Iblis Penguasa Zero

Iblis Penguasa Zero
104. Sengsara


__ADS_3

Gieno mengangkat kepalanya dan menatap wajah pucat Raka dengan tatapan tajam. Laki-laki itu masih nampak diam beberapa detik setelah mengucapkan kalimat mati. "Beraninya kau menghalalkan lekuk tubuh gadisku di saat aku bahkan belum pernah melihat dan menyentuhnya sedikit pun," desis Gieno.


Glek …. Untuk kesekian kalinya Raka menunggu ludahnya kasar merasa begitu terintimidasi oleh sosok iblis gila di hadapannya itu. 'Sh**, apa mereka masih lama sampainya?' batin Raka panik.


Bugh … Brak …


Klub malam yang tiba-tiba menjadi sunyi itu, saat ini sudah kembali heboh dengan suara teriakan para wanita di dalam ruangan itu. Gieno baru saja meninju rahang tegas milik Raka. Sehingga laki-laki itu berakhir di atas salah satu meja yang saat ini sudah patah tidak berbentuk.


Raka mencoba berdiri tetapi tergelincir oleh air yang tergenang di atas lantai klub. Berbeda dengan Gieno yang saat ini terus mendekat ke arah Raka yang nampak sudah ketakutan. "Bukankah kau menginginkan ini selama ini? Ayo berdiri dan lawan aku one by one," desis Gieno lagi.

__ADS_1


'Tidak, brengsek. Bagaimana ini?' batin Raka. Laki-laki itu mencoba melirik sekitar dan tersenyum miring saat melihat satu botol minuman keras yang saat ini sudah pecah. Raka mengambil pecahan kaca botol itu dan menyodorkannya kepada Gieno.


Melihat itu bukannya takut, Gieno malah tersenyum miring nampak meremehkan Raka. "Pengecut sepertimu seharusnya memang sudah lama mati di tanganku. Padahal aku sudah berbaik hati selama berapa tahun ini tidak mengambil nyawamu. Tapi kau malah menyia-nyiakan semua kesempatan yang aku berikan. Malam ini kau malah bertindak di luar batasku. Maka bersiaplah, tenang saja kau tidak akan aku buat langsung mati dan langsung bertemu dengan neraka. Tapi kita akan bermain-main dulu."


Bulu roma Raka berdiri saat melihat seringai iblis yang keluar dari bibir Gieno. Rasa beraninya saat mengambil pecahan kaca tadi, saat ini sudah kembali menghilang. Namun, kesadaran menghampirinya lebih cepat. Sehingga Raka berdiri dengan gerakan cepat menjauh dari sang iblis gila.


Gieno belum mereng kan kepalanya sambil menatap Raka dengan tetapan dingin. Aksi dua pemimpin gangster ternama itu saat ini menjadi pertunjukan bagi seluruh pengunjung klub. Pengunjung klub bisa menyimpulkan aksi itu sebagai pertunjukan yang menarik. Pertunjukan yang langka, yang akan jarang mereka lihat. Sekaligus sebagai pertunjukan yang begitu mengerikan.


Tap … Tap … Bugh …

__ADS_1


Gieno mendaratkan kakinya tepat di leher Raka. Aksi itu membuat Raka tersandar ke dinding. Gieno bergerak cepat ke arah laki-laki itu, sehingga membuat Raka kewalahan. Dengan gerakan cepat pula Raka mulai mengayunkan tangannya, untuk mengenai tubuh Gieno dengan pecahan kaca di tangannya.


Plak … Bugh … Brak …


Pertempuran antara dua pemimpin gangster itu pun mulai terjadi. Semakin lama keadaan semakin memanas, sehingga membuat para pengunjung klub merasa begitu tegang. Kondisi Raka sudah cukup mengerikan dengan berbagai luka di tubuh laki-laki itu. Berbeda dengan Gieno yang masih nampak baik-baik saja, tanpa satu goresan luka ataupun satu pukulan pun di tubuhnya.


"Ah, apa kau menjaga mansionmu dengan baik? Apa kau tidak curiga jika aku saat ini hanya sedang memancingmu supaya bisa mengambil alih gadismu itu?" Raka mencoba memancing dan membuyarkan konsentrasi Gieno dengan menyinggung Mentari.


Namun, Gieno yang merupakan laki-laki begitu cekatan dan peka, nampak tergoyahkan oleh kata-kata Raka itu. Melihat konsentrasi Gieno sedikit terpecah, Raka menggerakkan tangannya ke arah wajah Gieno. Nampaknya laki-laki itu mengincar mata Gieno.

__ADS_1


Untungnya Gieno tersadar lebih cepat sehingga laki-laki itu bisa mengelak. Pecahan kaca di tangan Raka tidak jadi menusuk mata Gieno. Namun, pecahan kaca itu berhasil menggores pipi kiri Gieno sedikit dalam. "Sh**," desis Gieno.


Merasa mulai tidak tenang mengingat kondisi Mentari. Gieno mulai memukul tubuh Raka membabi buta. Gerakan iblis gila yang terkenal begitu santai, kali ini tidak ada lagi. Gieno nampak terburu-buru ingin segera menghabisi lawan. "Sampai memang berani kau menyentuh gadisku, aku bersumpah bahkan sampai ke neraka pun kau akan aku buat sengsara," tekan Gieno.


__ADS_2