
Hari ini adalah hari pernikahan Riana dan Hadi keduanya tidak menanyakan seperti apa orang yang ia nikahi, mereka menikah di hotel Wijaya, semuanya sudah banyak yang berdatangan. Hadi hanya menundukkan kepala, karena ia sangat takut kalau pengantin wanitanya itu sangat jelek, dan akan membuat ia malu, membuat detak jantung Hadi sangat kencang karena rasa takut akan di permalukan dan rasa tidak percaya, walaupun pernikahan itu hanya sebuah kontrak, tapi tetap saja pernikahan itu sah di mata negara dan di hadapan tuhan. Riana duduk di meja rias kamar hotel itu ia juga memiliki hal takut, lalu ia juga sudah membayangkan suaminya itu sangat jelek karena mendengar pernikahan itu di batalkan oleh tunangannya dan memilih karirnya, bukan'kah itu membuktikan kalau calon suaminya itu sangat jelek?, ia memang sudah tau perinakhan ini hanya sampai 2 tahun, sampai menunggu tunangannya itu kembali, tapi tetap saja ia merasakan takut dan gugup. Rina dari tadi meneteskan air mata ia benar-benar tidak percaya dengan adiknya yang akan menikah, apa lagi suaminya tidak tau seperti apa, tapi dirinya penasaran dengan nama calon suaminya untuk itu ia memutuskan bertanya pada ibunya
"mamah, siapa nama pria yang menikah dengan adek?"
"namanya Hadi Wijaya, nak."
Setelah mendengar jawaban dari ibunya sontak membuat Rina terkejut
"apa!"
Riana yang mendengar teriakan kakaknya seperti terkejut, lalu ia langsung bertanya pada kakaknya
"kenapa Cici sangat terkejut?, apa Cici kenal dengan pria itu?"
"tidak dek."
Rina langsung panik bagaimana mungkin orang yang di nikahi adiknya itu adalah Kaka kandung dari Aldi, itu sama saja menurutnya adalah Kaka kandung Riana, karena Rina masih mengingat jelas parfum yang Riana pakai sekitar 11 tahun yang lalu
"bagaimana ini, apa aku bicarakan saja, atau aku urungkan, bagaimana kalau Hadi bukan Kaka kandung Riana, tapi mana mungkin parfum itu sebuah kebetulan." batin Rina
Riana melihat wajah Kakanya yang panik membuat Riana bertanya-tanya kenapa Kakanya itu panik setelah mendengar nama pria itu
"apa Cici kenal dengan pria itu." batin Riana
Marina langsung mengajak anak-anaknya untuk turun
__ADS_1
"sayang, ayo kita turun."
"iya mah." jawab Rina dan Riana
Marina dan Rina menuntun Riana menurunkan tangga yang awalnya suara gedung itu berisik dengan sekejap semuanya diam setelah melihat pengantin wanitanya yang sangat cantik dan masih terlalu muda, membuat semua orang kagum dengan kecantikannya, apa lagi semua orang juga tidak menyangka, kalau seorang CEO dingin bisa menikah dengan Gadis yang sangat cantik dan muda. Hadi masih terus menunduk ia belum siap melihat calon istrinya, apa lagi setelah semua orang itu diam tidak ada yang bersuara membuat ia yakin kalau Gadis itu sangat jelek. Riana sampai di depan calon suaminya, tapi ia masih menundukkan kepala termasuk Hadi yang masih belum siap melihat calon istrinya, mereka kerdua hanya menundukkan kepalanya
"apa sudah bisa di mulai?" tanya Pendeta
"sudah pak." jawab Delon
"Hadi Wijaya, bisakah kau berjanji bahwa kau selamanya akan baik pada Riana Renata? di dalam duka maupun senang, atau di kepahitan. Kau bersedia selalu menjaga dan selalu di samping Riana Renata selamanya?"
"saya bersedia."
"Riana Renata, bisakah kau berjanji bahwa kau selamanya akan baik pada Hadi Wijaya? di dalam duka maupun senang, atau di dalam Kepahitan. Kau bersedia di samping Hadi Wijaya selamanya?"
"silahkan kalian memakaikan cincin."
