Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Operasi Berjalan Lancar


__ADS_3

Perasaan Reynaldi dagdigdug. Saat ini sang istri sedang berjuang di meja operasi, untuk kesembuhan penyakitnya. Kepala Melani sekarang sudah botak. Namun, hal itu tak menjadi masalah bagi Reynaldi. Cintanya kepada sang istri tulus apa adanya. Bagi Reynaldi, istrinya tetap terlihat cantik.


Hal serupa di rasa kedua orang tua Melani. Keduanya tampak tegang, menunggu sang anak di operasi. Sejak tadi sang mama terus menggenggam tangan sang suaminya. Mereka ketiga berdoa untuk kelancaran operasi Melani.


"Kok lama banget ya operasinya? Mama takut banget. Semoga saja berjalan lancar operasinya," ungkap sang mama kepada sang suami.


"Insya Allah semuanya berjalan lancar! Kita terus saja berdoa!" ujar sang suami.


Setelah menunggu lebih dari dua jam, akhirnya mereka mendapat kabar. Kalau operasi berjalan lancar. Melani hanya tinggal siuman, dan pemulihan saja. Berharap dia segera sadar, tak koma lagi. Operasi otak memang dilakukan cukup lama.

__ADS_1


"Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah, karena engkau telah menyelamatkan nyawa istriku. Semoga istriku, bisa segera sadar, dan hidup normal kembali. Aku mohon kepadamu, angkatlah penyakit istriku!" ucap Reynaldi dalam hati.


Kedua orang tua Melani pun, mengucap kata syukur. Kondisi Melani saat ini mulai stabil. Dokter sudah memperbolehkan Melani dipindahkan ke ruang perawatan.


Perlahan, akhirnya Melani membuka matanya. Meskipun kepalanya masih terasa begitu sakit. Dia tampak meringis kesakitan, merasakan bekas operasi. Tentu saja hal itu membuat Reynaldi dan kedua orang tuanya merasa bahagia, karena akhirnya Melani membuka matanya.


Melani tampak terkejut melihat suaminya dan kedua orang tuanya berada di sana. Dia sempat merasa kesal kepada Lina, karena dia yakin kalau Lina yang akhirnya membongkar sakitnya.


"Tak perlu kamu tahu, dari mana kami tahu! Mengapa selama ini, kamu tutupi penyakit kamu dari kami?" tanya sang mama kepada Melani.

__ADS_1


Melani masih terlihat lemas, tak berdaya. Wajahnya pun masih terlihat pucat. Dia terlihat sedang menahan rasa sakit. Melani histeris, saat dia tak lagi memiliki rambut. Dia takut, kalau sang suami akan meninggalkan dia.


"Jangan seperti ini, Sayang! Kamu tak boleh tegang atau teriak seperti ini! Hal ini bisa membahayakan kamu, luka operasi kamu masih sangat baru!" Reynaldi mengingatkan sang istri.


" Aku botak. Aku sudah tak memiliki rambut yang indah. Pasti lama kelamaan, kamu akan meninggalkan aku 'kan?" ungkap Melani diiringi isak tangis.


Reynaldi mencoba menenangkan sang istri, dengan cara memeluk sang istri. "Bagi aku, kamu tetap terlihat cantik. Meskipun kamu tak memiliki rambut. Rasa cintaku kepada kamu, tak akan berubah. Bagiku, kamu tetap menjadi sosok yang sempurna. Aku sangat mencintai kamu. Melihat kamu sadar kembali, adalah suatu kebahagiaan untukku. Sudah ya jangan sedih lagi! Kita akan lalui bersama! Kamu tak sendiri. Insya Allah, kamu tak akan merasa sakit lagi setelah ini. Kamu bisa segera sembuh, dan hidup normal kembali!" ucap Reynaldi dan Melani mengiyakan.


Dia sudah terlihat lebih tenang. Melani merasa bahagia, karena bisa melihat kembali orang-orang yang dia sayang. Dia masih diberikan kesempatan hidup bahagia, bersama suami tercintanya, dan juga kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Makasih ya, Sayang! Kamu mau menerima aku apa adanya. Semoga rasa sayang kamu kepadaku tak berubah. Aku mencintai kamu," ucap Melani.


Kedua orang tua Melani merasa bahagia, melihat anaknya bahagia. Mereka berharap, sang anak bisa panjang umur. Bisa merasakan kebahagiaan lebih lama lagi, dan memiliki seorang anak di tengah-tengah kebahagiaan rumah tangga sang anak.


__ADS_2