
Sudah satu hari dari Hadi pulang, Hadi juga sudah mengetahui siapa yang mengunggah foto-fotonya ke internet. Sekarang Hadi dan kedua orang tua Arumi Xyra sudah ada di ruangan kantor Hadi. Hadi bahkan tanpa mengatakan kesalahan pria tersebut, ia langsung membatalkan kontrak kerja samanya, membuat orang tua Arumi akan di ambang ke bangkrutan, orang tua Arumi adalah bernama Sean Xyra, dan Makyle. Sean langsung memohon pada Hadi
" Tuan muda, tolong jangan batalkan kontrak kerja sama kita, kalau kami ada salah tolong di maafkan, saya mohon tuan muda."
" Kesalahan anda ada di putri anda sendiri!"
Sean dan Mayle saling beradu pandang, ia bingung, lalu mereka berdua berpikir kalau Hadi mencintai putrinya. Setelah itu Sean langsung berbicara pada Hadi
" Tuan muda, saya minta maaf, atas ucapan putri saya yang mungkin kurang berkenan, tapi saya akan secepatnya membujuk putri saya untuk menerima tuan muda."
Hadi yang mendengar menerima, ia langsung bertanya sambil mengerutkan keningnya
" Apa maksud anda?"
" Tuan muda, putri saya memang masih terlalu muda, saya akan segera membujuknya."
Setelah mendengar jawaban dari Sean, Hadi yakin kalau kedua orang tua Arumi salah paham, ia langsung berbicara dengan tegas
" Anda menghina saya?, anda pikir putri anda sangat cantik?, dengar baik-baik, saya tidak tertarik sama sekali dengan putri anda!"
Kedua orang tua itu ingin sekali marah saat mendengar anda pikir putri anda sangat cantik, itu sama saja seperti menghina, tapi ia tidak bisa apa-apa, pria muda yang di hadapannya adalah orang yang berkuasa. Sean langsung bertanya di mana kesalan putrinya
" Tuan muda, apa yang putri saya perbuat, hingga tuan muda marah dengan kami."
" Dia mengusik ketenangan istri saya!"
Kedua orang tua itu hanya melebarkan matanya, mereka tidak menyangka kalau pria muda yang ada di hadapannya itu sudah menikah, apa lagi pernikahannya tidak di ketahui, biasanya kalau pengusaha yang menikah akan mengadakan pesta besar-besaran, tapi berbeda dengan pria muda yang di hadapannya, pria muda yang di hadapannya sama sekali tidak di ketahui pernikahannya, setelah itu Sean langsung minta maaf pada Hadi
" Tuan muda, saya minta maaf, saya tidak bisa mendidik putri saya, saya akan tegur dia untuk minta maaf pada tuan muda."
" Tidak perlu minta maaf, semuanya sudah terlambat, ada perbuatan pasti ada akibatnya, dan akibatnya adalah saya membatalkan kontrak kerja sama kita!"
" Tuan muda, saya mohon beri kami kesempatan."
" Tidak ada kesempatan lagi, lebih baik anda pergi dari sini, sebelum kesebaran saya habis!"
__ADS_1
" Tapi tuan muda."
" Jika kau masih terus membujuk saya, saya akan menuntut Putri anda ke pengadilan!"
" Kami mohon jangan lakukan itu tuan muda, kami akan segera pergi dari kantor ini tuan muda, kalau begitu kami permisi dulu tuan muda."
Hadi hanya menjawab dengan anggukan kepala. Kedua orang tua Arumi langsung keluar dengan wajah yang memelas, entah kesalahan apa yang putrinya buat pada istrinya, hingga membuat marah seorang Hadi Wijaya. Setelah sampai rumah, Sean langsung bertanya pada putrinya yang sedang belajar
" Apa yang kau lakukan hingga membuat perusahaan papah akan di ambang ke bangkrutakan?"
" Maksud papah apa?"
" Apa kau mengusik istri Hadi Wijaya?"
Arumi langsung berpikir, pasalnya di sekolah tidak ada yang mengatakan tentang istri Hadi Wijaya, bahkan ia juga belum mendapatkan masalah apa-apa dari gurunya, hanya saja, pak Angga mengundurkan diri dari sekolah itu. Setelah berpikir Arumi ingat kalau ia mengunggah foto Riana dan Hadi, ia langsung berbicara sendiri
" Jadi Riana benar-benar istri dari Hadi Wijaya."
