Iblis Penguasa Zero

Iblis Penguasa Zero
130. Pengecut


__ADS_3

“Tidak! Naraya, Sayang … jawab Mama!” teriak Nairy histeris.


Nairy tidak berdaya melihat keadaan putrinya yang sungguh menyedihkan. Kepala Naraya pecah sehingga isi kepala itu sudah berserakan di sekitar sana. Bahkan ada beberapa orang yang tadi sedang berjalan di tempat jatuhnya Naraya tekena cipratan darah dan organ dalam wanita itu.


Beberapa menit kemudian, para polisi datang dan langsung memasang garis polisi di sekitar tempat kejadian. Nairy masih menangis histeris, sedangkan Heiki masih terduduk kaku di dekat jasad putrinya. Berbeda dengan Abraham yang baru sampai setelah berpuluh menit berlalu.


Tiga manusia itu nampak begitu terpukul dan syok kejadian yang menimpa keluarga mereka. Sebentar lagi bisa mereka tebak seluruh saluran televisi akan membicarakan keluarga Barka. Satu karena masalah kematian Naraya yang tragis karena bunuh diri. Satu lagi karena kebangkrutan mereka yang begitu bersamaan.


“Hancur, hancur sudah semuanya. Kenapa bisa seperti ini?” gumam Heiki.


Bruk …


“Nairy!” Heiki terpekik saat dengan tiba-tiba tubuh istrinya tumbang. Dengan gerakan cepat laki-laki paruh baya itu mendekat dan mendekap tubuh sang istri. Perlahan bahu Heiki bergetar karena menangis. Hidup yang sedari dulu begitu bahagia dan tentram. Sekarang lenyap sudah karena hasil perbuatan mereka sendiri.


“Aku tidak terima ini! Aku akan membalas ini Gieno!” teriak Heiki.

__ADS_1


Semua orang yang masih berada di dekat tempat kejadian terkejut saat mendengar nama orang yang diteriakkan oleh Heiki. Jelas saja mereka tahu siapa orang yang dimaksud. Sebab tidak ada manusia lain yang bernama Gieno setahu mereka kalau bukan si iblis gila.


“Apa ini ada sangkut pautnya dengan Tuan De Larga? Kenapa dia berucap berani seperti itu?” bisik seseorang.


“Ya, sepertinya memang begitu. Mungkin saja ini salah satu misi Zero. Barka kan salah satu perusahaan yang lumayan kebal hukum. Aku rasa aparat negara meminta bantuan Zero,” tambah seseorang.


“Ya, aku rasa memang begitu. Masuk akal.”


Dengan kejadian yang sama dan pemeran yang sama pula. Namun, tempat yang berbeda. Gieno menyeringai senang melihat wajah frustasi tiga menusia itu. Nampaknya laki-laki itu begitu senang dengan hasilnya sekarang ini.


“No,” panggil Yezo.


Gieno tidak menoleh, laki-laki itu hanya menggerakkan bola matanya saja. Melihat itu, Yezo merasa ngeri sendiri. ‘Astaga, kalau seperti ini, dia benar-benar seperti iblis.sangat menakutkan,’ batin Yezo.


“Kau kapan akan menangkap mereka?” tanya Yezo.

__ADS_1


Mata Gieno kembali terfokus kepada layar laptop di atas meja kerjanya. “Setelah selesai mereka memakamkan wanit itu,” sahut Gieno datar.


“Okey, kau tidak ingin ke rumah sakit?”


Gieno terdiam mendengar kalimat Yezo. Secara perlahan iblis gila itu menghidupkan layar ponselnya dan menatap sosok gadis manis yang menghiasi layar ponsel itu. Tatapan yang tadinya begitu tajam dan mengerikan, sekarang berubah lembut dan terkesan sendu akan kesedihan.


“Sebentar lagi,” sahut Gieno.


“Kau sudah dua hari tidak ke sana. Apa kau tidak berpikir jika dia sedang menunggumu? Keadaannya bisa saja semakin membaik kalau kau sering ke sana dan mengajaknya berbicara. Dia butuh dukunganmu, jika bukan kau siapa lagi? Keluarganya juga sudah berusaha, tapi semua ini terjadi karena kesalah pahamanmu dengannya. Apa kau ingin dia ….”


“Stop!” teriak Gieno menyela kalimat Yezo.


Iblis gila itu menatap tajam Yezo yang saat ini juga sedang menatapnya. “Jangan berbicara yang tidak-tidak tentang gadisku. Lux pasti akan kembali kepadaku,” desis Gieno.


Yezo tersenyum miring menanggapi kalimat Gieno. “Jika memang kau ingin dia kembali, maka lakukanlah usahamu. Jangan jadi pengecut hanya karena tidak bisa melawan rasa sakit di dalam hatimu itu. Kau bukan banci kan?” sindir Yezo begitu berani.

__ADS_1


Namun, kali ini Gieno hanya diam dengan wajah yang menunduk. Laki-laki itu bukannya tidak mau menjenguk Mentari. Hanya saja laki-laki itu tidak kuat dan tidak tega melihat keadaan gadisnya. Gieno juga sering lepas kendali saat melihat kondisi Mentari. Jiwa iblisnya akan terbangun dengan sendirinya melihat wajah tidak berdaya Mentari.


__ADS_2