Iblis Penguasa Zero

Iblis Penguasa Zero
36. Monster


__ADS_3

Brak …. Gieno masuk setelah menendang pintu ruangan itu dengan tidak santai. Lima laki-laki yang sempat terkejut menoleh ke arah wajah Gieno yang tampak begitu gelap. "Di mana?" tanya Gieno dingin.


"Beri aku waktu sepuluh menit, paling lama," ucap Melvin.


"Kau tenanglah, Melvin bisa memecahkan pertahanan mereka hanya dalam waktu sepuluh menit. Kau tahu dia bagaimana," tutur Yezo menenangkan.


"Benar, pertahanan geng cupu itu sangatlah enteng," tambah Rangga.


"Aku memikirkan Januar. Dia tidak berbeda dariku, aku tidak ingin dia menyentuh sesuatu yang sudah menjadi milikku," desis Gieno.


Lima laki-laki yang mendegar itu terdiam. Apa yang dikatakan oleh Gieno ada benarnya. "Benar, bahkan Januar lebih gila darimu jika masalah wanita. Kau masih waras dengan tidak memaksa wanita berhubungan intim. Sedangkan dia, bahkan sangat banyak kasus pemerkosaan," pungkas Petrik.

__ADS_1


"Sampai dia menyentuhnya, laki-laki itu aku jamin akan hidup sengsara," desis Gieno.


Bulu roma lima laki-laki yang berada di sana berdiri. Sangat jarang, bahkan seakan tidak pernah Gieno terlihat semengerikan ini. Biasanya, setegang apa pun kondisi peperangan mereka. Laki-laki itu akan tetap terlihat santai dengan seringai iblisnya. Namun, kali ini laki-laki itu sangat terlihat berbeda.


Gieno mengepalkan tangannya membayangkan jika Januar benar-benar menyentuh Mentari. "Setelah ini, aku tidak akan melepaskannya. Darkness, ini adalah hari terakhir kebebasan kalian," sambung Gieno.


"Gang Pancaran." Suara Melvin mengalihkan perhatian lima laki-laki lainnya.


"Ferry, kau panggil seluruh pasukan Zero Beta dan bawa ke area pertempuran, lima menit. Petrik, kau bawa lima bawahan senjatamu mengantisipasi di area terjangkau. Rangga dan Melvin menyelinap ke dalam ruangan IT mereka. Rangga bisa memantau keadaan di area CCTV dan memberikan pengarahan langkah. Melvin jelas tahu posisinya. Sedangkan aku, akan turun bersama Gieno. Emosinya tidak stabil, aku yakin dia akan mencari gadis itu terlebih dahulu." Yezo membagi tugas di sela langkah kaki mereka.


"Siap!" Setelah penjelasan panjang lebar dari Yezo, lima laki-laki itu bergerak cepat ke dalam mobil masing-masing. Sedangkan Gieno yang sudah dikuasai iblis, memacu mobilnya secepat kilat. Laki-laki itu tidak menghiraukan umpatan kekesalan para pengendara lainnya.

__ADS_1


...*****...


"Tidak …." Mentari terus menendangkan kakinya mencoba memberontak.


Plak …. "Diamlah, bangsat!" Januar menampar pipi Mentari sampai bibir gadis itu mengeluarkan darah. Bahkan pipi Mentari langsung membengkak, sebab terlalu kuatnya pukulan yang diterimannya.


Sret …. Januar merobek baju Mentari yang mulai melemah. Mata laki-laki itu menajam kala melihat aset pribadi gadis itu hanya dibalut pakaian dalam. "Jangan," lirih Mentari tidak bertenaga.


Tubuh basah gadis itu sungguh sangat memprihatinkan. Luka di kepalanya masih terus mengeluarkan darah. Pipi lebam dan bengkak bekas beberapa tamparan. Bibir bengkak mengeluarkan darah. Begitu pula dengan area tubuh lainnya yang nampak lebam bekas pukulan.


Januar menjilat lidahnya merasa begitu tergoda dengan bentuk tubuh Mentari yang ternyata cukup berisi. "Setelah dibuka, tenyata bodimu bagus juga." Januar menyeringai sambil mendekat ke arah dua gundukan milik Mentari.

__ADS_1


Brak …. Tepat saat ingin membuka penyangga gunung kembar itu, Januar dibuat terkejut dengan keadaan pintu yang sudah terpelanting jauh. Mata laki-laki itu membulat saat melihat siapa pelakunya. "Tidak mungkin, apa dia monster? Dan … ini bahkan belum lima belas menit," gumam Januar tidak percaya.


__ADS_2