Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Menyadarinya


__ADS_3

Melani tampak kesal. Setelah Rey pergi meninggalkan dia, Melani menjadi sering uring-uringan. Menjadi tak karuan. Dia menyadari, kalau dia mencintai Rey, dan merasa kehilangan. Namun sayangnya, Rey sudah sangat kecewa dengannya. Hatinya terasa sakit, karena merasa tak di hargai sebagai seorang laki-laki. Padahal, Melani yang mengejar-ngejar dirinya, dan akhirnya dia juga yang membuat Rey tak sanggup bertahan.


Selama ini, Rey selalu bersabar menghadapi sikap berkuasanya Melani. Perbuatan yang Melani lakukan saat itu, benar-benar fatal. Sama saja dia menghina Rey sebagai seorang suami. Rey merasa tak terima, Melani melakukan intim dengan Vino. Meskipun, tak sepenuhnya kesalahan Melani, karena saat Vino melakukannya. Melani saat itu dalam keadaan mabuk parah.


"Aku ingin kembali sama kamu! Maafkan aku! Maafkan aku, karena telah menyia-nyiakan kamu, dan menghina kamu. Sekarang, aku benar-benar menyesal," ucap Melani lirih.


Pekerjaannya menjadi terbengkalai. Melani menjadi tak fokus bekerja. Dia begitu kehilangan Reynaldi. Dia berniat ingin mendatangi rumah yang di tempati Rey, saat ini. Sebelum dia pergi, Melani memutuskan untuk menghubungi Vino untuk menanyakan apa yang terjadi dengan mereka.


"Ya, halo Mel. Ada apa?" Ujar Vino mengawali pembicaraan dengan Melani.

__ADS_1


"Enggak usah basa-basi deh loh! Gue minta kejujuran lo! Apa yang lo lakukan sama gue, saat gue enggak sadar?" Tanya Melani.


Suasana tampak tegang, karena Melani menunggu jawaban dari Vino. Dia ingin mendengar kejujuran Vino. Sampai akhirnya, Vino memutuskan untuk mengakui apa yang dia lakukan kepada Melani.


Melani tampak shock mendengar penuturan Vino kepadanya. Mau marah pun, tak ada artinya. Rey sudah sangat marah kepadanya.


"Kenapa lo melakukan itu sama gue? Kita ini berteman. Asal lo tahu, gara-gara perbuatan lo. Rumah tangga gue hancur. Suami gue, sangat marah sama gue. Saat mengetahui, lo sama gue melakukan. Gue benar-benar kecewa sama lo!" ucap Melani.


Melani begitu menyesal. Dia tampak stres. Dia langsung memutuskan panggilan telepon dengan Vino. Tak ada gunanya, dia berlama-lama bicara dengan Vino.

__ADS_1


"Lo emang gila, Mel! Betapa sakitnya Rey saat itu. Kesalahan lo benar-benar fatal. Wajar, jika Rey tak bisa memaafkan lo!"


Melani tampak meneteskan air matanya. Dia begitu kecewa dengan dirinya sendiri. Semua ini murni kesalahan dia. Seharusnya, dia tak melakukan hal itu. Dia harusnya menyadari, kalau dia sudah menikah dengan Rey.


"Aku harus menemui Rey, untuk meminta maaf kepada Rey! Semoga saja Rey masih mau memaafkan aku, dan mau memberikan kesempatan kepada aku untuk memperbaiki semuanya," ucap Melani.


Melani langsung mengambil tas dan ponselnya, kemudian pergi meninggalkan ruangannya. Dia meminta sang supir, untuk mengantarkan dia ke rumah di mana Rey tinggal. Kini Melani sudah dalam perjalanan menuju rumah itu.


"Aku mohon, tolong maafkan aku! Aku benar-benar menyesal, telah menyakiti hati kamu! Aku sudah menyadari, betapa berharganya kamu di hidup aku!" ucap Melani dalam hati.

__ADS_1


Air matanya menetes satu persatu membasahi wajahnya. Dia tak mampu membendung perasaannya saat itu. Dia terlihat begitu menyesal.


__ADS_2