Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Mabuk, Diantar laki-laki


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB, Melani belum juga pulang. Dia juga tak memberi kabar kepada suaminya. Bagaimana Reynaldi bisa tidur dengan nyenyak, kalau sang istri sampai saat ini belum kembali. Reynaldi tampak gelisah. Padahal, sang istri sudah menyuruhnya untuk tidur duluan. Tapi, sampai saat ini matanya justru enggan tertidur. Dia masih terjaga, tak bisa tidur.


Sampai akhirnya, dia ketiduran. Melani sudah terlihat mabuk, tak sadarkan diri. Mulutnya terus meracau tak jelas. Melani masih belum meninggalkan kebiasaan buruknya, seperti saat ini. Teman laki-lakinya, dengan mudah menjamah tubuhnya di tempat umum. Padahal sekarang, dia sudah berstatus menjadi istri orang. Tak sepantasnya dia seperti itu.


"Sudah, Mel! Jangan diteruskan! Lo sudah mabuk parah," sang teman mencoba mengingatkan Melani. Tetapi, Melani terus saja tak mendengarkan ucapan temannya itu! Dia masih saja menenggak minuman.


"Vin, lo antar si Melani deh! Parah ini anak, kalau sudah minum. Enggak bisa mengendalikan," ucap Jenny kepada Vino.


Vino langsung menggendong tubuh Melani ke mobilnya. Tentu saja dia tak langsung membawa Melani pulang, dia tak mungkin melewatkan kesempatan ini. Dia mulai menurunkan kursi tempat Melani duduk. Kemudian mulai membuka pakaian dalam yang Melani kenakan. Dia juga menaikkan pakaian yang Melani kenakan hingga ke atas bukit kembarnya. Menunjukkan bukit kembar miliknya. Vino juga melepas kain penutup bukit kembar Melani.


Melihat tubuh Melani yang begitu seksi, tentu saja miliknya langsung menegang. Vino langsung mengarahkan rudalnya ke mulut Melani. Kemudian mengarahkan Melani untuk mengulumnya. Melani tak sadarkan diri, dia melihat tetapi tak sadar Vino menyetubuhi dirinya. Dia hanya menikmatinya, dan desa*han pun keluar dari bibirnya. Vino terus menghujani miliknya, di milik Melani. Hingga akhirnya dia berhasil mendapatkan pelepasan.


Setelah dirinya merasa puas, dia langsung memakaikan pakaian Melani kembali. Kemudian dia mulai melajukan mobilnya menuju rumah Melani. Mereka sudah sampai di rumah Melani. Sang penjaga langsung membuka pintu gerbang. Vino tak tahu, kalau Melani sudah menikah. Melani memang tak cerita, kalau dia sudah menikah.


Mendengar suara klakson mobil, Reynaldi langsung membuka matanya. Dia langsung bergegas turun. Dia yakin, kalau itu sang istri yang pulang. Reynaldi tampak mengerutkan keningnya, saat melihat seorang laki-laki yang mengantarkan sang istri.


Hatinya terasa panas. Dia merasa cemburu. Tak sepantasnya juga sang istri datang bersama laki-laki. Reynaldi langsung menghampiri mobil Vino. Melihat Reynaldi, Vino langsung turun dari mobil, dan kini berhadapan dengan Reynaldi. Vino pun merasa bingung, melihat seorang laki-laki berada di rumah Melani.

__ADS_1


"Lo siapa? Gue baru lihat lo di rumah Melani. Biasanya, gue gak pernah lihat lo. Kalau gue nganter Melani pulang," tanya Vino kepada Reynaldi.


"Saya suaminya Melani. Kami baru menikah kemarin. Kalau Anda siapa? Mengapa istri saya pulang sama Anda?" Reynaldi berbalik bertanya.


"Kok Melani enggak cerita ya tadi, kalau dia sudah nikah sama lo. Lo ngaku-ngaku kali. Gue temannya Melani. Kita emang biasa nongkrong bareng ke Clubbing. Tadi Melani mabuk parah. Makanya, gue antar dia balik. Dia sudah tak sadarkan diri," ucap Vino. Meskipun minum, Vino tak sampai mabuk seperti Melani.


Mendengar pernyataan Vino, Reynaldi tampak kesal. Sebagai seorang suami, dia merasa malu. Saat mendengar Vino mengira dia mengaku-ngaku, karena Melani tak bilang kalau mereka sudah menikah.


