Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku
BAB 120. Sandiwara Andre


__ADS_3

Setelah beberapa saat diam, Riana memutuskan untuk belanja, ia juga suntuk di rumah seharian, karena ia sedang libur sekolah


" Hubby, aku akan pergi ke moll, untuk belanja perlengkapan wanita, lagian juga Mila sudah tidak di pake sama papah."


" Kapan sayang?"


" Sekarang Bi, masa tahun depan."


" Tidak perlu, sayang siap-siap sekarang, biar aku yang mengantarmu ke moll."


" Bukan'kah hubby sedang sibuk?"


" Tidak apa-apa, cepat sayang siap-siap."


" Baik Bi."


Riana langsung mengganti pakaiannya, lalu langsung dandan. Setelah sekitar 20 menit Riana selesai dandan, lalu langsung mengajak suaminya


" Ayo bi."


" Baiklah sayang."


Hadi dan Riana langsung memasuki mobil, lalu langsung melanjukan mobil itu dengan kecepatan sedang. Setelah menempuh perjalanan 30 menit, mereka sampai di moll. Riana langsung memilih-milih yang akan ia beli. Sedangkan Hadi hanya mengikuti kemana istrinya pergi. Setelah kebutuhannya sudah cukup. Hadi langsung membawa itu ke kasir, lalu langsung menyerahkan kartu ATM. Kasir itu langsung mengambil kartu ATM yang di serahkan Hadi


" Sebentar tuan muda."


Setelah beberapa detik, kasir itu langsung menyerahkan ATM nya dan belanjaannya


" Ini tuan muda, Terimakasih."


Hadi langsung mengambil belanjaan dan ATM nya, tanpa mengatakan sepatah kata pun pada kasir itu. Setelah Hadi dan Riana pergi, Kasir itu langsung berdecik kesal


" Tampan, mapan, tapi sayang bisu!"


Riana terus saja berjalan lebih dulu, sedangkan suaminya membawa belanjaan di belakang, sudah seperti layaknya seorang asisten pribadi. Riana melihat pria yang di kenal, yang sedang memilih pakaian, ia langsung lari mendekati pria itu, hingga ia sampai


" Andre!"


Andre langsung membalikkan tubuhnya


" Riana."


Riana dan Ander langsung berpelukan. Mereka memang sangat merindukannya. Andre adalah sahabat SD Riana dulu, hanya saja Andre adalah Kaka kelas Riana. Andre pindah ke Singapura, setelah lulus SD, karena ibunya Andre harus di rawat di rumah sakit Singapura. Hadi sampai di samping istrinya, ia langsung berdeheem


" Ehmmm."


Riana yang mendengar dheman dari suaminya, ia langsung melepaskan pelukannya


" Andre, aku sangat merindukanmu, sudah 5 tahun kita tidak bertemu."

__ADS_1


" Iya, aku juga sama, aku sangat merindukanmu calon istriku."


" Kau itu, pasti bilang calon istri."


" Kenyataannya kau adalah calon istriku."


" Oh iya, gimana kabar Tante?"


" Sudah sembuh, untuk itu aku pindah ke sini, aku mau masuk kuliah di sini."


" Wah, bagus tuh, aku bisa sering bertemu denganmu."


" Iya dong calon istri."


Hadi yang di cuekin, ia langsung berdeheem lagi dengan wajah yang sangat emosi


" Ehmmm!"


Riana langsung melirik ke arah suaminya sambil tersenyum, lalu ia langsung mengenalkan suaminya


" Andre, ini Hadi."


Andre langsung mengulurkan tangannya, tapi Hadi cuek, ia tidak menjabat uluran tangan dari Andre. Andre yang tidak di jabat uluran tangannya, ia langsung menurunkan tangannya lagi, lalu langsung bertanya pada Riana


" Riana, siapa dia?, kenapa sombong sekali?, apa dia asisten pribadimu?, kalau pacarmu sepertinya tidak mungkin, dia sudah tua!"


Hadi yang di bilang sudah tua, ia ingin sekali memukul mulut pria yang di hadapannya. Riana yang mendengar ucapan dari Andre, ia hanya tersenyum, lalu ia langsung menjawab pertanyaan itu, tanpa mengenalkan Hadi sebagai suaminya


" Hahaha, iya iya."


Hadi yang tidak di kenalkan sebagai suami, ia sangat emosi, bagaimana mungkin istrinya tidak mrngenalkan ia sebagai suami di depan pria yang berbeda 1 tahun dengan istrinya. Riana langsung memeluk Andre lagi, ia langsung berbicara di telinga Andre


" Andre, dia suamiku, tapi tolong bantuin aku, buat dia cemburu."