" Siapa Riana?"
" Jadi apa yang kau lakukan pada istrinya?"
" Aku hanya menulis simpanan wanita SMA, tapi aku benar-benar tidak tau, kalau dia adalah Istrinya."
" Dasar konyol, kenpa kau selalu saja mencari masalah, karena kesalahanmu perusahaan papah akan bangkrut, apa kau puas selalu membuat papah sengsara?, dan sekarang kau minta maaf pada istrinya, dan minta untuk tidak membatalkan kontrak kerjasama."
" Apa aku tidak salah dengar?, papah menyuruh aku untuk minta maaf?, aku tidak mau pah, tidak ada sejarahnya aku minta maaf."
Sean yang mendengar jawaban dari putrinya, ia langsung mendaratkan tamparan pada putrinya
Plak...
Arumi yang di tampar, ia langsung memegangi pipinya sambil bertanya
" Papah cuma karena masalah ini menamparku?, kau sangat egois pah, kau menyuruh aku untuk minta maaf pada Gadis sialan itu!"
__ADS_1
" Berhentilah menganggap papah egois, kalau saja kau tidak membuat ulah, semuanya tidak akan seperti ini!"
Mayle langsung menasehati putrinya, ia tidak ingin putrinya di tampar lagi oleh papahnya
" Arumi, jangan menentang papah, coba kau mengerti sedikit, bagaimana kalau sampai bangkrut?, apa kau mau hidup miskin?, bahkan kau yang selalu menghabiskan uang, jadi sekarang turuti apa kata papah, minta maaflah pada Gadis itu."
" Mah, kenpa Riana selalu saja banyak yang suka, dari dulu hingga sekarang?, tapi aku bahkan tidak ada yang menyukaiku, aku menyukai Hadi Wijaya, aku mengagumi sikap dinginnya, yang tidak pernah peduli dengan sesaorang, tapi kenapa dia hanya menyukai Riana, seperti kak Rendi dulu, kenapa mah?"
" Arumi, berhenti mengatakan yang tidak jelas, kau lebih baik suka dengan pria yang sama, jangan suka dengan pria yang memiliki kekuasaan banyak, kita harus memahami keadaan kita."
" Mamah selalu saja mengatakan itu, aku sangat benci pada mamah!"
Meyle belum juga menjawab ucapan dari putrinya, tapi Sean sudah langsung berbicara lagi
" Besok kau harus minta maaf pada istrinya Hadi, jangan pernah buat masalah lagi padanya, kalau tidak ingin menjadi hidup miskin!"
" Sudah aku bilang, aku tidak ingin minta maaf pada Riana pah! Aku tidak ingin harga diriku di injak-injak oleh wanita sialan itu!"
" Berhentilah bersikap egois, papah tidak mau tau, besok di sekolah kau harus minta maaf pada Gadis itu, atau kau papah usir dari rumah ini!"
Setelah mendengar ucapan dari papahnya, mau tidak mau ia terpaksa menyetujuinya, ia tidak ingin kalau harus jadi gelandangan, jangankan gelandangan, jadi miskin saja ia tidak mau, ia tidak ingin menjadi miskin
" Baik pah, besok aku akan minta maaf pada Riana, dan meminta agar kontrak kerjasamanya tidak di batalkan."
" Bagus, itu baru anak papah."
Setelah mengatakan itu, Sean langsung pergi ke kamarnya di ikuti oleh istrinya, di situ tinggal ada Arumi. Arumi langsung melempar-lempar semua benda yang ada di situ, ia sangat emosi dengan ucapan papahnya
Bruk...bruk...bruk...
Arumi langsung berbicara sendiri, karena ia sangat emosi pada ucapan papahnya
" Sial! Ini semua gara-gara Riana! Aku di tampar oleh papah, dan di ancam oleh papah, awas saja kau Riana, aku akan buat perhitungan denganmu! Tunggu, kalau sampai aku membuat perhitungan, urusanku dengan Riana akan semakin rumit, bahkan aku juga belum minta maaf pada Riana."
Setelah mengatakan itu, Arumi langsung duduk di lantai, sambil menyandarkan kepalanya di sofa
__ADS_1