
"Ini mukenanya. Kamu sholat sambil tidur juga enggak apa-apa. Yang penting niatnya. Kamu duduk bisa 'kan?" Tanya sang mama.
"Iya, bisa. Tapi, tak bisa lama-lama. Enggak kuat ma. Paling aku sambil tiduran. Bisa 'kan ya? Mama tolong bantu Viona ganti baju dan pakaian dalam ya ma. Tadi Reynaldi tak sempat. Dia buru-buru, soalnya lagi masuk shift 1. Jam 06.00 pagi sudah harus mulai bekerja," sahut Viona.
Akhirnya, sang mama membantu sang anak menggantikan pakaian dan juga pakaian dalamnya.
"Ya Allah Na ...," sampai-sampai sang mama tak mampu melanjutkan ucapannya lagi. Dia justru malah terisak tangis dan meneteskan air matanya. Melihat kondisi anaknya dengan tubuh yang hanya tinggal tulang dan area sensitifnya seperti gosong.
Sang mama langsung memeluk tubuh sang anak dengan erat. Keduanya tampak menangis saling berpelukan.
"Viona sudah terima ma semuanya. Viona ikhlas. Mungkin, ini semua hukuman untuk Viona. Karena dulu Viona sering berzina dengan Reynaldi
Maafin Viona ya Ma, Viona sangat menyesal. Semoga Allah mau mengampuni dosa-dosa Viona," ungkap Viona diiringi isak tangis.
"Iya, Vi. Sabar. Semua ini bukan kesalahan Viona saja, Reynaldi pun salah dalam hal ini," ucap sang mama.
"Iya, tapi Viona yang menggoda Reynaldi. Sebenarnya, Reynaldi itu sangat mencintai Nisa. Viona yang membuat dia akhirnya berpisah dengan Nisa dan lupa dengan anaknya. Gara-gara Viona, Reynaldi harus kehilangan kebahagiaannya. Dia harus kehilangan pekerjaannya dan harus bekerja menjadi cleaning service. Reynaldi harus menderita, karena anaknya sangat membencinya," jelas Viona.
"Ya sudah, yang terpenting sekarang. Kamu harus rajin sholat, taubat nasuha memohon ampunan. Kamu bersyukur, karena Allah memberikan kamu kesempatan untuk bertaubat," ujar sang mama, dan Viona mengiyakan.
__ADS_1
Viona meneteskan air matanya lagi, saat sang mama menyuapi dirinya makan. Rasanya sulit sekali makanan itu tertelan di tenggorokan. Dia teringat kenangan masa kecilnya, saat sang mama begitu sabar menyuapi dirinya makan, dan saat ini sang mama menyuapi dirinya juga.
Masakan sang mama dulu adalah masakan paling enak baginya. Namun kini, dia tak bisa lagi menikmati seperti dulu. Tak bisa makan dengan enak. Dia tak bisa lagi makan banyak, karena perutnya akan terasa mual. Satu persatu nikmatnya sudah diambil oleh Allah. Tapi, Viona berusaha untuk sabar menerimanya.
Sang mama juga membantu sang anak untuk sholat. Tubuh Viona sangat lemas, bahkan kakinya tak kuat untuk berpijak. Harus di bantu orang. Hingga akhirnya Viona kerap buang air kecil di tempat tidur. Dia terpaksa bertayamun.
Reynaldi baru saja selesai dari bekerja. Wajahnya terlihat sangat lelah, dan cerah. Terlihat tua. Karena kondisinya kini yang sangat memprihatinkan.
"Makan Rey, mama bawain makanan itu. Viona sudah makan tadi, mama suapi. Dia juga sudah berganti pakaian. Itu tikar, bantal, sama selimut," ujar sang ibu mertua.
"Iya, ma. Makasih ya ma. Maaf Rey merepotkan mama," sahut Reynaldi.
"Mama kalau mau pulang, pulang saja! Biar Viona, Rey yang jaga. Mulai besok, Rey juga masuk shift 2. Masuk jam 14.00 sampai jam 22.00. Kalau mama enggak sempat, paling Rey titip Viona ke suster," ujar Reynaldi.