Andre hanya menjawab dengan anggukan kepala. Riana langsung melepaskan pelukannya lagi. Andre langsung bertanya pada Riana sambil mengelus rambutnya


" Pasti kau sangat merindukanku?"


Riana hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Andre langsung mencubit hidung Riana sambil berbicara


" Tambah gemes, sudah 5 tahun tidak bertemu, ternyata kau semakin cantik calon istriku."


" Andre, berhenti mengatakan aku cantik, aku malu."


Riana langsung menunduk malu-malu. Hadi yang melihat adegan itu, ia sudah tidak tahan, bisa-bisanya istrinya tidak mengakui ia sebagai suaminya, dan sekarang bisa-bisanya istrinya tersenyum malu-malu di depan pria lain, lalu Hadi langsung mengajak istrinya untuk pulang


" Sayang, ayo pulang."


Riana belum menjawab ajakan dari Hadi, tapi Andre langsung menjawab ajakan Hadi

__ADS_1


" Om, kalau mau pulang, pulang saja duluan, nanti Riana akan saya antar pulang, jadi om tidak perlu mengajak Riana pulang, saya dan Riana masih ingin ngobrol."


" Berani sekali kau memanggil saya om!, memang siapa yang menikah dengan Tantemu?"


" kenapa marah om, om itu, om nya Riana, tentu om saya juga, saya adalah calon suaminya Riana."


" Jangan terlalu mimpi, sampai mati kau tidak akan pernah bisa menikahi Riana!"


" Ih om lucu deh, ko jadi marah gitu, tanpa restu om juga kita akan menikah, secara saya dan Riana saling mencintai dulu, dan yang terpenting nikah itu adalah restu dari orang tua Riana langsung, bukan dari om."


" Karena saya adalah."


Hadi baru saja akan mengatakan karena saya adalah suaminya, tapi sudah di potong oleh Riana


" Andre! Maafkan Hadi, sudahlah kau juga jangan emosi."


" Iya calon istriku."


Hadi yang mendengar ucapan mereka berdua, hanya bisa mendengus kesal, ia ingin memukul pria yang memanggil istrinya calon istri, tapi tempat ini adalah tempat yang tidak tepat, di sini moll, terlebih lagi ada istrinya, ia takut istrinya marah pada ia, ia hanya bisa pasrah dengan keadaan sekarang. Andre langsung memegang tangan kiri Riana, ia langsung mengajak Riana makan


" Makan yuk Riana, aku lapar."


" Ayo, aku tidak lapar, tapi aku juga ingin makan denganmu, karena kita memang sudah lama tidak makan bersama, aku juga merindukan makan bersamamu."


Hadi yang melihat istrinya di genggam tangannya oleh pria lain, ia langsung berbicara pada istrinya


" Sayang, berteman boleh, tapi harus tau batasan, kenapa kau hanya diam saat tanganmu di genggam oleh pria lain selain aku, ingat kau adalah."


Kini giliran Andre yang memotong ucapan Hadi


" Santai om, ponakan om cuma saya pegang tangannya, jadi tidak perlu marah seperti itu, kenapa marah seperti itu?, saya juga tau batasan om, saya tidak akan menghamili Riana sebelum menikah, jadi santai saja."


Setelah mengatakan itu, Andre langsung berjalan ke arah Restoran terdekat. Hadi yang melihat mereka, ia langsung mengepalkan tangan kanannya, ia sudah seperti seorang pengawal, ia membawa belanjaan istrinya, tidak di anggap sebagai suami, dan sekarang istrinya berjalan beriringan dengan pria lain


" Siapa sebenarnya pria itu, kenapa Kristiani sangat dekat, sampai-sampai tidak mengakui aku sebagai suaminya."


Riana dan Andre langsung duduk di ikuti oleh Hadi. Andre langsung memesan makanan saat pelayan itu sudah di samping mejanya


" Pasta 2, sama jus jeruk 2, om, kau mau pesan apa?"


" Tidak."


" Oh baiklah, jadi itu saja."


" Baik tuan muda, tunggu sebentar."


Pelayan itu langsung pergi dari meja mereka. Riana langsung bertanya pada Andre


" Kau masih tau makanan kesukaanku ternyata?"

__ADS_1


" Tentu saja, kau adalah calon istriku, mana mungkin aku lupa."


__ADS_2