Hadi memakaikan cincin di jari manis Riana masih tetap menundukkan kepala, ia masih belum ingin melihat Gadis yang sekarang jadi istrinya. Riana juga sama memakaikan cincin pada pria yang kini jadi suaminya masih tetap menundukkan kepala, ia juga belum siap, siapa pria yang ia nikahi. Setelah mereka selesai memasangkan cincin, pak pendeta langsung menyuruh Hadi untuk mencium istrinya
"Hadi Wijaya, silahkan mencium Riana Renata sebagai bukti kasih sayang yang tulus."
Setelah mendengar ucapan pak pendeta, detak jantung Hadi dan Riana sangat kencang, mereka berdua sama-sama memiliki rasa takut jelek. Hadi dan Riana perlahan mengangkat kepala mereka, setelah saling menatap mata, mereka sama-sama sangat terkejut, setelah siapa orang yang mereka nikahi. Hadi yang awalnya memasang wajah sinis, kini berbuah manjadi ceriah, entah kenapa setiap melihat Riana seperti menemukan kebahagiaan yang pernah hilang, dan ia juga tidak menyangka bahwa perkataan dirinya itu benar, 1 minggu yang lalu ia pernah bilang pada Gadis yang kini menjadi istrinya, bahwa ciuman pertama kita pertemuan ketiga kita, perkataan itu ternyata benar-benar nyata. Riana juga tidak menyangka bahwa perkataan pria dewasa itu nyata bahwa pertemuan ketiga itu adalah ciuman pertama mereka. Pak pendeta pun menyuruh Hadi lagi karena dari tadi Hadi belum mencium Gadis yang kini menjadi istrinya
"Hadi Wijaya, silahkan mencium Riana Renata sebagai bukti kasih sayang yang tulus."
__ADS_1
Setelah di suruh pak pendeta lagi, Hadi langsung maju mendekati Gadis yang kini menjadi istrinya sambil tersenyum, lalu ia langsung mencium bibir Riana sekilas, setelah itu ia langsung membisikkan sesuatu pada Riana
"gadis kecil, aku tidak menyangka bahwa perkataanku benar."
Riana yang mendengar kata-kata dari Hadi hanya diam. Setelah mengucapkan kata-kata itu Hadi langsung memundurkan kembali tubuhnya, lalu suara gemuruh tepuk tangan itu sangat keras di hotel Wijaya, walaupun mereka memiliki banyak pertanyaan karena pertama nama yang tertulis di undangan adalah Yulia, sedang sekarang yang di nikahinya adalah bernama Riana Renata, apa lagi saat melihat mereka berdua menundukkan kepala membuat semua orang bertanya-tanya, tentang pernikahan mereka. Rina mulai pucat setelah melihat adiknya menikah dengan Hadi, dan membuat pikiran dirinya menjadi tidak karuan, seandainya dulu ia menerima pernikahan itu, ia tidak akan panik
"tuhan, semoga saja Riana bukan adik kandung Hadi." batin Rina
Semuanya mengucapkan selamat pada pernikahan Hadi, hanya Aldi dan Kristian yang tidak hadir. Aldi sibuk dengan tugas kampusnya, apa lagi pernikahan itu hanya sebuah kontrak, jadi ia memutuskan tidak hadir, sedangkan Kristian tidak hadir karena sepupunya menikah, tapi tetap saja ibunya Kristian datang ke pernikahan Hadi walaupun sudah sepi sekarang karena pernikahan itu sudah selsai. Aprilia Ganesha langsung mendekati Hadi sambil tersenyum
"selamat atas pernikahanmu sayang."
"terimakasih Tante."
Hadi dan Aprilia langsung berpelukan, setelah beberapa menit mereka melepaskan pelukan itu. Aprilia menatap Riana dengan kagum karena kecantikan Riana menurut ia sangat tidak asing
"selamat iya, Yulia."
"terimakasih Tante."
Aprilia dan Riana langsung berpelukan. Mereka berdua berpelukan begitu lama. Hadi menatap mereka dengan bingung karena yang ia tau, Tante Aprilia sudah tidak pernah suka dengan anak perempuan, semenjak hilangnya Kristiani Aprilia Malik yang tidak lain adalah anak kedua dari Aprilia Ganesha. Tidak terasa hingga air mata Riana dan Aprilia menetes, mereka berdua seperti melepaskan rindu, lalu Riana dan Aprilia melepaskan pelukannya, mereka saling menatap mata. Aprilia langsung bertanya usianya
"nak, berapa usiamu?"
"usiaku 17 tahun 6 bulan, Tante."
__ADS_1
Detak jantung Aprilia Ganesha sangat kencang setelah mendengar jawaban Riana