Iblis Penguasa Zero

Iblis Penguasa Zero
119. Digilir


__ADS_3

Brak …


Naraya yang sedang berjalan santai terkejut saat dengan tiba-tiba seseorang melemparkan sebuah map tepat di bawah kakinya. Wanita itu menoleh dan terkejut menatap wajah marah Abraham. Laki-laki tua itu menatap tajam ke arah Naraya yang nampak kebingungan.


“Ada apa, Kek?” tanya Naraya tidak paham dengan situasi saat ini.


Bukan hanya Abraham yang berada di ruangan tamu itu. Namun, juga ada Heiki dan Nairy yang saaat ini nampak menangis dalam diam. Naraya bingung sebab dua laki-laki berbeda genarasi itu saat ini sedang menatapnya dengan pandangan marah. Berbeda dengan Nairy yang sedang menatapnya dengan pandangan kecewa.


“Ada apa katamu? Masih bertanya?” tutur Abraham marah.


Naraya semakin bingung tidak mengerti dengan situasi saat ini. Wanita itu baru saja pulang dan disuguhi dengan keadaan yang seperti itu. Hal yang membuat Naraya semakin bingung adalah kemarahan Abraham yang biasanya begitu memanjakannya.


“Apa, sih? Aku baru pulang tapi sudah disuguhi hal seperti ini. Jelas aku bingung,” ucap Naraya mulai kesal.


“Kau lihat saja isi map itu dan jelaskan kepada kami,” desis Heiki.

__ADS_1


Naraya semakin dibuat terkejut saat mendengar kalimat Heiki yang terdengar kasar di telinganya. Merasa begitu penasaran dengan hal yang membuat keluarganya marah. Naraya memungut map yang berada di bawah kakinya itu. Secara perlahan wanita itu mulai membuka map yang berada di tangannya.


Satu foto pertama yang berada di dalam map itu sukses membuat mata Naraya melotot terkejut. Wanita itu melirik tiga manusia yang sedari tadi memperhatikan pergerakannya. “I-ini.”


“Jelaskan Naraya,” desis Heiki lagi.


Naraya terdiam, wanita itu tidak tahu harus menjelaskan seperti apa tentang kajadian tadi malam yang dia alami bersama Gieno. Hal yang juga sukses membuat wanita itu merasa terkejut sekaligus senang. “Kenapa masih diam? Cepat jelaskan,” tutur Abraham tidak sabar.


“Di mana kalian bisa mendapatkan foto ini?” ucap Naraya.


“Tidak usah balik bertanya, Naraya. Kau jelaskan saja cepat masalah ini,” geram Heiki.


Naraya menghela napas pelan saat mendengar suara pelan dari mamanya. “Aku tidak berbohong masalah itu, Ma. Aku memang datang untuk mendengarkan temanku curhat dan dia adalah Kak Gieno. Dia adalah masalah dan memintaku untuk mendengarkan masalahnya. Aku juga memang menginap denganya,” jelas Naraya.


“Lalu tidur dengan laki-laki, begitu?”

__ADS_1


“Aku hanya tidur dengan Kak Gieno. Bukannya ini bagus? jika aku hamil maka aku bisa meminta perrtanggung jawabannya,” balas Naraya tanpa beban.


Jelas saja kalimat wanita itu membuat tiga manusia itu terkejut tidak percaya. “Naraya! Apa kau tidak sadar jika Gieno itu sudah merusakmu? Dia sama sekali tidak menyentuhmu! Tapi tubuhmu itu sudah digilir oleh empat laki-laki!”


Deg ...


“Mas!” tegur Nairy.


“Apa? Biarkan dia tahu apa yang sebenarnya sudah tejadi kepadanya. Karena ulah bodohnya itu, memalukan keluarga!” papar Heiki marah.


Naraya diam, wanita itu masih mencoba mencerna kalimat Heiki kapadanya. “Apa maksud, Papa? Aku memang sudah tidur dengan laki-laki, tapi itu adalah Kak Gieno,” ujar Naraya.


“Anak bodoh! Sudah sedari awal kami katakan untuk jangan mendekatinya, tapi kau keras kepala tidak mau menghiraukan,” geram Abraham.


“Kau lihat foto lainnya, itu punggung orang yang berbeda. Bukan hanya satu laki-laki yang menidurimu,” ujar Heiki lagi.

__ADS_1


“Tidak mungkin,” gumam wanita itu.


Dengan tidak sabar Naraya membuka map itu dan melihat setiap lembaran foto. Wanita itu nampak menggelengkan kepalanya tidak percaya. “Tidak mungkin, ini pasti hanya editan. Ada orang yang sengaja mengedit ini. Aku hanya tidur dengan Kak Gieno,” kata Naraya mencoba tidak percaya.


__ADS_2