Iblis Penguasa Zero

Iblis Penguasa Zero
10. Pembuka


__ADS_3

Gieno tersenyum miring saat melihat beberapa motor dan mobil mulai terlihat mengejar mobilnya. Laki-laki itu semakin menambah laju mobil dan meliuk-liuk di jalanan kota. Suara klakson mobil saling bersahutan saat mereka hampir terseret aksi kejar-kajaran beberapa mobil dan motor itu.


Tin … tin … tin …


Dor … dor … dor …


Gieno terus meliuk-liukkan mobilnya sehingga tembakan yang ditujukan musuh tidak dapat mengenainya. "CCTV empat?" ucap Gieno.


"Aman, belok kanan," sahut Melvin.


Gieno membanting setir ke arah kanan sesuai aba-aba dari Melvin. "Aman, bisa beraksi," lanjut Melvin. Gieno tersenyum miring, setelahnya laki-laki iblis itu mengambil sebuah pistol dan mulai mengulurkan tangannya. Mata tajam laki-laki itu melirik singkat ke arah motor yang tepat berada di belakangnya.

__ADS_1


Dor … duar … srett …


Suara tembakan bersahutan dengan suara jatuhnya motor besar itu. Gieno kembali melajukan mobilnya, aksi kejar-kejaran bercampur penembakan itu terus terjadi di jalanan yang begitu padat. Tepat di persimpangan X yang dimaksud Rangga tadi, Gieno membanting kemudi ke kiri. "Fery," panggil Gieno.


"Siap," sahut Fery. Semakin ke dalam suasana mulai sepi, Gieno tersenyum miring merasa melihat kode tempat yang dikatakan Rangga tadi.


Laki-laki datar itu menginjak pedal gas semakin kencang ke arah sebuah tembok tinggi. Tepat beberapa meter sebelum mobil itu mencapai tembok, Gieno melompat keluar dari mobil. Duar …. Mobil yang sempat dikendarai oleh Gieno hancur bertabrakan dengan tembok tinggi itu.


Gila, aksi Gieno memang selalu gila. Namun, hal gila itu sampai saat ini belum mampu membuat Gieno terluka. Buktinya laki-laki itu berjalan santai tanpa terluka meski tergores seinci pun. Gieno berjalan ke arah belakang tembok, menunggu kedatangan pasukan yang tadi mengejarnya. "Lamban," gumam Gieno remeh.


"Apa dia sudah mati?" tanya salah satu dari sekumpulan laki-laki itu.

__ADS_1


"Coba cek," balas salah satu laki-laki lagi.


Sekumpulan laki-laki itu mulai mendekat ke arah mobil yang hampir hancur itu. "Tidak ada," papar seorang laki-laki.


"Apa? Tidak ada? Ke mana dia pergi?" sahut seorang lagi.


Sedangkan Gieno tersenyum miring melihat wajah bingung sekelompok laki-laki itu. Dengan gerakan pelan Gieno mengeluarkan tiga pisau kecil khas miliknya dari saku celananya. Tanpa ragu dan banyak tengok, Gieno melemparkan tiga pisau kecil itu ke arah sekelompok laki-laki itu.


Pats …


Secara bersamaan, tiga orang laki-laki melotot sambil memegang leher yang sudah tertancap pisau. Bruk …. Tidak berselang lama tiga laki-laki itu ambruk ke tanah. Hal itu membuat dua puluh laki-laki lainnya bergerak siaga mengamati sekitar. Sedangkan Gieno tersenyum puas saat melihat pergerakan seorang laki-laki memanggil pasukannya. "Bagus," gumam Gieno.

__ADS_1


Dor …. Gieno menembak salah satu dari mereka setelahnya laki-laki itu menampakkan diri. Gieno masih sempat melayangkan senyum iblisnya sebelum berlari membawa pasukan musuh ke area selatan. Bunyi penembakan saling bersahutan membuat Gieno menyeringai iblis. Sepertinya laki-laki itu sangat menikmati aksi berbahaya itu. Namun, kata berbahaya itu tidak berlaku untuk sang penguasa Zero itu.


Gieno tersenyum miring saat melihat ada sebuah kayu besar di depannya. Gieno melompat ke atas kayu itu dan berbalik ke arah lawan. Dor …. Bruk …. Selalu tepat sasaran, tembakan Gieno tepat mengenai dada kiri seorang laki-laki sehingga mampu membuat laki-laki itu meregang nyawa.


__ADS_2