruhkan harga diriku. Rey sayang mama. Rey ingin mama selamat," ucap Rey dalam hati.


Tentunya semua dia lakukan dengan penuh pertimbangan. Dia tak ingin merepotkan mantan istrinya. Dia sudah sangat bersyukur, kalau mantan istrinya itu bisa membahagiakan anaknya. Bisa menyekolahkan sangat anak di tempat yang baik.


Rey berniat menemui Melani ke rumahnya. Dia ingin berbicara langsung kepada Melani. Sang mama membutuhkan biaya yang besar, agar bisa sembuh kembali.


"Mungkin, ini jalan dari Allah untukku. Untuk membatalkan perceraian ini. Semoga saja Melani benar-benar berubah, akan menjadi istri yang baik untukku." Doa dan harapan Reynaldi.


"Bi, saya titip mama saya dulu ya! Saya mau pergi dulu sebentar. Secepatnya, saya akan kembali. Tolong kabari saya, jika terjadi sesuatu dengan mama saya!" ucap Rey dan sang ART mengiyakan.

__ADS_1


Sebelum dia pergi, Rey juga menitipkan sang mama ke perawat yang bertugas saat itu. Setelah itu dia langsung pergi meninggalkan rumah sakit. Rey melajukan motornya menuju rumah Melani. Dia berharap, Melani bisa membantunya menyelesaikan tagihan rumah sakit sampai sang mama sembuh kembali. Besar harapan bagi Reynaldi, untuk kesembuhan sang mama. Rasa sayangnya Reynaldi kepada sang mama begitu besar, dan tak akan pernah berubah sampai kapanpun.


__ADS_2