Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 17. Aku yang akan menikah


__ADS_3

Marina dan Henny saling bertatapan mata. Marina juga bingung harus jawab apa, setelah mendengar bahwa pernikahan anaknya Henny di batalkan. Memang Marina juga tau kalau suaminya dan Henny memiliki perjanjian pernikahan, tapi sekarang posisinya beda. Tidak mungkin harus mendadak menikah, apa lagi ia juga tau Rina yang masih fokus kuliah dan Riana yang sudah memiliki pacar membuat ia bingung harus menjawab apa


"marina, aku minta tolong, tolong bantu aku, aku tidak ingin menanggung malu terlebih lagi ini adalah kesempatan aku untuk menepati janji pada Rendra, karena Rina adalah orang yang cocok untuk Hadi."


"aku tau, kalian berdua memiliki perjanjian pernikahan, tapi Hadi adalah orang yang sangat dingin, apa lagi aku juga sudah mendengar darimu dulu Hadi memiliki Gadis yang ia cintai dari dulu, dan Yulia adalah Gadis kedua yang ia cintai, aku takut menjadi memperburuk suasana nanti."


"aku tau, tapi bagaimana dengan aku?"


Marina melihat wajah Henny sangat kasihan walaupun dirinya belum pernah mengalami hal yang seperti Henny alami, tapi ia juga wanita yang memiliki hati nurani, tidak mungkin melihat sahabat dari suaminya itu di permalukan oleh banyak orang, karena keluarga Wijaya sudah terkenal di seluruh kota pasti Henny sangat malu, jadi mau tidak mau Marina menyetujui permintaan Henny


"baiklah, tapi aku tidak bisa menjamin siapa yang akan menikah dengan Hadi, aku akan bicarakan dulu pada anak-anakku, tapi apa kau bisa menjamin kalau Hadi tidak akan kasar pada anakku?"


"baiklah Marina, aku berjanji padamu kalau aku akan menjamin anakmu tidak akan mengalami hal yang ada di dalam pikiranmu, terimakasih Marina karena kau mau membantuku."


"iya sama-sama Henny."


"Marina, apa kau bisa menuruti ke inginan aku?"


"ke inginan apa Henny?"


"aku ingin kau bilang pada anak-anak menikah untuk melunasi hutang, dan pernikahan itu hanya sebuah kontrak hingga 2 tahun, bukan menikah karena perjodohan, aku tidak ingin mereka kecewa padamu karena di jodohkan, jadi kau bilang saja untuk melunasi hutang, dan kau bilang juga biaya kuliah Rina aku yang menanggung, aku yakin mereka pasti mengerti."


"baiklah, aku akan turuti semua ke inginanmu, terimakasih."


"harusnya aku yang berterimakasih Marina karena kau sudah mau membantuku."


"tidak, kau yang sudah membantu aku, untuk tidak berpisah dengan anak-anakku jadi sudah seharusnya aku membantumu."


"iya sudah, kalau begitu aku pamit dulu, sekali lagi terimakasih."


" Baiklah, hati-hati."


"iya Marina."

__ADS_1


Henny pun lalu berdiri ia langsung berjalan keluar di ikuti oleh Marina hingga mereka sampai di samping mobil Henny


"hati-hati Henny."


"iya, sekali lagi aku benar-benar berterimakasih padamu Marina."


"sama-sama Henny."


Henny lalu langsung masuk ke dalam mobil ia langsung melajukan mobilnya pergi dari rumah Marina. Marina masuk ke dalam rumah lagi sambil memikirkan bagaimana ia bilang pada anak-anaknya, ia benar-benar tidak tau harus bilang apa pada anak-anaknya, karena pernikahan itu sangat mendadak sekalih, lalu ia duduk lagi di ruang tamu sambil merenung. Rina dan Riana langsung mendekati ibunya karena melihat wajah ibunya sangat murung, hingga Rina dan Riana sampai di ruang tamu, lalu Rina dan Riana duduk di kursi depan ibunya. Rina langsung bertanya pada ibunya


"kenapa wajah mamah murung?"


