Hilangnya Cinta Suamiku

Hilangnya Cinta Suamiku
Pernikahan Viona dan Reza


__ADS_3

"Gimana ya ini? Mengapa pikiran aku masih saja terbayang wajah kamu, Ay? Andai saja kamu mau menikahi aku, aku pasti bisa bahagia menikah dengan orang yang aku inginkan sejak dulu," ucap Viona lirih dalam hati.


Pernikahannya hanya tinggal menghitung hari, minggu depan dirinya akan resmi menjadi Nyonya Reza. Masih saja penasaran di benak Viona untuk memiliki hati Reynaldi. Dirinya mencoba menghubungi Reynaldi lewat aplikasi Facebook. Karena Reynaldi sudah memblokir nomor dirinya.


"Minggu depan aku akan menikah dengan Reza, kamu yakin sudah siap kehilangan aku untuk selama-lamanya? Kita bisa bertemu tidak sebelum aku menikah? Aku mohon, Ay!" tulis Viona di pesan inbox di Facebook Reynaldi. 


Rasa curiga Nisa tidak pernah hilang terhadap suaminya, meskipun dirinya sudah menjalani kehidupan seperti biasa. Setelah kepergian Viona di hidupnya, dia tidak lagi memiliki rahasia apa pun. Dia tidak pernah lagi memberi password ponselnya, dan semua yang ada password sudah diberi tahu semua ke Nisa. 


Hampir setiap hari dirinya selalu memeriksa akun sosial media Reynaldi, dan juga mengecek isi ponsel Reynaldi. Sudah lama Reynaldi tak main sosial media, lebih fokus dengan pekerjaan dan keluarganya. 


"Gatel banget si ini wanita, masih saja menggangu suami orang. Ingin menikah saja masih mengharapkan suami orang. Dasar wanita murahan," umpat Nisa. Nisa adalah wanita yang lembut, tetapi setelah dirinya tahu suaminya selingkuh dengan Viona. Dia menjadi wanita yang kerasa dan berani. 


Hari ini hari libur, Reynaldi masih tertidur pulas dengan Khanza. Setiap hari libur, Reynaldi selalu memberikan waktunya hanya untuk keluarganya. Dengan perasa emosi, Nisa langsung membangunkan Reynaldi. 


"Mas, bangun! Ini ja*lang kamu minta dinikahin! Sudah tidak perlu berpura-pura lagi menutupi semuanya," bentak Nisa sambil mengguncang tubuh Reynaldi dengan kasar. Nisa tersulut api amarah. 


Akhirnya Reynaldi terbangun dari tidurnya dan merasa kaget dengan perbuatan Nisa kepada dirinya. Mungkin saat ini Nisa sudah sangat marah dengan dirinya, hingga berani berkata kasar kepada dirinya.


"Kamu kenapa si, Yang? Bikin aku kaget saja kamu?" tanya Reynaldi yang terlihat masih merasakan ngantuk. Suaranya pun masih terdengar berat. 


"Kamu baca ini inbox di Facebook kamu!" Nisa menyerahkan ponsel milik Reynaldi kepadanya. 


Reynaldi tercengang melihat isi pesan dari Viona. Dia tak menyangka ternyata Viona masih mengharapkan dirinya. Dia pikir, Viona sudah melupakan dirinya. Ada perasaan senang di hatinya, tetapi dia berusaha bersikap biasa di depan istrinya. Terlebih saat ini Nisa terlihat sangat marah.

__ADS_1


"Ya sudah, diamkan saja! Aku juga sudah tidak peduli lagi sama dia. Dia mau nikah atau apa, itu urusan dia. Aku sudah memiliki kamu yang sempurna," ungkap Reynaldi mencoba meyakinkan Nisa. 


Reynaldi merasa sangat takut, melihat Nisa yang sedang marah kepadanya. Dia khawatir kalau Nisa akan meninggalkan dirinya. Oleh karena itu, dia mencoba untuk menenangkan hati Nisa. 


"Apa Kamu bilang? Aku disuruh diamkan saja? Dasar wanita ja*lang,  masih saja mengejar suami orang. Atau jangan-jangan kamu selalu memberi harapan di belakang aku, makanya dia berani bicara seperti itu?" tanya Nisa dengan tatapan yang menyelidik ke arah Reynaldi. 


"Tidak, Yang! Aku sudah tidak ada hubungan apa-apa. Aku juga sudah blokir nomor dia, makanya dia mencoba hubungi aku lewat Facebook," jelas Reynaldi. Karena memang seperti itu sebenarnya. 


"Ok. Untuk kali ini aku percaya. Aku kasih kesempatan lagi untuk kamu! Tetapi lihat saja, kalau kamu berani macam-macam lagi di belakang aku! Aku akan pergi meninggalkan kamu, camkan itu! Aku tidak main-main," ucap Nisa tegas.


Nisa langsung meninggalkan Reynaldi yang masih terpaku. Nisa memilih untuk keluar, dan memasak untuk sarapan mereka. Terlebih Khanza menjadi ikut terbangun, mendengar kedua orang tuanya bertengkar. 