"Ya sudah, mama sama kakak datang jam besuk sore saja ya. Sekalian bisa nemani Viona dulu paling enggak sampai habis magrib. Jadi, Viona tak terlalu lama sendirinya," sahut sang ibu mertua dan Reynaldi mengiyakan.
Rencananya besok Reynaldi akan membawa Viona ke taman untuk berjemur, agar tubuhnya sehat terkena sinar matahari. Sang ibu mertua akhirnya pamit pulang, kini hanya meninggalkan Viona dan Reynaldi.
"Tadi, aku bertemu dokter Abi saat aku lagi membersihkan poli. Terus, dia tanya kondisi kamu. Aku bilang sama dia, kalau kondisi kamu sudah mulai membaik. Tetapi, kamu masih belum diperbolehkan untuk pulang," ungkap Rey dan Viona hanya mengiyakan.
__ADS_1
"Khanza masih marah ya sama kamu? Nomor teleponnya berapa? Coba nanti aku yang hubungi dia, sekalian aku mau minta maaf sama dia. Mungkin saja, dia mau memaafkan kamu. Setelah aku meminta maaf sama dia," ujar Viona
Reynaldi memberikan nomor telepon Khanza kepadanya Viona. Viona mencoba mengirimkan pesan chat kepada Khanza.
"Assalamualaikum. Ini Khanza ya? Khanza ini Tante Viona, istri Ayah Reynaldi. Kha, Tante ingin meminta maaf sama kamu. Tante sudah menyesali perbuatan Tante dulu sama kamu dan bunda kamu. Tante pun sudah bertemu langsung sama Bunda Nisa, dan meminta maaf kepada Bunda Nisa secara langsung. Bunda Nisa sudah memaafkan Tante dan juga Ayah Reynaldi. Kasihan Ayah Rey, dia kangen sama kamu. Dia sayang sama kamu. Dulu, keadaan yang membuat dia tak menghubungi kamu. Setelah berpisah sama Bunda Nisa, Ayah Reynaldi jatuh miskin. Jangankan untuk memberi nafkah untuk kamu. Untuk kehidupan sehari-hari saja, Ayah Reynaldi kekurangan. Khanza, bagaimanapun Ayah Reynaldi adalah Ayah kandung kamu. Saat kamu menikah nanti, kamu pasti membutuhkan Ayah Rey. Meskipun, kamu sudah memiliki Ayah sambung. Khanza sayangi Ayah Reynaldi lagi ya! Tante sudah mau pergi kok meninggalkan dunia, jika Khanza tak suka melihat wajah Tante. Silahkan Khanza membenci Tante, tapi tolong jangan benci Ayah Reynaldi," Tulis Viona.
Dia berharap, Khanza mau menerima permintaan maafnya, dan menerima Reynaldi kembali. Jika dia tak bisa menyatukan Reynaldi kembali dengan Nisa, paling tidak dia bisa mengembalikan Khanza ke pelukan Reynaldi. Dia ingin melakukan hal ini, sebelum dia pergi untuk selamanya.
Namun, bukannya menjawab chat dari Viona. Khanza justru langsung blokir nomor Viona. Dia tak ingin lagi berurusan dengan wanita yang telah merebut Ayahnya dari dia dan juga sang Bunda.
"Emm, di blokir sama Khanza," ujar Viona.
"Ya sudah enggak apa-apa, Ay. Paling tidak dia sempat membaca chat dari kamu. Dia anaknya keras, ceriwis, dan berani. Dia anak yang cerdas. Aku tak henti-hentinya berdoa. Semoga Khanza mau memaafkan kesalahan aku," ucap Reynaldi lesu.
Dia selalu mengingat ucapan Nisa dan Abi, Rey selalu berusaha untuk sabar. Luka yang dia goreskan di hati anaknya begitu membekas.
Banyak hikmah dibalik penyakitnya. Dia menjadi rajin untuk sholat, dan selalu mengingat Allah. Hal ini mengajarkan dia banyak hal, menjadi sosok muslimah yang lebih baik.
Malam ini Reynaldi tidur di bawah kembali, untuk malam ini lebih baik dari malam kemarin. Paling tidak, dia bisa menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
__ADS_1