Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Penangkapan Reynaldi


__ADS_3

"Siapa ya pagi-pagi datang bertamu?" gumam Viona.


Reynaldi dan Mama Ratih saat itu belum bangun, mereka masih pada tidur. Semenjak berpisah dari Nisa, Reynaldi jarang sekali sholat. Saat itu jam menunjukkan pukul 05.30 WIB. Viona bangun lebih dulu, karena dia harus mencuci pakaian. Mendengar bunyi bel berbunyi, Viona bergegas untuk melihat tamu yang datang.


Viona terkejut saat melihat dua orang berseragam polisi berada di hadapannya.


"Permisi, apa ada saudara Reynaldi? Kami dari tim kepolisian yang bertugas untuk melakukan penangkapan saudara Reynaldi," ucap petugas kepolisian.


"Apa penangkapan? Untuk kasus apa ya Pak suami saya di tangkap? Perasaan, suami saya tak pernah ada masalah apapun. Bapak salah kali," ujar Viona.


"Ini, surat tugas kami. Atas dasar kasus penyalahgunaan uang perusahaan. Maka dari itu, kami meminta bapak Reynaldi untuk ikut kami ke kantor polisi untuk dimintai keterangan," jelas petugas polisi.


Mata Viona membulat sempurna. Dia tak menyangka, kalau suaminya berbuat seperti itu. Dia yakin kalau ini hanya salah paham. Suaminya tak pernah melakukan itu.


"Tolong panggilkan Bapak Reynaldi, jangan sampai kami melakukan penggeledahan dalam rumah! Jangan coba-coba kamu dari kami!" ancam sang polisi membuat Viona merasa ketakutan.


"Eh, iya Pak. Tunggu sebentar, saya akan bangunkan suami saya dulu! Bapak-bapak polisi silahkan duduk dulu," ujar Viona.


Tubuh Viona tiba-tiba saja terasa lemas, dia tak menyangka suaminya terlibat kasus penyalahgunaan uang perusahaan. Permasalahan datang silih berganti.


"Vi, siapa yang datang pagi-pagi?" tanya Mama Ratih, saat Viona masuk ke dalam rumah.


Dia terbangun, karena mendengar suara orang yang sedang mengobrol. Posisi kamar Mama Ratih berada di bagian depan.


"Polisi Ma, Reynaldi di tangkap. Aku disuruh membangunkan dia," ungkap Viona.

__ADS_1


"Apa ditangkap? Tidak! Tidak mungkin! Ini pasti salah! Memangnya Reynaldi salah apa?" tanya Mama Ratih. Dia tampak memegangi dadanya yang tiba-tiba saja terasa sakit.


"Penyalahgunaan uang perusahaan alias korupsi. Vi bangunkan Reynaldi dulu ya," sahut Viona.


Viona berjalan menaiki anak tangga, menghampiri sang suami. Mama Ratih terlihat shock, napasnya terasa terhenti seketika. Dia merasa tak terima, dia langsung menghampiri kedua polisi yang berada di depan dengan wajah angkuhnya.


"Ada apa ini? Datang pagi-pagi ke rumah orang," ucap Mama Ratih ketus.


"Kami ingin menjemput Bapak Reynaldi. Mana? Mengapa lama sekali?" tanya sang polisi tegas.


"Saya yakin Bapak-bapak semua salah. Anak saya tak bersalah, dia tak mungkin melakukan hal itu. Dia anak yang jujur," protes Mama Ratih.


"Maaf Bu, kami hanya menjalankan tugas. Silahkan Bapak Reynaldi jelaskan di kantor polisi," sahut pak polisi.


Viona mencoba membangunkan Reynaldi, dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya cukup keras. Karena Reynaldi tak juga bangun. Reynaldi kini menjadi seorang pemabuk. Semalam dia minum alkohol.


"Bangun! Di depan ada dua orang polisi yang menjemput kamu, katanya kamu korupsi. Penyalahgunaan uang perusahaan, dan kamu diminta ikut ke kantor polisi untuk diminta keterangan," jelas Viona membuat Reynaldi tersentak kaget.


Matanya langsung membulat sempurna. Jantungnya berpacu lebih cepat. Padahal selama ini Reynaldi berusaha untuk bermain aman. Dia masih tak habis pikir. Mengapa perusahaan bisa tahu, kalau selama ini dia memang menjual barang-barang perusahaan tetapi tidak masuk ke rekening perusahaan. Beberapa penjualan masuknya ke rekening dia.