Di dalam kamar, Reynaldi masih merutuki dirinya. Meskipun dia sangat takut dengan Nisa, dia tetap ingin mencari tahu kapan Viona akan menikah. Dia langsung membuka ponselnya dan membaca dengan jelas pesan dari Viona. Ternyata Viona akan menikah minggu depan, dan rencananya akan di selenggarakan di Bandung. 


Di tempat berbeda, Viona masih terus berharap. Berharap Reynaldi akan membatalkan pernikahannya, dan menikahi dirinya. Dengan bodohnya dia rela jika hanya di jadikan istri kedua.


Namun kini harapannya musnah, karena hingga malam tiba Reynaldi tak juga memberi kabar kepadanya. Viona meratapi menangisi takdirnya, mengapa sulit sekali untuk bersatu dengan Reynaldi. 


"Aku yakin kalau saat ini kamu pasti sangat kecewa dengan aku. Sebenarnya aku juga tak rela melihat kamu menjadi milik  laki-laki lain. Namun, ini yang terbaik untuk kita," ucap Reynaldi dalam hati. 


Nisa masih bersikap tidak bersahabat dengan Reynaldi, dia lebih banyak diam, dan hanya menjawab seperlunya saja. Membuat Reynaldi merasa kikuk dan serba salah. Hingga beberapa hari ke depan, Nisa masih saja menunjukkan perasaan kesalnya. Meskipun dirinya tetap menyiapkan segala keperluan suaminya.


Hari yang tidak di nanti, akhirnya terjadi juga. Viona hari ini akan melangsungkan pernikahan. Dia sudah di rias layaknya seorang pengantin, dan menggunakan kebaya adat Sunda. Sedangkan untuk acara resepsi nanti, mereka akan menggunakan adat Padang. Reza berasal dari keluarga Minang.

__ADS_1


Sebenarnya pihak keluarga Viona hanya ingin mengadakan acara akad nikah saja, tetapi kedua orang tua Reza ingin meramaikan pernikahan anaknya. Mereka sepakat akan mengadakan pesta kebun. Pesta itu akan diadakan di sebuah kebun yang indah di daerah Bandung. 


"Selamat ya Sayang, akhirnya kamu menikah kembali. Mama berharap, semoga pernikahan kedua kamu bisa berjalan lancar. Kalian berdua bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah. Bisa segera di berikan momongan juga," ucap Mama Susan. Mereka saling berpelukan. 


"Sudah jangan menangis! Nanti riasannya rusak! Jika saat ini kamu belum memiliki cinta untuknya, Mama yakin cinta akan datang dengan seiringnya waktu," ucap Mama Susan dan Viona menganggukkan kepalanya dan menghapus air matanya. 


Acara akad nikah berlangsung khidmat. Kini Viona dan Reza telah resmi menyandang status suami dan istri. Mereka terlihat senyum bahagia. Meskipun hati Viona masih berharap Reynaldi yang akan menjadi suaminya, tetapi dia akan mencoba untuk menerima Reza sebagai suaminya.


"Terima kasih sudah menerima aku menjadi suami kamu, semoga cinta akan hadir dengan seiringnya waktu," ucap Reza dan Viona hanya menganggukkan kepalanya. 


Setelah acara akad nikah selesai, mereka langsung bersiap-siap untuk acara resepsi. Viona dan Reza sudah terlihat cantik dan tampan. Senyuman terus terukir di wajah mereka. 


Acara resepsi dimulai. Para tamu undangan sudah banyak yang hadir untuk menyambut kedua mempelai menuju pelaminan. Serangkaian acara resepsi di jalankan dengan sangat meriah.


Viona terus memperhatikan para tamu yang memberikan selamat kepada mereka berdua. Dia juga memperhatikan ke segala penjuru, mencari sosok laki-laki yang sangat dia inginkan.


"Mengapa Reynaldi tidak datang ke pernikahanku? Padahal aku sudah memberi tahu tempat dan acara resepsi berlangsung. Apa mungkin dirinya tidak sanggup melihat aku bersanding dengan pria lain, sehingga dirinya memilih untuk tidak hadir ke acara pernikahanku?" Viona bermonolog dengan hatinya, dengan penuh tanda tanya. 


Sampai acara resepsi selesai, Reynaldi tidak juga memunculkan wajahnya. Viona sempat merasa kecewa, tetapi dia mencoba mengerti keputusan Reynaldi untuk tidak datang ke acara pernikahannya. Meskipun apa yang dia pikirkan sebenarnya salah. 


Sebenarnya Reynaldi tidak datang ke acara pernikahan Viona, karena dia tidak mau mencari masalah dengan Nisa. Andai saja Nisa tidak mengetahui hal ini, dia mungkin masih bisa beralasan macam-macam. Tetapi sayangnya Nisa justru yang mengetahuinya lebih dulu, membuat dirinya kini mati kutu.


Sambil menunggu up, mampir yuk di karya Asma Khan

__ADS_1



__ADS_2