Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Kebahagiaan Nisa, penderitaan Reynaldi


__ADS_3

"Rey, bangun! Kita harus pindah hari ini juga!" Mama Ratih membangunkan sang anak dari tidur lelapnya, karena Sis Feni sudah datang meminta dirinya untuk segera pindah. Mama Ratih hanya bisa mengumpat kasar Sis Feni dalam hati.


Rey terpaksa membuka matanya. Rasanya dia enggan membuka matanya lagi. Dia tak ingin meninggalkan rumah ini, dan pindah ke kontrakan yang sangat jauh dari kata mewah.


Untuk saat ini dia masih bisa mengontrak satu rumah selama satu tahun. Namun, tidak tahu untuk beberapa tahun kemudian. Entah nasib mereka nanti seperti apa. Apakah Reynaldi bangkit kembali, atau tambah terpuruk, dan harus merasakan tinggal di kontrakan petakan.


Mereka menyewa satu buah mobil pickup untuk membawa barang-barang yang berukuran besar, dan juga taksi online untuk mengantarkan Mama Ratih, Viona, dan membawa barang-barang kecil. Mama Ratih tampak sedih harus meninggalkan rumah yang selama ini memberikan kenyamanan untuknya.


"Bertahun-tahun aku tinggal di sana, dan hari ini aku harus meninggalkan rumah itu. Kalau saja wanita itu tak melaporkan Reynaldi, kami tak akan seperti ini. Ingin rasanya aku menampar wajah dia, saat bertemu nanti," ujar Mama Ratih. Kebencian Mama Ratih kepada Nisa semakin bertambah.


Kini mereka sudah sampai di sebuah perumahan sederhana. Rumah itu memiliki dua buah kamar. Reynaldi sampai lebih dulu, karena dia menggunakan sepeda motornya. Nisa berhasil membuat Reynaldi di posisi paling terendah dalam hidupnya.


"Ma, aku balik dulu ya ke rumah sana ambil AC sekaligus bawain barang-barang lagi," pamit Reynaldi.


Niatnya Mama Ratih ingin menjual berikut barang. Tetapi Sis Feni tak mau. Dia hanya butuh rumah itu, menghargai rumah itu seharga 600 juta. Hingga akhirnya, semua barang-barang dibawa oleh mereka.


Berbeda halnya dengan Reynaldi yang sedang sibuk pindahan. Nisa dan Abi justru sedang berbahagia. Saat ini dia sedang berada di sebuah rumah sakit, sedang memeriksakan kandungannya.

__ADS_1


"Jadi, anak kami kembar Dok?" tanya Abi kepada Dokter Mila. Dokter kandungan di rumah sakit Nisa periksa kandungan.


"Iya. Disini terdapat dua kantung bayi. Jadi, anak kalian kembar," jelas sang dokter sambil menjelaskan kepada Nisa dan juga Abi.


"Alhamdulillah ya Allah. Terima kasih atas karunia yang engkau berikan kepada kami. Kebahagiaan aku berlipat ganda. Allah memberikan kita dua anak sekaligus," ucap Abi sambil menciumi tangan istrinya terus menerus. Membuat perawat dan dokter di sana tersenyum, melihat keromantisan Abi kepada Nisa.


Kondisi kandungan Nisa sehat dan semuanya normal. Rona bahagia terpancar dari wajah keduanya. Saat ini mereka sedang menunggu obat dan vitamin di rumah sakit.


"Makasih ya. Bukan hanya satu, kamu memberikan aku dua anak sekaligus. Setelah ini kita kasih kejutan ke mama sama papa, pasti mereka senang," ujar Abi dan Nisa mengiyakan.


"Selamat ya Mas, semoga Nisa dan calon anak Mas selalu sehat sampai waktunya nanti. Keren ini, sekalinya punya anak langsung dua," ujar Fina.


"Iya, alhamdulillah. Amin. Semoga doa kamu dikabulkan," sahut Abi.


Setelah selesai, mereka langsung pulang. Kini mereka sudah dalam perjalanan pulang menuju rumah orang tua Abi. Mereka hanya pergi berduaan saja, karena Khanza memilih di rumah menemani sang nenek.


"Kita makan di rumah mama saja? Gimana? Kamu sudah lapar belum?" tanya Abi.

__ADS_1


"Iya, makan di rumah Mama saja. Aku juga belum lapar kok," sahut Nisa.


Nisa dan Abi baru saja sampai di rumah orang tua Abi. Kedatangan mereka disambut hangat oleh kedua orang tua Abi. Mereka sangat senang, mendapat kunjungan dari Nisa dan Abi.


"Kalian dari mana? Mengapa kalian tak membawa Khanza kesini?" tanya sang mama.


"Dari rumah sakit. Khanza tak mau ikut, karena dia memilih menemani sang nenek di rumah. Lagipula tadi memang enggak sengaja-sengaja kesini," sahut Abi.


Abi menceritakan kalau mereka baru saja dari rumah sakit memeriksakan kondisi kehamilan Nisa. Abi mengatakan kalau saat ini Nisa sedang hamil anak kembar.


"Serius kembar? MasyaAllah, Mama senang sekali dengarnya. Terima kasih ya Nis, kamu memberikan kami sebuah kebahagiaan. Bahkan kamu memberikan kami dua orang cucu sekaligus," ujar mamanya Abi dan Nisa mengiyakan.


"Ya Allah terima kasih, karena Engkau telah memberikan aku suami dan mertua yang baik. Setelah rasa sakit yang aku rasakan dulu dari Reynaldi dan juga ibunya," ucap Nisa dalam hati.


Masih Nisa ingat, saat dulu dia masih menjalani pernikahan dengan Reynaldi. Mertuanya tak pernah senang dengan kehamilan dirinya, bahkan dia harus kehilangan anak karena ulah mertuanya.


__ADS_1


__ADS_2