"Kamu diminta secepatnya untuk ikut ke kantor polisi," ujar Viona.


Tim polisi tak sabar, karena Reynaldi seakan mengulur waktu mereka. Hingga akhirnya mereka menggeledah masuk ke dalam rumah.


"Kalian mencoba mempermainkan polisi ya? Reynaldi, cepat turun! Jangan sampai kami melakukan dengan kasar!" ancam sang polisi.

__ADS_1


"Vi, cepat kamu bilang sama Pak Polisi! Tunggu dulu sebentar, aku ganti baju dulu!" titah Reynaldi.


Mama Ratih tampak terdiam, dia tak berkutik lagi. Dia sedang menunggu penjelasan dari Reynaldi. Dia langsung menaiki anak tangga menghampiri sang anak. Semuanya seperti sebuah mimpi.


Kehidupan Reynaldi semakin hancur dan menderita, semenjak dirinya bercerai dengan Nisa. Satu persatu permasalahan datang menghampiri dirinya.


"Rey, sebenarnya apa yang terjadi? Apa benar kamu melakukan itu? Mama benar-benar tak menyangka. Mengapa kamu bisa-bisanya terpikir melakukan hal itu? Jelaskan Rey! Semua ini hanya salah paham saja 'kan?" tanya Mama Ratih diiringi isak tangis.


Reynaldi berlutut di kaki sang mama. Rey yakin kalau saat ini sang mama pasti sangat kecewa dengannya.


"Maafkan Rey Ma, Rey khilaf, mencari uang secara instant. Benar Ma. Selama ini Rey melakukan tindakan curang. Melakukan penyelewengan uang perusahaan. Rey pakai untuk main saham. Reynaldi pusing. Gaji Rey bekerja tak cukup untuk kebutuhan kita, Rey mencoba mencari tambahan. Ternyata Rey salah jalan. Bukannya mendapatkan uang tambahan, Rey justru mengalami kerugian. Tetapi Rey masih saja terus penasaran, terlebih selama ini tak pernah dicurigai. Membuat Rey terlena. Tolongin Rey Ma, Rey enggak mau di penjara. Rey harus bayar ganti rugi, agar dibebaskan," ungkap Reynaldi diiringi isak tangis.


"Uang dari mana Rey? Kamu 'kan tahu, kita sudah tak punya apa-apa, Mama tak punya uang. Selama ini Mama juga bergantung sama kamu," ucap sang mama. Meskipun anaknya salah, Mama Ratih masih terus menyayangi anaknya.


"Rey seperti ini, gara-gara Mama dan juga Viona. Hidup Rey hancur karena kalian, karena kalian selalu menuntut untuk Rey mendapatkan uang yang banyak. Sekalian lihat 'kan? Karier aku hancur, aku harus di pecat, dan aku juga harus di penjara. Tolong keluarkan aku Ay, tolong kamu cari bantuan ke keluarga kamu atau siapapun," ungkap Reynaldi.


Pihak polisi langsung membawa Reynaldi secara paksa, karena Reynaldi terlalu lama menghampiri dirinya.


Air mata Viona dan Mama Ratih mengalir deras melihat Reynaldi naik ke dalam mobil polisi. Mereka tak menyangka Reynaldi akan merasakan seperti ini. Reynaldi terlihat begitu terpuruk. Hanya air mata yang menunjukkan perasaannya.


"Coba kamu cari pinjaman ke keluarga kamu! Agar Reynaldi bisa dibebaskan. Semua ini juga 'kan bukan kesalahan Reynaldi sepenuhnya. Semua ini karena kamu juga, membuat dia seperti ini," ujar Mama Ratih.


"Loh, Mama kok jadi menyalahkan aku si? Mama juga 'kan selama ini banyak menuntut, tadi Reynaldi juga bilang. Berapa ya jumlahnya yang Reynaldi ambil? Kalau terlalu besar, susah juga Ma," sahut Viona.


"Mama juga belum tahu. Coba kita datangi kantor polisi, agar kita tahu jelas," ujar Mama Ratih.

__ADS_1


Viona akan berusaha untuk mencari pinjaman kepada orang tuanya dan juga sang kakak, agar sang suami bisa terbebas dari tuduhan.


"Ya sudah, kita siap-siap saja sekarang! Kita coba tanyakan jumlah yang harus dikembalikan," ucap Mama Ratih dan Viona mengiyakan.


__ADS_2