Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Rencana Menikah


__ADS_3

Setelah selesai makan malam dan membahas hubungan mereka. Melani dan Rey pamit pulang kepada kedua orang tua Melani. Kedua orang tua Melani menyerahkan semuanya kepada sang anak. Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju kontrakan Rey.


"Maaf Bu, tadi kenapa ibu enggak bilang sama orang tua ibu. Kalau saya bukan calon suami ibu. Saya jadi bingung, jika seperti ini," ungkap Rey.


"Kenapa bingung? Itu tandanya, kita harus menikah secepatnya," sahut Melani dengan santainya.


"Tapi, saya kan sudah katakan sama ibu. Kalau saya belum bisa menikah, karena saya memiliki tanggungan anak dan juga ibu saya. Saya juga hanya pekerja biasa, tak mungkin bisa memenuhi kebutuhan hidup," jelas Rey.


"Jika aku akan melakukan itu semua? Berarti kamu mau menikah denganku?" Tanya Melani. Membuat Rey bertambah bingung dengan pola pikir bosnya itu. Mengapa senekat itu ingin menikah dengannya.


"Maksud ibu apa? Saya tak semakin tak paham?" Tanya Rey balik. Dia ingin memastikan lebih jelas. Melani meminta Reynaldi menepikan mobil itu. Hingga akhirnya, Rey mengikuti perintah Melani.

__ADS_1


Melani mengatakan, kalau dirinya setiap bln tak akan meminta nafkah dari Rey. Gaji yang di dapatkan Rey hanya untuk ibu dan anaknya. Bahkan Melani akan menaikkan jabatan Rey menjadi manager di perusahaannya. Bukan hanya supervisor. Dia juga akan menaikkan gaji Reynaldi yang menjadi 10 juta setiap bulannya.


"Serius, Bu?" Rey begitu terkejut mendengar penuturan Melani. Entah ini rezeki ataukah kehancuran untuknya. Melani menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Asalkan kamu mau menikah denganku, dan bahagiakan aku," ungkap Melani.


Rey tampak terdiam, dia masih belum tahu pasti mengapa Melani seperti itu. Dia tak tahu motif di balik kebaikan Melani kepadanya. Di satu sisi, dia bisa mengobati mamanya dan juga bisa memberikan nafkah kepada anaknya. Tapi, masa depan dia selanjutnya masih dipertanyakan.


"Tapi, ini kesempatan emas untuk aku bisa mendapatkan uang yang banyak. Gimana ya?" Rey bermonolog.


Hingga akhirnya, Rey mengatakan bersedia. Dia menerima tawaran Melani, untuk menikah dengannya. Semua Rey lakukan demi membahagiakan mama dan juga Khanza. Meskipun, harga dirinya harus di pertaruhkan.

__ADS_1


"Ok. Aku akan mengurus secepatnya pernikahan kita. Nanti, setelah kamu menikah denganku. Kamu bisa membawa serta mama kamu ke rumah aku," ucap Melani dan Rey hanya menganggukkan kepalanya. Rey menyerahkan semuanya kepada Melani.


Rey melajukan kembali mobil Melani menuju kediaman rumah Melani. Dia berniat mengantarkan Melani, dan nantinya dia akan memilih pulang naik ojek online.


"Kita langsung ke rumah kamu saja! Nanti selanjutnya, biar aku saja yang bawa!" Ujar Melani.


"Aku naik ojek saja nanti. Yang penting ibu sudah sampai di rumah. Saya laki-laki, tak masalah pulang malam," sahut Rey.


Melani tampak tersenyum, mendengar ucapan Rey. "Ternyata, kamu perhatian juga ya? Semoga saja, perlahan akhirnya kamu jatuh cinta padaku," sindir Melani dan Rey mengaminkan.


Rey memutuskan untuk menikah dengan Melani. Berharap, pernikahan ini akan menjadi pernikahan terakhirnya. Mobil yang membawa mereka, akhirnya sampai di rumah Melani. Rumah yang mewah, yang sebentar lagi akan menjadi tempat tinggal baru untuk dirinya dan sang mama.

__ADS_1


"Bu, saya langsung pamit ya! Sudah malam," pamit Rey.


"Ayolah Rey, mampir dulu!" Melani menawarkan kepada Rey, tetapi Rey menolaknya. Dia tetap memilih untuk pulang.


__ADS_2