"Ya sudah, lebih baik Anda pulang! Terima kasih sudah mengantarkan Melani pulang!" ucap Reynaldi. Meskipun dia kesal, dia tetap mengucapkan terima kasih kepada Vino. Reynaldi tak tahu, kalau sebelum Melani di antar pulang. Vino sempat menyetubuhi sang istri.


Reynaldi langsung menggendong tubuh sang istri ke kamarnya. Melani tampak meracau, tak jelas. Reynaldi meletakkan sang istri dengan sangat hati-hati. Dia pun melepaskan sepatu yang Melani pakai, Reynaldi pun membuka seluruh pakaian yang sang istri kenakan. Termasuk pakaian dalam yang sang istri kenakan. Agar bersih semua.


Reynaldi tampak bingung melihat tubuh istrinya yang merah, terlebih di sekitar bukit kembarnya. Kini pandangan Reynaldi mengarah ke area sensitif sang istri. Jantungnya berpacu lebih cepat. Feeling Reynaldi tak enak. Reynaldi mencoba memasukkan jari tangannya ke area sensitif sang istri, membuat tubuh Melani menggeliat.


Pengaruh alkohol, membuat nap*su meningkat. Padahal, Reynaldi tak bermaksud ingin bercinta dengan sang istri. Entah mengapa tiba-tiba saja dia terpikir ingin memeriksa area sensitif sang istri.


Alangkah kagetnya Reynaldi, merasakan area sensitif istrinya yang masih terasa basah. Terlebih ada bekas sper*ma di area sensitif sang istri, karena tadi Vino tak membersihkannya terlebih dahulu dengan tisu basah atau apapun. Vino langsung memakaikan pakaian Melani kembali.

__ADS_1


"Brengsek! Pasti laki-laki tadi yang melakukannya. Kamu juga keterlaluan, Mel! Kamu benar-benar tak menghargai aku sebagai suami kamu. Kamu itu, menganggap aku siapa sih? Aku benar-benar kecewa," umpat Reynaldi. Dia begitu kecewa kepada istrinya.


"Ya Allah, apa ini hukuman untukku? Atas kesalahan yang telah aku perbuat dulu. Apa karena aku pernah bermain-main dengan Viona, tak menghargai Nisa sebagai seorang istri? Padahal dulu, Nisa selalu menjalankan kewajibannya dengan baik sebagai seorang istri. Apa aku harus bercerai darinya? Rasanya, aku sudah tak tahan menjalankan pernikahan ini," ucap Reynaldi. Bahkan Reynaldi sampai meneteskan air matanya. Dia begitu menyesali perbuatannya dulu.


"Sayang, aku menginginkan kamu!" ucap Melani. Melani menarik-narik tangan Reynaldi. Tapi, Reynaldi langsung menghempaskannya.


"Maaf Mel, aku tak bisa! Aku benar-benar kecewa sama kamu! Besok, kalau kamu sudah sadar. Aku ingin bicara sama kamu!" ucap Reynaldi.


Reynaldi langsung beranjak turun dari ranjang, dan langsung mengambilkan sang istri pakaian. Termasuk pakaian dalamnya. Kemudian memakaikannya.


"Tidurlah! Besok aku ingin bicara sama kamu!" ucap Reynaldi. Reynaldi langsung menyelimuti tubuh Melani dengan selimut. Setelah itu, Reynaldi langsung membaringkan tubuhnya di sebelah sang istri.


Reynaldi tampak memandang wajah wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya. Reynaldi benar-benar terpukul. Dia tak menyangka, kalau akhirnya akan seperti ini. Reynaldi seperti tak sungguh-sungguh dalam menjalankan rumah tangga bersamanya. Reynaldi benar-benar kecewa dengan Melani.


Setelah Melani terlihat tenang, barulah Reynaldi bisa memejamkan matanya. Karma sedang menghampiri dirinya. Rumah tangga yang baru beberapa hari dijalankan, kini sudah berada di ujung tanduk perceraian.


Akhirnya, Reynaldi pun tertidur nyenyak. Melani baru membuka matanya, dia mulai sadar dari pengaruh alkohol. Kemudian beranjak duduk di ranjang. Melani tampak memegangi kepalanya yang terasa sakit. Dia masih merasa pusing. Merasa ada pergerakan, Reynaldi pun akhirnya membuka matanya secara perlahan. Meskipun matanya masih merasa ngantuk.

__ADS_1



__ADS_2