
Keduanya kini sudah membaringkan tubuhnya di ranjang. Setelah sempat terpisah, hari ini mereka satu ranjang kembali. Reynaldi merasa canggung. Dia terlihat kaku, saat Melani memeluknya.
"Apa kamu tak merindukan aku? Tak ingin mencium bibirku, seperti dulu lagi?" ujar Melani.
Reynaldi tampak terdiam, dia bingung dengan perasaannya sendiri. Dia menjadi tegang, seperti pertama kali. Terlebih saat, Melani yang memulai menciumnya.
"Maaf, jika kamu masih mengingatnya. Aku tak akan memaksanya. Aku sadar, pasti kamu butuh waktu untuk melupakan rasa sakit hati kamu," ucap Melani.
"Ya sudah, kita tidur yuk! Oh iya, mulai besok. Tolong kamu urus perusahaan aku dulu ya! Paling tidak, sampai aku benar-benar sehat dulu. Sepertinya, besok aku masih belum bisa datang ke perusahaan. Kepala aku masih terasa sakit, tubuhku juga masih terasa lemas," Melani berkata lagi.
"Iya. Tapi, aku gak bisa full di perusahaan. Soalnya, aku harus ke rumah sakit melihat perkembangan mamaku. Semoga saja, mama bisa segera sadar kembali. Agar bisa pulang ke rumah. Agar aku bisa merasa tenang," ungkap Reynaldi dan Melani mengiyakan.
__ADS_1
Melani dan Reynaldi, terlihat sudah memejamkan matanya. Berbeda halnya dengan sang mantan istri, yang justru sedang bercinta. Azzam dan Azzura sudah tertidur nyenyak. Hubungan Nisa dengan Abi selalu mesra. Abi sangat menyayangi Nisa, perasaan Abi kepada Nisa tak pernah berubah.
Di tengah-tengah kesibukannya kepada ketiga buah hatinya, dia selalu berusaha untuk memberikan perhatian kepada suaminya. Agar sang suami tak pernah berpaling darinya. Dia takut, kalau Abi akan melakukan hal yang sama seperti Reynaldi mantan suaminya dulu.
Keduanya tampak menikmatinya. Abi semakin mempercepat permainannya. Kini dia yang berada di atas tubuh Nisa, yang memimpin Permainan. Meskipun Nisa memiliki tiga orang anak, tubuhnya masih terlihat ramping. Abi pun selalu merasa terpuaskan.
Akhirnya, keduanya mendapatkan pelepasan. Abi menumpahkan cairan hangat ke rahim Nisa. Untungnya, Nisa masih menggunakan IUD. Baik Nisa maupun Abi, masih belum terpikir untuk menambah momongan lagi dalam waktu dekat ini. Mereka masih ingin fokus dengan ketiga anaknya.
Mereka secara bergantian, beranjak turun dari ranjang, dan membersihkan sisa-sisa percintaan mereka. Setelah selesai membersihkan, dan memakai pakaiannya kembali. Nisa dan Abi membaringkan tubuhnya kembali di ranjang.
"Ayo kita tidur! Besok pagi aku harus bekerja," ucap Abi dan Nisa mengiyakan.
__ADS_1
Abi langsung memeluk tubuh istrinya, dan mengungkapkan rasa sayangnya kepada sang istri. Kini keduanya sudah memejamkan matanya. Tertidur nyenyak.
Suara adzan sholat subuh, di ponsel Reynaldi sudah berkumandang. Perlahan Reynaldi membuka matanya. Sekarang, Reynaldi sudah rajin sholat kembali. Dia langsung beranjak turun dari ranjang, secara perlahan. Namun, hal itu tetap saja membuat tidur Melani menjadi terusik. Dia pun ikut membuka matanya, karena tak menemukan sang suami.
"Sudah bangun?" tanya Reynaldi lembut kepada Melani.
"Iya. Kamu mau ngapain? Kok sudah bangun jam segini?" tanya Melani balik.
"Aku mau sholat subuh. Tadi sudah adzan," sahut Reynaldi.
Melani berniat ikut sholat. Dia ingin berubah. Selama ini, dia tak pernah sekalipun sholat dan puasa. Kini saatnya dia, untuk memperbaiki semuanya. Melani dan Reynaldi tampak sholat berjamaah. Mereka memulai kehidupan baru yang lebih baik lagi.
__ADS_1