Marina yang mendengar pertanyaan dari anaknya, lalu ia langsung menatap Rina dan Riana secara bergantian, ia bingung harus bilang apa, kasihan mereka yang masih ingin bebas, tapi salah satu dari mereka harus terikat dalam pernikahan yang sangat mendadak, apa lagi mengingat calon suaminya yang sangat dingin itu membuat Marina kuatir. Rina dan Riana hanya menatap ibunya dengan perasaan bingung. Rina dan Riana menunggu jawaban dari orang tuanya. Marina pun memutuskan untuk bicara pada anak-anak


"Rina, Riana, mamah ingin bicara pada kalian berdua, apa salah satu dari kalian bisa menolong mamah?"


"menolong apa mah?" tanya Rina dan Riana berbarengan


"begini sayang, ibu paru baya tadi ingin salah satu dari kalian menikah dengan anaknya."


"maksud mamah mau menjodohkan aku atau kaka dengan anak ibu paru baya tadi?"


"iya sayang, kita memiliki hutang 7 meliyar, kalau salah satu dari kalian ada yang mau menikah, hutang itu lunas dan masalah biaya kuliah Rina, ibu tadi yang akan menanggung biayanya yang penting ada yang mau menikah dengan anaknya."


"tidak mau mah, aku masih ingan kuliah dan tidak ingin menikah dengan pria yang tidak aku kenal."


"pernikahan itu hanya sampai 2 tahun hingga tunangan anak ibu paru baya itu kembali, intinya adalah sebuah kontrak pernikahan hingga 2 tahun."


"tetap saja, bagaimana kalau pria itu kasar padaku?"


Riana masih diam ia memikirkan maksud dari ucapan ibunya, lalu ia langsung berpikir, mungkin dengan dirinya menikah dengan pria itu, ia bisa membalas budi pada ibu angkatnya karena selama ini ibu angkatnya belum pernah meminta apa pun dari dirinya, apa lagi ia juga tidak ingin Kakanya yang terikat dalam pernikahan yang belum jelas, bagaimana masa depan Kakanya nanti


"baiklah mah, aku akan menikah dengan pria itu."

__ADS_1


"kau yakin nak?"


"yakin mah."


Rina langsung bertanya tentang hubungan adiknya bersama Aldi


"bagaimana dengan Aldi, kalian sudah pacaran selama hampir 5 bulan?"


"Cici, aku sama Aldi sudah putus."


Setelah mendengar jawaban dari adiknya, Rina hanya diam sambil terus saja mengingat perlakuan adiknya selama ini tidak memiliki perubahan sama sekali, bahkan adiknya pergi kerja dengan giat, dirinya terus saja berpikir hingga ingat dengan jas pria 3 minggu yang lalu itu


"apa Riana sudah tau kalau Aldi adalah Kaka kandung Riana?, atau mereka putus karena masalah lain?" batin Rina


Dari pada terus bertanya-tanya, Rina memutuskan untuk bertanya


"kapan dek?"


"sudah sekitar 3 minggu yang lalu."


Setelah mendengar jawaban dari adiknya, Rina langsung melihat wajah adiknya yang sama sekali tidak sedih sedikit pun. Rina memang belum pernah berpacaran, tapi ia sering mendengar dari teman-temannya kalau putus cinta itu sangat sakit hati, tidak nafsu makan, malas aktifitas, tidak suka bicara, tidak suka tersenyum dan masih banyak lagi, tapi adiknya sama sekali tidak seperti itu bahkan adiknya akhir-akhir ini sangat giat berangkat kerja tanpa telat sekalipun, tidak ada perubahan dalam adiknya membuat dirinya berpikir kalau adiknya mengetahui sesuatu. Riana langsung membuka pembicaraan lagi


"Ci, aku yang akan menikah dengan pria itu."


Rina pun akhirnya sadar dari lamunannya.


"tidak dek, aku yang akan menikah."


"Ci, aku mohon biarkan aku yang menikah, aku siap di perlakukan bagaimana pun selama Cici bisa kuliah."


"tidak dek! Kau baru saja 17 tahun ."


"aku mohon Ci, aku tidak pernah meminta apa pun dari Cici, tapi kali ini tolong ijinkan aku untuk menikah dengan pria itu."

__ADS_1


Rina langsung memeluk adiknya, ia juga tau kalau adiknya tidak ingin dirinya yang menikah dengan pria yang tidak di kenal itu


__ADS_2